Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Yang Terbaik Untuk Kamu


__ADS_3

" Kak ada yang deketin apa perlu kita ke situ ? "


" Jangan nanti dia malah curiga, selama orang itu ga berbuat yang aneh-aneh kita pantau aja dari jauh dulu "


Di jawab dengan anggukkan kepalanya


Ternyata kedua orang tersebut adalah Santi dan kakaknya, setelah Rania masuk ke dalam kamarnya. Mereka menyewa kamar di sebelah Rania dan memasang sebuah kamera pengintai di depan pintu kamarnya, mereka hanya tak ingin terlewatkan saat Rania keluar dari dalam kamar


" Kamu lagi apa ? "


" Aku harus jawab apa sekarang ? "


Rania hanya bisa menundukkan kepalanya


" Apa kamu sendiri di sini ? "


" Iya kak "


Galang langsung mendudukkan dirinya tepat di sebelah Rania dan menatap wajah Rania dengan lekat


" Ada apa sama kamu Rania, apa laki-laki itu meninggalkan kamu sendirian di sini ? "


Galang melihat baju Rania yang cukup tipis di cuaca malam yang mulai dingin, Galang melepaskan jas yang dia pakai dan menaruh jas tersebut ke tubuh Rania. Sontak saja Rania langsung menatap ke arah Galang


" Cuacanya dingin dan kamu lagi hamil, ga baik untuk kamu " tersenyum


" Ya Tuhan setelah sekian lama akhirnya aku bisa melihat kembali senyuman manis dari pria tampan ini "


" Apa suami kamu ga ikut ? "


Rania kembali menundukkan kepalanya dan Galang dapat melihat dengan jelas guratan kesedihan terpampang jelas di wajah Rania


" Ga kak, aku pulang sendiri ke sini " lirih


" Kurang aj*r, laki-laki itu berani tinggalin perempuan yang sangat penting buat gw. Gw udah berusaha untuk melepaskan Rania karena gw liat dia bahagia, walaupun gw tau dia pasti hamil anak gw "


Tanpa sadar Galang merengkuh tubuh mungil Rania karena melihat wajah Rania yang sedang bersedih, dan Rania hanya bisa terdiam karena dia benar-benar membutuhkan sebuah pelukan di saat itu untuk melarikan diri dari segala masalah yang sedang dia hadapi


Air mata yang sedari tadi sudah Rania coba tahan akhirnya meluncur dengan sendirinya, tangisan Rania pun pecah di dalam pelukan seorang lelaki yang dulu pernah menggoreskan luka paling dalam di hatinya


" Jangan sedih Rania, aku akan coba bantu apapun masalah yang sedang kamu hadapi " dengan lembut dan mengelus rambut Rania


" Seandainya dari dulu kakak bisa sebaik ini sama aku, pasti kita sekarang sudah menjadi keluarga yang bahagia kak. Tapi ada wanita lain di samping kakak saat ini itu ga mungkin pernah terjadi kak "


Galang mulai melepaskan pelukannya saat merasa Rania sudah mulai tenang

__ADS_1


" Udah malam kamu pulang ke mana ? ayo aku antar "


Galang mulai bangkit dari duduknya, Rania hanya menjawab dengan anggukan kepalanya


Galang mengantarkan Rania kembali ke penginapan tempat sementara dia tinggal, setelah melihat Rania mulai menghilang Galang mulai melajukan kembali mobilnya dengan sangat cepat ke suatu tempat. Yang ada dipikiran Galang saat itu adalah dia membutuhkan sebuah penjelasan


Tak butuh waktu lama Galang sudah tiba di sebuah kediaman yang cukup mewah, Galang mulai turun dari mobilnya dan memasuki kediaman tersebut yang tak lain adalah kediaman Revan


" Selamat malam pak Galang "


" Revan ada mbak ? "


" Pak Revan sudah istirahat di kamar pak "


" Ga mungkin kan gw masuk langsung ke kamar dia kayak dulu, sekarang kan dia udah punya istri "


" Tolong panggilin mbak, tolong bilang Galang mau ketemu sama dia sekarang juga "


