Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Mendapatkan Perlakuan Yang Berbeda


__ADS_3

Setelah Rania merasa lebih baik Adrian langsung membawa Rania untuk kembali ke tempat tinggal mereka, Adrian hanya ingin memeriksa kandungan Rania di rumah sakit ternama. Adrian ingin semua hal yang di dapatkan oleh Rania dan calon anaknya adalah hal yang terbaik yang dapat dia berikan


Adrian mendampingi segala proses pemeriksaan kehamilan Rania selayaknya anak tersebut adalah darah dagingnya sendiri, Adrian tak dapat mengungkapkan perasaannya pada saat itu betapa bahagianya dirinya


Adrian langsung menghubungi pengacaranya untuk mewariskan sebagian harta miliknya atas nama Rania dan calon anak mereka, Adrian tak ingin di kemudian hari anak tersebut akan merasakan perbedaan seandainya dia memiliki anak sendiri. Dan semua itu dia lakukan tanpa sepengetahuan Rania


Adrian sangat yakin bahwa Rania pasti akan menolak keras perihal itu bila dia mengetahui hal tersebut, Adrian menyembunyikan itu semua hanya pengacaranya dan Revan yang mengetahui semua tentang pengalihan harta Adrian


Di awal Revan mencoba menasehati Adrian agar tak melakukan hal tersebut, sebagai saudara yang paling dekat dengannya Revan mencoba memberikan pengertian. Dan Revan pun tak bisa berbuat apa-apa lagi, karena sepertinya keputusan Adrian sudah bulat


Setelah selesai melakukan serangkaian pemeriksaan Adrian membawa kembali Rania ke kediamannya, Adrian membawa Rania kembali ke dalam kamar untuk beristirahat. Adrian sudah mulai melangkahkan kakinya hendak keluar dari dalam kamar, untuk menyelesaikan segala urusan pekerjaan yang tertunda


" Kak " panggil Rania dengan manja


" Kenapa sayang? "


Adrian langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya


" Boleh temanin aku di sini sebentar " Rania menundukkan kepalanya


" Apa aku ga salah denger ? dia minta aku buat temanin dia. Padahal selama ini aku selalu merasa dia menghindar "


Senyuman bahagia langsung tersimpul di bibir Adrian, entah itu karena pengaruh hormon atau memang karena hati Rania yang sudah mulai terbuka. Rania merasa ingin sekali tidur di temani oleh Adrian


Dengan hati yang sangat bahagia Adrian kembali melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur dan mendudukkan dirinya tepat di samping Rania, Rania menatap ke arah Adrian dan Adrian tersenyum dengan sangat hangat


" Boleh aku peluk kamu kak ? " tanya Rania dengan manja


Adrian langsung merebahkan tubuhnya tepat di samping Rania dan Rania pun memeluk tubuh Adrian


" Makasih ya kak " Adrian menatap ke arah Rania dan mencium ujung kening Rania dengan sangat lembut


" Kamu ga tau aja sayang, gimana perasaan aku saat ini ? aku benar-benar bahagia sayang "


Rania merasakan kehangatan dari balasan pelukan Adrian, ada perasaan nyaman dan aman yang dia rasakan. Membuat dirinya terlena dan tak butuh waktu lama dia pun terlelap dalam tidurnya


Adrian menatap wajah Rania dengan sangat intens, seribu kebahagiaan sedang berlabuh di dalam hatinya karena Rania mulai bisa menerima dirinya. Sedangkan Rania sendiri tak mengerti mengapa dia sangat suka sekali saat memeluk tubuh Adrian


Sedangkan di tempat yang berbeda di dalam kediaman Galang, mamanya Galang dan Anggi sedang berbahagia karena kehamilan Anggi. Anggi sudah berada di dalam kamar dia akan menunggu kepulangan Galang agar dapat memberitahukan berita bahagia itu

__ADS_1


Sudah hampir menjelang tengah malam Galang baru tiba di kediamannya, Galang memasuki kamar untuk membersihkan dirinya. Dia dapat melihat Anggi yang masih terjaga, tetapi dia tetap tak menghiraukan Anggi dan masuk ke dalam kamar mandi


Selesai membersihkan diri Galang sudah hendak meninggalkan kamar tersebut, hingg langkah kakinya langsung terhenti mendengarkan ucapan dari kekasihnya yang kini telah sah menjadi istrinya


