
Pagi yang indah mulai menyapa kehidupan di muka bumi ini, matahari pun mulai menyelipkan sinarnya di balik gorden kamar itu. Adrian masih terlelap dalam tidurnya dan tiba-tiba saja Rania terbangun dan berlari dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi
Rania memuntahkan segala isi perutnya, sedangkan gerakan tiba-tiba dari Rania tadi membuat Adrian terbangun dari tidurnya. Adrian yang panik mendengar Rania sedang memuntahkan isi perutnya langsung berlari ke arah kamar mandi dan memijat pundak Rania
" Kamu kenapa sayang ? "
" Kakak keluar aja dulu, aku lagi mual kak. Nanti kakak jadi kotor "
" Astaga Nia, aku ga akan pernah tinggalin kamu "
" Apa aku pantas dapatkan laki-laki sebaik kamu kak ? "
Adrian terus setia memijat pundak Rania hingga Rania merasa lebih baik, Rania yang mulai bangkit dari posisinya yang jongkok dan menghadap toilet merasakan kepalanya yang sangat pusing hingga hampir terjatuh
Adrian dengan sigap langsung menangkap tubuh mungil istrinya dan menggendong tubuh Rania ala bridal style, Adrian membaringkan tubuh Rania di atas ranjang dengan sangat perlahan. Adrian yang sedang panik melihat wajah Rania yang sudah pucat langsung menghubungi asisten pribadinya untuk mencari seorang dokter
Tak butuh waktu yang lama seseorang telah mengetuk pintu kamar mereka, Adrian pun bergegas membukakan pintu dan mempersilahkan dokter tersebut untuk masuk lalu memeriksa keadaan Rania dengan seksama
Setelah menyelesaikan beberapa rangkaian pemeriksaan terlihat bila dokter wanita tersebut tersenyum, Adrian sudah mulai menampakkan wajah tak suka dengan melihat dokter tersebut tersenyum
" Ibu Rania ga apa-apa kok pak "
" Apa maksud kamu ga apa-apa, apa kamu ga liat wajah dia sampai pucat.. ?!! " Adrian sedikit berteriak karena kesal
" Ya ampun kak, kenapa jadi marahin dokter itu ? "
Rania pun menatap tajam ke arah Adrian tanda bahwa dia tak suka dengan yang di lakukan oleh Adrian, Adrian hanya bisa mengalah dengan melihat tatapan mata Rania
" Maaf dok, terus istri saya kenapa ? " Adrian mulai menurunkan volume suaranya
" Ibu Rania hanya mengalami morning sickness pak " dokter itu pun tersenyum
" Maksudnya bagaimana dok ? " Adrian mengerutkan keningnya
" Itu biasa kok pak di alami oleh wanita yang sedang hamil "
__ADS_1
Mendengar ucapan dari dokter tersebut Rania dan Galang langsung menunjukkan ekspresi wajah yang berbeda, Galang tersenyum bahagia sedangkan Rania langsung menundukkan wajahnya
" Ini saya tuliskan resep ya pak untuk vitamin dan mengurangi rasa mual ibu Rania " dokter tersebut memberikan secarik kertas kepada Adrian
" Terima kasih banyak dok " Adrian tersenyum bahagia
" Kalo begitu saya permisi dulu ya pak, saya ucapkan selamat ya untuk bapak dan ibu "
Adrian membalas dengan senyuman dan dia pun mengantarkan dokter tersebut ke luar kamar
Adrian bergegas kembali ke arah ranjang dengan senyuman yang tak pernah terlepas dari bibirnya, Adrian langsung mengerutkan keningnya begitu melihat ekspresi Rania yang memasang wajah bersedih
" Kenapa sayang ? " Rania hanya terdiam dan tetap menundukkan kepalanya
Adrian mulai mendudukkan dirinya di samping Rania dan menggenggam kedua tangan Rania, Adrian menatap wajah Rania dengan sangat lembut
" Apa yang kamu pikirin sayang ? bilang dong ke aku ? " Rania mulai menatap ke arah Adrian
" Aku harus bagaimana sekarang ? aku benar-benar merasa ga pantas kak untuk kakak "
" Tolong Nia jangan diam gini "
" Apa yang bikin kamu malu ? " kembali mengerutkan keningnya
" Aku bener-bener ngerasa ga pantes buat di samping kakak " lirih dan kembali menundukkan kepalanya