" Kalo gitu tunggu sebentar ya pak "


Galang hanya membalas dengan anggukan kecil


Dengan perasaan sedikit takut salah seorang pelayan di rumah tersebut lebih memilih untuk membangunkan majikannya, dari pada dia harus menolak permintaan Galang yang sedang terlihat sangat marah


Tok.. Tok.. Tok


" Kenapa mbak ? " sedikit kesal


" Maaf pak Revan, di bawah ada pak Galang. katanya mau ketemu sama bapak sekarang juga "


" Apa dia udah tau masalah Rania juga ? s*al "


Dengan perasaan kesal Revan terpaksa melangkahkan kakinya menemui Galang, dan membawa Galang masuk ke dalam ruang kerjanya


" Kenapa sih Lang ? ini udah malam. Apa ga bisa tunggu besok aja ? "


" Gw mau lo cerita semuanya dan jangan bohong ke gw "


" Gw pernah bohong apa sih ke lo ? " brak... Suara meja di pukul dengan keras oleh Galang


" Gw baru aja ketemu Rania sendirian "


" S*al gw harus jawab apa sekarang ? "


" Gw minta lo cerita yang sejujurnya sama gw, atau gw akan cari tau sendiri "

__ADS_1


" Ok gw akan cerita semuanya ke lo "


Revan mulai menceritakan semua kejadian yang sesungguhnya, Revan juga meminta hal yang sama dari Galang. Jangan pernah memberitahukan Rania kenyataan yang sesungguhnya, Revan tak ingin bila Rania di liputi oleh perasaan bersalah karena meninggalkan Adrian


" Lo ga lagi bohong sama gw kan ? " menatap tajam


" Lo g*la ya ? " sewot


" Gw ga sangka laki-laki itu benar-benar berhati mulia, cuma takut Rania terpuruk dia rela lakuin itu semua. Gw benar-benar merasa seperti ga pantas untuk Rania "


" Lo mau taro Rania dan anak gw di mana ? "


" Di apartemen yang di jalan xx "


" Oke, gw balik dulu ya "


" Lang tolong rahasiakan ini semua dari dia "


" Hmm... "


Galang mulai bangkit dari duduknya dan melangkahkan kakinya keluar dari kediamannya Revan


" Gw tau watak lo Lang percuma gw larang lo. Tapi jujur Lang gw juga berharap dia bisa temani Adrian di detik-detik terakhir hidupnya, karena gw tau Rania adalah kebahagiaan untuk Adrian "


Galang mulai melajukan mobilnya dan mulai menghubungi seseorang untuk mengatur sesuatu, kini ada perasaan yang aneh di dalam hatinya seperti perasaan bersalah terhadap Adrian, dan perasaan tak tega melihat tangisan Rania


" Tapi apa ini adil untuk Rania kalo dia harus ga tau apapun tentang laki-laki itu ? gimana perasaan dia nanti saat dia tau semuanya ? apa Rania akan merasakan perasaan bersalah ? "


" Gw akan cari tau dulu apa yang di inginkan Rania ? baru gw akan ambil keputusan "


Galang mulai kembali ke apartemennya dan memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu, lalu Galang mulai memeriksa ponselnya. Dan sebuah pesan sudah masuk ke dalam ponselnya


" Semua sudah selesai di urus pak, apartemen yang di jalan xx sebelah kamar pak Revan sudah bisa mulai bapak tempati "


" Ok "


" Aku janji Rania, aku akan jaga kamu. Aku ga akan paksa kamu seperti dulu, bahkan bila kamu ingin kembali ke pria itu. Aku yang akan beritahukan semuanya ke kamu, aku ga mau kamu diliputi rasa bersalah seperti yang aku rasakan sekarang "


" Aku janji aku akan pilih yang terbaik untuk kamu "


Galang terus saja memikirkan apa yang harus dia lakukan selanjutnya untuk mengetahui apa yang di inginkan dan yang terbaik untuk Rania, hingga tanpa dia sadari dia mulai terlelap dalam alam mimpinya


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗

__ADS_1


Mampir yuk kak ke karya aku Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 🤭


__ADS_2