Hasrat Tuan Mudah

Hasrat Tuan Mudah
perbincangan bisnis


__ADS_3

Terlihat mereka asik berbincang-bincang di ruang tamu, bibi lalu membawakan dua cangkir kopi di atas nampan.


"Ini tuan tuan silahkan di minum kopinya," ucap bibi.


"Iya, makasih yah bi." ucap Alex


"Iya tuan," bibi itu lalu berjalan menjauhi mereka kembali menuju ke dapur.


Alex dan pak Dion Kembali melanjutkan beberapa pembahasan yang sangat penting. Terlihat dari wajah pak Dion kalau dia memiliki wawasan yang luas tentang manajemen di perusahaan papanya. pantas saja kalau papanya masih mempertahankan dia meski hutang nya juga banyak.


ingin rasanya Dion mengetahui penyebab papanya meminjamkan uang yang begitu banyak jumlahnya ke pak Dion akan tetapi dia begitu sungkan untuk mengetahui nya.


"Ehhmmm gimana nak Alex apa sampai sini sudah paham?" Tanya pak Dion.


"Ehh masih kurang paham sih pa, ya udah gimana kalau nanti bapak langsung ajarin aku kalau sudah berada di kantor mungkin aku bisa lebih paham." ucap Alex kepadanya.


"Owhh iya mungkin ini karena tentang saham jadi agak sedikit rumit," gimana kalau kita bahas tentang keuangan nya." ucap pa dion, mendengar hal itu Alex langsung tertarik karena memang itu yang ingin dia ketahui.


"Okey siap-siap pa," terlihat pak Dion begitu menawan dan cerdas ketika menyampaikan beberapa materi tentang keuangan. Dia lebih cocok jadi asisten keuangan, tapi jabatan pak Dion di perusahaan papanya ternyata bukan main-main bisa di bilang dia pengganti bos atau di katakan manajer.


Membahas tentang keuangan membuat Alex begitu antusias dan sangat memahaminya, pak Dion bahkan sampai kagum dengan daya tangkap nya dia yang cepat dan telaten.


"Ngomong-ngomong nak Alex kok seperti nya sangat menguasai bagian materi keuangan?" Tanya pak Dion.


"Owhh iya pak kebetulan aja waktu kuliah ada materi itu jadi pasti bakalan paham sih kalau in." ucapnya kepada pak Dion.


"Owhh gitu yah,"


"Iya pak, gimana kalau materinya sampai di sini dulu kalau om mau ketemu papa nanti aku panggilkan." ucap Alex

__ADS_1


"Iya boleh juga, udah jarang aku ngobrol santai bersama papamu kalau lagi libur begini." ucap nya.


"Iya pa pamit bentar yah," terlihat Alex menjauh dari nya dan pergi menuju kamar papanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Tok tok tok suara ketukan Dari luar kamar, seorang wanita paru baya membuka pintu dengan muka heran.


"Loh Alex, ada apa nak?" tanya Lidya wanita paru baya itu.


"Papa mana mam, itu ada pak Dion mau ngobrol katanya." ujar Alex .


"Owhh bentar, aku panggil dulu papamu." Lidya kembali masuk ke dalam kamar, setelah mengabarinya ke Antonion terlihat dia keluar dari kamar lalu berjalan menuju ruang tamu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Alex keluar dari rumah mewah itu dan bergegas berjalan menuju parkiran mobil nya. dia lalu masuk ke dalam mobil, dan meninggalkan halaman rumah mewah itu.


Kali ini dia pengen jalan-jalan ke perusahaan itu untuk melihat kondisi tempat nya seperti apa.


Akhir-akhir ini dia sudah jarang untuk pergi melihat kondisi perusahaan yang di bangun papanya dari nol. Mengendarai mobil di kota besar cukup membuat nya gerah di dalam mobil, macet dimana-mana kota jakarta benar-benar pada banget sekarang.


Setelah berusaha belajar untuk menyelip-nyelip di kerumunan mobil akhirnya dia berhasil sampai di perusahaan itu, udah berapa bulan dia tidak kesini perusahaan itu mulai semakin tinggi dan besar. Alex lalu memarkir mobil nya, dan membayar uang parkir masuk. Yah walaupun ini termaksud perusahaan papanya tapi dia juga tetap harus bayar uang parkir.


Alex keluar dari mobil lalu berjalan menuju lift , di dalam lift terlihat beberapa karyawan menatap nya aneh soalnya dia hanya menggunakan baju kaos panjang saja bukan kemeja. Dia sampai lupa untuk mengganti pakaian nya, tapi bukan itu yang terpenting sekarang.


Alex lalu keluar dari dalam lift terdengar orang-orang membicarakan dirinya saat keluar dari lift.


"Loh kok berani yah dia pakai baju kaos, apa dia mau menemui keluarganya di sini?" bisik seorang gadis.

__ADS_1


"Ishh apaan sih malah gosipin orang biarin mungkin dia buru-buru jadi nggak sempat ganti baju." ujar seseorang, Alex sempat ingin berbalik melihat siapa gadis yang membelanya namun usahanya nihil pintu lift ternyata sudah tertutup rapat.


Perkataan gadis itu terus terngiang-ngiang di pikiran nya, dia bahkan ingin mencari tau siapa pemilik suara halus nan anggun itu, apakah wajahnya seanggun suaranya. gumamnya dalam hati.


"Aduuh kok aku malah pikirin gadis yang aku sendiri tidak tau asal-usul nya." kesal nya, dia lalu masuk ke dalam kantor di mana tempat biasanya papanya duduki.


Tok tok tok


Suara ketukan pintu dari luar membuat orang di dalam langsung membuka pintu. Dia lalu berjabat tangan dan saling memperkenalkan diri.


"Halo selamat siang pak, apakah ini dengan tuan mudah Alex?" Tanya wanita mudah itu.


Deg deg deg suara detak jantung yang tak karuan berirama membuatnya kaget. Alex memang tadi sengaja keluar dari lift lalu naik tangga untuk menuju kantor nya. Niatnya untuk jalan-jalan melihat-lihat tempat itu, sekaligus tidak tahan dengan tatapan orang-orang di dalam lift tadi.


"Halo pak apakah ini benar dengan Pak Alex," Tiba-tiba wanita itu mengejutkan nya lagi.


"I... iya aku tuan Alex, bukan nya kamu gadis yang ada di lift tadi?" tanya nya.


"Owhh rupa nya bapak masih ingat saya, iya benar aku." ujar gadis itu.


"Owhh iya makasih yah soal tadi."


"Iya sama-sama pak, silahkan duduk pak." ucap wanita mudah itu yang usianya tidak jauh lebih mudah darinya. Alex sedikit gugup tapi berusaha untuk bersikap profesional saat itu jadi dia langsung duduk di kursi kantor itu.


"Mau minum apa pak nanti saya bantu ambilkan minum nya?" ucap gadis itu.


"Air putih aja makasih sebelumnya atas sambutan anda," ucapnya sedikit gugup.


"Iya pak sama-sama," Dania lalu mengambil air putih yang letak nya tidak jauh dari tempat itu lalu menyimpan nya di atas meja, terlihat Alex haus banget dia lalu meminum air itu rasanya tenggorokan nya legah.

__ADS_1


"Perkanalkan nama saya Dania Kartika Putri, saya asisten baru bapak kalau ada apa-apa bisa panggil dan hubungi saya, aku juga sudah menawarkan diri untuk menjadi asisten di rumah bapak yang....


Ohok... ohok .... ohokkk. Mendengar hal itu sontak saja Alex kaget bukan main.


__ADS_2