Adrian tersenyum mendengar ucapan dari Rania dia pun langsung memeluk tubuh mungil Rania dengan erat
" Tolong jangan pernah ucapin kata-kata itu lagi ya Nia, buat aku cuma kamu yang pantas untuk berada di samping aku selama aku bernafas "
" Tapi kak aku sekarang.. "
Adrian paham betul dengan apa yang di ucapkan oleh Rania, dengan cepat dia langsung melepaskan pelukannya dan menatap Rania dengan dalam membuat Rania tak dapat melanjutkan ucapannya
" Aku tau Nia anak itu bukan darah daging aku, tapi aku berjanji anak itu akan menjadi anak pertama dari Adrian Maulana " dengan yakin
__ADS_1
" Tapi kak.. " ucapan Rania kembali terpotong karena Adrian langsung meletakkan jarinya di bibir tipis Rania
" Seperti kamu kasih aku kesempatan untuk jadi suami kamu, tolong kasih aku kesempatan untuk jadi papa dari anak itu "
Air mata Rania langsung mengalir dengan sendirinya mendengar semua ucapan Adrian, Rania dapat merasakan ketulusan dari ucapan Adrian pada saat itu
" Makasih ya kak "
Adrian langsung memeluk tubuh mungil Rania dengan sangat lembut dan mencium ujung kepala Rania
" Jangan ucapin terima kasih sayang, aku yang harusnya ucapakan kata-kata itu, terima kasih Nia telah bersedia menjadi istri aku, dan memberikan aku seorang anak " Adrian mulai melepaskan pelukannya dan tersenyum hangat
Mendapatkan perlakuan seperti itu hati kecil Rania seperti mendapatkan sebuah kekuatan untuk tetap bertahan hidup di dunia ini
" Terima kasih Tuhan, kau telah kirimkan seorang malaikat penolong di saat hamba sedang sangat terpuruk "
Adrian mengelus perut Rania yang masih terlihat sangat rata tersebut dengan tersenyum bahagia
" Kamu jangan nakal di situ ya sayang, papa janji papa akan berikan apapun yang kamu inginkan asalkan kamu ga buat mama kamu susah " Rania hanya tersenyum melihat tingkah laku Adrian
" Wahai hati aku mohon kembalilah kepada pria baik yang ada di hadapanku saat ini, tolong buang jauh bayangkan orang itu "
Adrian langsung menghubungi sekretaris pribadinya untuk segera menyiapkan pesawat pribadi milik Adrian, dia ingin segera kembali agar dapat membawa Rania kembali dan periksa ke rumah sakit terbaik
Adrian terus membujuk Rania agar mau memakan sesuatu walaupun Rania kembali memuntahkan apa yang di isi ke dalam perutnya, Adrian merasa tak tega melihat itu semua dia pun kembali mengelus perut Rania
" Ayo dong sayang jangan nakal, kalo kamu ga nakal papa janji kamu akan jadi anak kesayangan papa " ucap Adrian dengan penuh perasaan
Rania tersenyum dengan sangat bahagia mendapatkan perlakuan seperti itu, tak dapat di bayangkan sama sekali oleh Rania bila calon bayinya akan mendapatkan perhatian yang sangat besar. Perhatian dari seseorang yang bukan ayah dari anak tersebut
Satu hal yang Rania tak pernah tau adalah bila sang pria yang sedang bersarang di dalam hatinya pun akan melakukan hal yang sama bila Rania bersedia berada di sampingnya, bahkan kehidupan Galang yang sekarang menjadi berubah drastis akibat tak dapat menghapus bayangan Rania dalam benaknya
Galang menghabiskan seluruh waktunya dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan, Galang hanya ingin menjauh dari wanita yang kini telah menjadi istrinya. Galang menyadari bila Rania sudah bukan miliknya lagi. Tetapi satu hal yang pasti Galang akan selalu menjaga tubuh dan hatinya hanya untuk Rania seorang
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
__ADS_1
Terima kasih 🤗
Mampir kak ke bab terbaru Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 ðŸ¤