
Hari ini adalah hari pertama Alex untuk ngantor, dia Pagi-pagi udah siap dengan jas dan celana hitam. dia di kamarnya merenungi dirinya di depan cermin, mungkin waktu untuk santai sudah tidak ada lagi.
Alex turun ke bawah di dapur dia menyiapkan sendiri sarapan nya, biasanya kalau bangun ada cewek lain yang ganti"an menyiapkan dia makanan setiap pagi. playboy yah dia lah orang nya, setelah selesai membuat sarapan hanya dengan susu kedelai dan roti coklat panas itu sudah cukup membuatnya kenyang.
"Gimana yah rasanya kerja di perusahaan papa, yah lumayan banyak cewek tapi sayang gak bisa di bawah pulang." kesalnya dia tidak mau sampai ketahuan papanya.
Tiba-tiba lamunan nya malah terfokus kepada Dania yang terbuat anak dari pak Dion, bagaimana mungkin semua terasa kebetulan terjadi atau memang sudah di rencanakan sama orang tuanya.
Dia lalu berjalan keluar ke halaman rumah lalu melajukan mobilnya menuju kantor ternama itu, dia berharap di hari pertama nya tidak akan membuat masalah.
Setelah sampai di kantor yang terlihat menjulang tinggi nan Mega tiba-tiba nyalinya terasa menciut bagaimana mungkin papanya sehebat itu mendirikan perusahaan itu sampai setinggi itu. Dia benar-benar harus memberikan apresiasi untuk papanya dan orang-orang yang sudah lama bekerja dengan ayahnya untuk membangun perusahaan sebesar itu.
Dia lalu masuk ke dalam lift saat memencet lift ada tangan juga yang memencetnya secara bersamaan, tangan itu terlihat mulus, halus dan putih.
Tangan siapa itu, pikirnya dalam hati tiba-tiba dia membalikkan badan nya betapa kagetnya dia itu ternyata tangan Dania.
"Ya ampun pak ma...af aku tidak sengaja," ucap Dania sedikit terbata-bata sambil menundukkan pandangan nya sedikit malu.
"Iya tidak papa, ayo masuk barengan." ajak Alex meski agak sedikit canggung juga.
Dania lalu masuk ke dalam lift mengikut langkah alex, mereka di dalam lift hanya berdua dan agak sedikit canggung juga.
"Ehmm bapak hari ini pertama kali masuk kantor boleh sebentar kita berbincang-bincang." ucap Dania.
"Owhh iya silahkan," Alex lalu kembali terdiam terlihat Dania menggunakan rok pendek sepangkal paha betisnya begitu mulus dan putih meski di tutup stoking, di tambah baju kemeja ketat di baluti jas kerja.
__ADS_1
Kali ini Alex hanya bisa menahan air liurnya entah kenapa baru masuk kerja malah liat yang model kayak ginian dia langsung berfikian aneh-aneh.
"Ehmm pak ayo pak silahkan,"
"Ehhm pak Alex ayo, liftnya sudah terbuka." mendengar suara Dania Alex langsung tersadar dari lamunan nya.
"Iya astaga maaf." ujar Alex dengan polosnya.
"Iya pak tidak papa," mereka lalu berjalan keluar terlihat orang-orang di luar saling berbisik-bisik satu sama lain.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Di dalam kantor Dania mulai mengajarkan banyak hal kepada bapak itu mulai dari mengurus administrasi keuangan kantor dan data-data kantor, Alex begitu antusias dan semangat meski dia masih kurang paham namun Dania tidak henti-hentinya untuk mengajari dirinya.
"Okey sampai sini apakah bapak mengerti?" Tanya Dania.
"Owhh ya sudah tidak papa, jam 11 siang akan di adakan rapat. gimana kalau sebentar aku aja bapak makan siang setelah rapat" tawar nya kepada Alex.
"Iya boleh kok, terimah kasih yah." ujarnya
"Iya pak, saya izin undur diri yah pak kalau ada apa-apa silahkan panggil saja pak." Dania lalu pamit dan keluar dari ruangan itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 11:00 WIB semua orang sudah berkumpul di auditorium untuk melaksanakan rapat dalam Rangkah penyambutan direktur baru di Perusahaan ini. Semua orang saling berbisik-bisik berharap salah satu dari mereka lah yang akan di angkat jadi direktur.