" Tolong kita harus bicara "


" Kenapa ? " dingin dan hanya menoleh tanpa mendekat ke arah Anggi


" Sabar Anggi.. Sabar.. Inget ada anak yang akan buat dia ga akan bisa kemana-mana lagi "


" Kalo ga ada hal penting aku mau ke ruang kerja aku "


" Aku hamil " dengan cepat


" S*al kenapa bisa ? apa yang harus aku lakuin sekarang ? "


" Aku mau kamu mulai perhatian sama aku, gimana juga sekarang aku lagi hamil anak kamu "


" Aku memang berharap untuk mempunyai seorang anak, tapi maaf bukan dari kamu "


" Ok.. Aku akan bertanggung jawab semua kebutuhan anak itu "


" Terus kamu mau apa dari aku ? "


" Aku butuh perhatian juga dari kamu..!! " Anggi kembali berteriak dan sudah memasang wajah murka


" Terserah kamu mau berbuat apa ? aku bisa kasih apapun yang aku punya. Tapi maaf aku ga bisa untuk kasih hati aku ke kamu, di sana sudah ada orang lain "


Tanpa perasaan bersalah sedikitpun Galang meninggalkan Anggi begitu saja, seperti biasa dia akan kembali menyibukkan dirinya dengan segala macam pekerjaan hingga dia lelah dan tidur di sofa ruang kerjanya


Anggi yang merasa kecewa menangis dengan hebat di dalam kamar, dia terus saja mengutuk keras kehadiran Rania di antara mereka berdua


Setelah Rania benar-benar terlelap Adrian mulai melepaskan pelukannya dan masuk ke dalam ruang kerjanya, untuk menyelesaikan segala urusannya yang tertunda


Setelah cukup lama Rania terbangun dari tidurnya karena tak lagi ada pelukan hangat dari seorang Adrian, dan entah mengapa wangi tubuh Adrian sudah seperti candu bagi Rania


" Kak " Rania melepaskan pandangannya menyapu bersih seluruh ruangan


Rania mulai mendudukkan dirinya agar mengusir rasa kantuknya, dan kembali memeriksa ruang ganti dan kamar mandi tetapi tetap tak dapat menemukan keberadaan Adrian. Rania mulai melangkahkan kakinya ke luar dari dalam kamar

__ADS_1


" Mungkin di ruang kerjanya ya ? "


Tok.. Tok.. Tok..


" Masuk "


Rania mulai melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruang kerja Adrian untuk pertama kalinya, Adrian yang masih sibuk dengan laptopnya masih belum menyadari bila seseorang yang berada di hadapannya adalah Rania


" Lagi banyak kerjaan ya kak ? "


" Kok udah bangun sayang ? " Adrian langsung menghentikan semua aktivitasnya dan berdiri mendekati Rania


" Aku ke bangun tapi kakak ga ada " dengan polosnya dan Adrian langsung memeluk tubuh mungil Rania


" Maaf ya sayang, ayo tidur lagi "


" Ga usah kak, aku udah ga ngantuk. Boleh aku temanin kakak kerja di sini ? " Adrian melepaskan pelukannya dan menatap Rania dengan sangat lembut


" Ya ampun aku ga lagi mimpi kan sekarang ? terima kasih Tuhan. Kau sungguh membuat dia bisa menerima hamba "


" Kita istirahat aja yuk sayang udah malam "


Tampak guratan kesedihan di wajah Rania, dia merasa mendapatkan sebuah penolakan dari seorang Adrian


" Kenapa sayang ? "


" Ga boleh ya kak aku temanin kakak di sini ? " dengan manja


" Boleh lah sayang, aku seneng banget kalo mau temanin aku. Tapi nanti kamu kecapean sayang, kasian anak kita " dengan lembut


" Ya Tuhan terima kasih karena kau kirimkan laki-laki sebaik dirinya untuk hamba "


Adrian mengajak Rania untuk duduk di atas sofa, dia juga mengambil laptopnya dan mendudukkan dirinya tepat di samping Rania. Dan mulai kembali melanjutkan pekerjaannya. Entah itu sungguh karena kehamilannya atau bukan kini Rania ingin selalu berada di samping Adrian


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Mampir yuk kak ke karya aku Zahra Anak Yang Tak Berdosa S2 🤭

__ADS_1


__ADS_2