
Sekarang waktu telah menunjukkan pukul 04:00 siang dini hari, direktur itu memberi tahu Alex tentang keinginan Dania jadi asisten rumah tangga nya dia.
"Ehmmm dari tadi serius banget kamu." ucap Antonion kepada anaknya.
"Iya pa ini lagi liatin skema data."
"Coba papa liat," dia lalu memutar komputer itu ke arahnya. Lalu mengajarkan cara skema itu bekerja kepada Alex.
"Gimana udah paham belum?" Tanya Antonion.
"Masih dikit sih pa," ujarnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ya udah nanti aku panggilan Dania untuk ngajarin kamu selepas pulang kantor.
"Hah, di kantor ini?" Tanya Alex gak mungkin kan orang semua sudah pulang mereka masih di kantor berduaan.
"Yah enggak lah, di rumah kamu." mendengar hal itu sontak membuatnya kaget bukan main.
"Hah papa serius, tapi kok di rumah Alex si pa." ujarnya sedikit kesal.
"sudah sudah.... pokonya di rumah kamu titik, owhh iya apa Dania udah mulai hari ini?" Tanya papanya.
"Mulai apa pa?" Tanya Alex binggung.
"Masa kamu lupa, dia mengajukan jadi asisten kamu di kantor sekaligus di rumah mu." ujarnya.
"jadi dia tinggal di rumah pa?" tanya nya lagi.
"Kamu ini gimana sih, yah jelas lah tinggal di rumah kamu masa dia bolak balik jauh tau rumah nya."
"Ya udah gak papa nanti dia tidur di ruang tamu." mendengar hal itu sontak papanya kaget.
"Kok tega kamu," kesal papanya.
"Bercanda loh pa, lagian gak mungkin juga dia mau tidur di ruang tamu mending balik ke rumahnya."
"Gimana kamu terimah gak tawaran dia?" Tanya Antonion lagi.
"Iya pak, lagian niat dia baik kok." ujarnya.
__ADS_1
"Gitu dong, nanti kamu pulang bareng dia terus langsung ke rumahnya angkat barang-barang dia." perintah papanya.
"Hah gak kecepatan pa?" Alex mulai panik.
"Nggak kami juga kan di rumah gak ada yang masakin berapa kali aku sewain pembantu tidak ada yang tahan dengan sikapmu, tapi ingat Dania bukan pembantu tapi asisten mu." ujarnya.
"Yee apa bedanya pa?"
"Yah jelas beda, dia sukarelawan bantuin kebutuhan kamu. dan kamu tidak perlu membayar nya." ujarnya kepada Antonion.
"Iya iya pa," dia lalu melanjutkan mempelajari skema itu.
"Ini udah jam 03:00 papa pulang dulu, kamu jaga diri baik-baik." ujarnya.
"Siapa yang anterin papa pulang?" tanya Alex
"Ada sih Ahmad nungguin di bawah." ujarnya
"Salam yah pa sama si Ahmad udah jarang banget ketemu." ujar Alex.
"Iya nanti aku sampaikan salam mu, ingat pulang bareng Dania." Antonion lalu memukul pundak Alex.
Ahmad sudah di anggap seperti anak kandung olehnya, apalagi Ahmad sering ke rumah. Kalau ke rumah dia selalu membawa buah, jadi mereka sangat dekat ibarat anak dan papa.
Sesampainya di lantai bawah terlihat Ahmad sudah menunggunya di depan parkiran mobil.
"Om silahkan," dia lalu masuk ke dalam mobil di susul oleh Antonion. Ahmad lalu mengemudi dengan hati-hati meninggalkan perusahaan itu menuju jalan raya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Alex dan Dania berjalan keluar dari perusahaan itu, dia lalu mengantar Dania menuju rumahnya. dia masuk ke dalam perumahan elit yang ditempati olehnya, Alex sempat kaget.
"Kamu tinggal di sini?" Tanya Alex padanya.
"Iya pa, nanti bapak tinggal belok kiri." dia lalu mengikuti arahan Dania. Dia berhenti di salah satu rumah yang terlihat mewah dan besar, Alex masih binggung. Dania lalu mengajak Alex turun dari mobil.
"Kalau bapak mau masuk gak papa nanti aku kenalin sama mama papa." ujarnya. Alex lalu masuk ke dalam terlihat nuansa ruang itu sangat simpel dan elegan.
Terlihat wanita paru baya yang menggunakan baju baju dokter menghampiri nya, seperti nya dia juga baru pulang. mendengar anaknya sudah pulang dia lalu keluar dari dalam kamar.
__ADS_1
"Halo nak Alex kita ketemu lagi," ujar papanya kepada Alex
"Loh kalian sudah kenal?" Tanya Dania heran.
"Iya kemarin aku sempat ngobrol sama dia," ujar papanya lalu mengajak Alex duduk di ruang tamu. Dania lalu naik ke lantai dua dan masuk ke dalam kamarnya, dia lalu mengemas semua pakean nya. Terlihat ibu masuk ke kamarnya lalu membantu nya.
"Nak apa papamu tidak marah kalau kamu nantinya akan tinggal di rumah Alex." ujarnya.
"Nggak kok Bu, aku sudah bicara sama bapak ini juga demi kebaikan perusahaan papa yang lagi Krisis nanti kalau sudah baik lagi Dania pasti kembali. lagian bapak Alex dan papa udah lama berteman, Dania hanya berniat membantu papa melunasi hutang nya. kalau hanya papa hanya kerja sampingan di kantor itu kasian tidak akan bisa lunas." ujar Dania kepada ibunya.
"Iya nak, ibu sangat beruntung sama kamu, karena mau membantu papamu melunaskan hutang nya." ujar ibu yang sekarang sudah menggunakan baju daster.
"Gimana perusahaan papa sekarang?" Tanya Dania.
"Masih krisis banyak karyawan yang di PHK untuk sementara. kamu doain papamu semoga hutang nya cepat lunas sehingga dia bisa fokus di perusahaan nya lagi." ujar ibu.
"Iya Bu, Reyhan mana?" tanya ibu nya.
"Di kamarnya main game, adekmu itu keras kepala nak." ujar ibunya.
"Gak papa Bu, dia tadi ke sekolah kan?" Tanya Dania.
"Iya dia baru pulang, ibu yang jemput papamu juga baru pulang dari kantornya pak Antonion.
"Iya Bu, tadi Dania ketemu ko sama papa.* ujarnya.
pakean mu mau kamu bawah semua?" Tanya ibu.
"Nggak usah Bu celana pendek Dania bawah lima saja, lagian nanti Dania pake di dalam kamar aja." ucapnya.
"Iya kamu harus ingat, kamu tinggal bareng laki-laki yang tidak terlalu kamu kenal. harus hati-hatilah yah, jaga kesehatan mu." ujar ibunya.
Dania dari kamarnya, dia lalu membawa Dua koper besar dan satu kantong plastik besar tempat makeup dan kotak-kotak tempat jam tangan nya.
"Ibu nanti kunci kamarnya aku bawah yah, takut si Reyhan masuk ke kamarku." ujar nya.
"Iya nak, hati-hati yah ingat pesan ibu." Dania lalu mengangguk, dia memegang bahu ibunya lalu mengusap-usap nya.
"Ibu jaga diri baik-baik, kasih tau Reyhan jangan banyak main game." ucap Dania lalu pamitan ke ibunya.
__ADS_1
Terlihat Papa Dania dan Alex masih berita di ruang tamu, seperti dia sedang terus terang dengan kondisi keluarga nya sekarang yang sedang terancam.