__ADS_1
Dania sudah berada di atas panggung untuk membaca serangkaian penyambutan yang sudah mulai di gelar di ruangan itu secara besar-besaran. terlihat orang-orang besar perusahaan sudah pada berdatangan dan semua karyawan di wajibkan datang kecuali yang sedang berhalangan akan di wakili oleh teman nya.
"Selamat siang untuk peserta acara yang kami tunggu kedatangan nya, Okey acara penyambutan para petinggi atas perusahaan dan staf karyawan lainnya yang sudah berkenan datang saya ucapkan terimah kasih dan mewakili atasan pembina dan pemilik perusahaan bapak Antonio Christian Imanuel yang sudah berkenan untuk datang." terlihat bapak Antonion mengangkat tangan untuk menyapa para peserta serta MC yang sudah mau membawa acara pada saat itu.
"Hari ini kami akan kedatangan seorang direktur yang akan menggantikan posisi bapak Antonion untuk mengurus perusahaan ini." Terlihat Alex yang duduk tepat di samping pak direktur terlihat gugup namun masih banyak yang belum sadar kalau dialah direktur baru itu.
"Loh anak baru itu berani sekali duduk di dekat pak direktur." kesal Lian.
"Iya yah, padahal dia baru satu hari di sini." ucap yang lain menanggapi bisikan demi bisikan akhirnya terdengar ke telinga pak Antonion. Namun bukan nya membela anaknya pak Antonion malah senyum dan akan memberikan mereka semua kejutan.
Bahkan beberapa atasan juga berani mencibir anak direktur itu, itu karena mereka memang tidak pernah melihat anak pak direktur sebelum nya karena dia sibuk menyelesaikan studi S2 nya di Amerika lalu pulang ke Indonesia menjadi pembisnis.
Bahkan wajahnya tidak pernah di sorot kamera karena dia kebanyakan studi di luar negeri, Alex terlihat tersenyum menanggapi cibiran orang-orang sambil mencolek papanya yang langsung menoleh ke arahnya.
"Aku yakin pasti kamu yang naik," ucap seseorang kepada salah satu atasan yang memang sudah lama mau menggantikan direktur itu.
"Ahh kamu jangan berkata seperti itu," Ucapnya tersenyum malu-malu.
"Okey semua kita akan sambut bapak Antonion untuk naik ke atas mimbar untuk mengucapkan sepatah kata untuk penerus perusahaan ini." Dania mempersilahkan direktur itu naik, bapak Antonion lalu berdiri terdengar teriakan sorak-sorai dari para karyawan sambil bertepuk tangan.
Alex tidak menyangka bapak nya selama ini sehebat itu, dia hanya tau bapaknya terkenal tapi tidak tau kalau bapaknya memiliki banyak fans di perusahaan tersebut.
Dania lalu menyerahkan data yang sudah dia rancang untuk penyambutan direktur utama. Semua orang terlihat mulai gugup ada yang sampai keringat dingin. dan merasa dia lah yang pantas untuk menggantikan posisi direktur itu karena sudah lama bekerja sama di perusahaan itu.
"Selamat siang semuanya, terimah kasih karena sudah mau datang dan mah berpartisipasi dalam acara ini. saya harap kalian semua harus tau siapa yang akan aku tunjuk untuk menggantikan posisi direktur yang sudah lama saya pegang selama saya membangun perusahaan ini, tanpa tak perlu lama-lama saya akan memperkenalkan dulu anak saya yang berada di dekat saya tadi duduk yang bernama Alexander Christian Imanuel. Dia adalah putra saya yang sudah waktunya menggantikan posisi saya di Perusahaan ini."
__ADS_1
Semua orang langsung menatap ke arah meja yang bapak itu tunjuk, bahkan ada yang sampai panik karena sudah berani mencibir nya. Terlihat banyak orang juga yang menatap nya dengan tatapan sinis dan kesal. yaitu orang-orang yang berada dalam musuh dalam selimut di kantor itu.
"Saya harap tuan mudah Alex bisa naik ke atas panggung," Bapak Antonion memanggil anaknya untuk naik ke atas panggung.