Hasrat Tuan Mudah

Hasrat Tuan Mudah
Cerita si bapak tua


__ADS_3

Dania menuju kantor Alex yang tak jauh dari ruangan nya, terlihat beberapa karyawan menyapa dirinya dengan ramah.


"Pagi Bu Dania makin cantik aja yah," gombal salah satu karyawan di kantor itu.


"Iya pagi juga," ucap nya sambil tersenyum ramah.


"Wah ibu Dania kalau senyum bikin meleleh deh." Kali ini dania langsung memperlihatkan wajah tegas nya.


"Kamu setiap ibu lewat pasti di jadiin," ucap Dania sedikit memperlihatkan wajah kesal.


"Yaelah bercanda Bu, nanti kalau marah-marah gak cantik lagi dong, iya kan Rey." sambil menyikut lengan teman nya.


"Iya Bu, hehehe." sambil menggaruk kepalanya dan mencubit pinggang teman nya.


"Ya udah kalau begitu kami duluan yah Bu, selamat siang."


"Iya selamat siang juga Dion, jalan liat kedepan entar malah tabrak tembok." ucap Dania, terlihat Dion dengan teman nya melanjutkan perjalanan nya kepalanya masih menatap ke arah dania.


"Iya Bu,"


Bruuk


Tiba-tiba ada suara dari belakang orang telah menabrak tembok, padahal baru saja Dania menasehati seseorang. Dania lalu berbalik ke belakang benar saja si Dion sudah berada di belakang sambil mengusap-usap kepalanya.


"Aduhh gimana sih lu, malah gak kasih tau kalau di depan ada tembok." kesal nya pada teman nya.


"Matamu jelalatan." kesal nya pada teman nya.


"Aduuh kepala ku langsung pusing," sambil masih menatap ke arah dania, Dania langsung buru-buru seolah tidak terjadi apa-apa. dia tersenyum sekaligus kasian juga pasti malunya sampai ke ubun-ubun.


Dania lalu mengetuk pintu kantor yang sudah berada di depan matanya terlihat dia membawa beberapa buku data di tangan kanan nya dan jas di tangan kanan nya kali ini dia hanya menggunakan baju kemeja putih saja.


Tok tok tok


Cekrek

__ADS_1


Seorang pria tua membuka pintu terlihat dia mempersilahkan Dania masuk ke dalam, Dania lalu masuk ke dalam ruangan itu.


"Pak cakra sedang apa disini tanya Dania?"


"Ini Non habis belikan tuan muda beberapa buah segar dan jus alpukat." ucap Dania.


"Owhh iya pak," terlihat jus itu ada dua buah di meja serta ada dua bungkus makan siang. Dayana menggaruk-garuk kepalanya yang satu buat siapa pikirnya.


Alex memberi kode kepada bapak itu untuk tidak memberi tau Dania, pak cakra lalu memutar balikkan cerita nya.


"Ehh makanan itu bapak sengaja beli dua satunya buat nona Dania,dengan jus dan dua botol air Aqua."


"Ya ampun pak harusnya tidak usah repot-repot bapak kan udah tua juga, ya udah ayo pak makan bareng kita sini." ajak Dania namun belum selesai Dania ngomong bapak itu lalu buru-buru mencegahnya dia tau banget kalau mereka pasti akan menceritakan masalah kantor tidak enak jika di dengar olehnya.


"Maaf Bu kali ini bapak tidak bisa nanti bapak beli di bawah aja " ucapnya. Dania lalu mendekati bapak tua itu, mengusap bahunya dan memberikannya sejumlah uang.


"Ini pake buat beli makanan yah pak, makasih yah udah di belikan. nanti bapak jangan naik tangga lagi naik lift aja kemarin kan sudah Dania ajarin. kalau ada pesanan gak papa naik lift aja." nasehat Dania, terlihat bapak itu hanya tersenyum saja.


Alex dari kejauhan tidak menyangka ada orang sebaik Dania, dia lalu pura-pura tidak melihat seakan tidak terjadi masalah.


"Ya udah bapak pamit dulu selamat siang." bapak tua itu lalu pergi terlihat bajunya sudah baru kemarin dia memakai baju lusu terus jadi pak direktur memberikannya banyak baju baju dan celana baru agar dia juga terlihat seperti karyawan kantor di sini.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Flasback


Pak tua berlari naik tangga tergopoh-gopoh untuk mengantarkan pesanan ke para pembelinya. Sangat beruntung sekali dia ketemu pak direktur pas keluar dari pintu lift bersama Dania dan beberapa orang penting lain nya.


Suara napas pak tua tidak berhenti dia terus berjalan tergopoh-gopoh, semua yang ada di situ lalu menghampiri nya.


"Pak bapak sedang ngapain?" Tanya pak direktur kantor itu.


"Ehh ini pak lagi antar makanan ke pelanggan tapi masih ada satu lantai lagi." ucapnya terlihat di tangan nya ada bungkusan makanan.


"Loh bapak naik tangga yah," tanya Dania.

__ADS_1


"Iya Bu," napasnya masih terdengar kayak orang habis lari 100 kilo.


"Owhh gini aja nanti bapak antar makanan nya naik tangga lift aja." usul oak direktur.


"Maaf pak masalahnya saya tidak tau naik lift takut nanti lift nya rusak kalau saya naikin terlalu banyak tombolnya." terlihat wajah khawatir di wajahnya.


"Gini saja, nanti ibu Dania ajarin bapak mau tidak?" ujar pak direktur.


"Iya pak terimah kasih banyak." dia lalu menjabat tangan pak direktur, pak direktur membalasnya dan mengusap punggung bapak tua itu.


"Dania sebentar sore kamu temani dia beli baju dan celana seperti pakaian kantor lalu belikan dia meja stenlish makanan yang bisa dia dorong dan muat banyak tempat seperti yang ada di rumah sakit."


"Siap pak," Dania lalu menghampiri bapak tua lalu mengajaknya masuk ke dalam lift, pak direktur melanjutkan perjalanan dengan beberapa atasan kantor itu.


Di dalam lift bapak itu terus memperhatikan tombol lift, Dania tidak hentinya mengajarinya dengan penuh kesabaran.


"Jadi kalau ada tombol naik bapak mau naik tinggal klik tombol naiknya terus pilih nomor nya lantai berapa yang bapak nah naik misalnya lantai dua bapak tinggal pencet, kalau mau turun bapak pencet tombol turun lalu pencet nomor 1 seperti yang saya pencet tadi." Terlihat bapak itu paham kebetulan sekali cuma mereka berdua tidak ada orang lain jadi sangat gampang untuk mengajari orang.


"Iya Bu," dia lalu mengulangi perkataan dan instruksi nya.


"Iya benar bapak sudah paham, jangan sampai di lupa yah pak, dan biasanya kalau ada orang mau masuk lift nya berhenti dulu bapak tunggu kalau lift nya berhenti berarti ada orang yg mau masuk." ujar Dania.


Bapak itu lalu menganggukan kepala nya mereka sudah sampai di lantai satu kebetulan Dania belum makan siang jadi dia sekalian ikut ke bapak untuk singgah ke warung tersebut.


"kebetulan saya juga lapar jadi saya ikut sama bapak yah untuk singgah di warung makan." Ucap Dania.


"Iya Bu tidak papa nanti saya gratiskan." bapak itu terlihat antusias.


"ahh gak usah pak, nanti saya bayar sesuai harganya saja. mereka lalu berjalan menuju warung makan itu.


Sebentar sore bapak saya mau antar untuk jalan-jalan beli baju kantor dan alat buat dorong-dorongan makanan jadi bapak harus siap-siap yah.


Dania berjalan-jalan untuk membelikan bapak itu beberapa baju kemeja putih dan celana kantor hitam. setelah selesai memilih baju dia bapak tua itu lalu menuju ke tokoh yang jualan alat pendorong makanan. Setelah semua selesai mereka lalu masuk ke dalam mobil, Dania lalu mengantar bapak itu pulang ke rumahnya.


"pak bajunya besok mulai di pake yah." ucap Dania.

__ADS_1


"Iya Bu dania terimah kasih banyak, bapak mati undur diri." bapak itu lalu keluar dari mobil Dania lalu masuk ke dalam rumah yang terlihat sederhana itu. mobil itu melaju meninggalkan tempat itu, bapak itu terlihat melambaikan tangan nya.


...****************...


__ADS_2