Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
Hati Yang Berubah


__ADS_3

Revan terus memandangi Bara dengan seksama membuat Rania pun sedikit terheran-heran dengan tatapan yang di lepaskan oleh Revan


" Kenapa kak ? "


" Hmm.. Ga ada apa-apa kok, kakak cuma penasaran aja apa hubungan kamu dengan dia ? "


Kedua bola mata Rania langsung membulat dengan sempurna mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Revan


" Apa maksud kak Revan ya ? apa kak Revan tau kejadian aku kemarin dengan Bara ? "


" Maksudnya gimana ya kak ? "


Revan menatap Rania dengan serius


" Kak Revan belum pernah liat Caca dekat dengan laki-laki lain kayak gitu " mengarahkan bibirnya ke arah Caca


" Oh.. Itu kak.. Itu "


" Rania kak Revan udah anggap kamu sebagai adik kakak sendiri "


Rania hanya bisa terdiam dan sedikit mengangguk


" Jadi kakak mau tanya sesuatu dan kakak harap kamu bisa jujur sama kak Revan "


" Apa sih kok kak Revan jadi aneh gini ya ? "


" Gimana bisa ga kamu jujur sama kakak ? " dengan serius


" Iya kak "


" Apa hubungan kamu sama laki-laki itu ? "


" Rekan bisnis kak "


" Apa ada hubungan yang lain selain rekan bisnis ? "


Rania pun menundukkan kepalanya


" Walaupun Galang itu sahabat aku, tapi kalo kamu memang sudah memutuskan untuk sama laki-laki itu kak Revan tetap akan dukung kamu "


" Apa dia calon papi untuk Caca ? "


Pertanyaan dari Revan sontak saja membuat Rania menjadi terkejut, Rania pun kembali mengangkat wajahnya


" Sebenernya Bara udah melamar aku kak, dan aku juga udah menerima lamaran Bara "


" Maaf Lang gw ga bisa bantu lo, Rania udah banyak menderita dia juga berhak untuk bahagia " wajah kekecewaan terlukis jelas di wajah Revan


" Tapi itu tadinya kak "


" Maksud kamu gimana ? " mengerutkan keningnya dan menatap tajam ke arah Rania


" Maaf ya kak... Aku tau itu untuk kebaikan Caca, tadinya aku mau coba jalanin itu untuk Caca tapi ternyata aku ga bisa kak "


" Jadi kamu tolak lamaran dia ? " bersemangat


" Iya kak.. Maaf ya kak aku ga dengerin nasehat dari kakak " lirih


Tiba-tiba saja Revan memeluk tubuh mungil Rania, seakan dia tak perduli dengan orang lain yang berada di tempat itu. Dan yang berada di dekat mereka beberapa sedang memperhatikan mereka berdua


" Kamu jangan minta maaf, harusnya kak Revan yang minta maaf udah bilang itu ke kamu "

__ADS_1


" Sebenernya kak Revan kenapa sih ? kok jadi aneh gini ? "


"Makasih ya Rania"


Revan melepaskan pelukannya dan menatap Rania dengan wajah yang sumringah


Rania sama sekali tak paham dengan semua omongan Revan, dia hanya bisa terdiam terheran-heran dan menjawab dengan anggukan kepalanya


" Kak Revan cari istri kakak dulu ya "


" Iya kak "


Rania hanya bisa memandangi kepergian Revan dengan seribu pertanyaan yang terus berputar di dalam benaknya, untuk pertama kalinya Rania bak melihat sosok Revan yang lain dengan yang biasa dia temui. Hingga lamunan Rania menghilang karena tangannya telah di pegang oleh seseorang


" Mami "


" Iya sayang " mengelus rambut Caca dengan lembut


" Om Bara mau ajak kita main ke taman hiburan lagi boleh kan mami ? "


" Kalo itu gimana ya sayang ? "


" Harusnya sih maminya Caca pasti kasih ijin "


Bara sudah berada di dekat mereka, Rania pun menoleh


" Katanya kita bisa tetap jadi teman, jadi ya kalo bisa bikin anak kita bahagia. Kenapa ga ?"


Rania melepaskan senyuman terbaik dan menganggukkan kepalanya


Sedangkan di tempat lain Revan membawa istrinya sedikit menjauh dari kerumunan orang yang berada di dalam tempat itu


" Tadi aku udah tanya langsung sama Rania sayang ? " bersemangat


" Itu laki-laki yang dari tadi ada di dekat Caca "


" Astaga sayang..!! Kok kamu jadi begini sih ? " menunjukkan ekspresi kurang suka


" Ya aku tau.. Tapi ini untuk Galang sayang " lirih,


Sang istri pun langsung memeluk Revan


" Aku tau kamu sayang sama Galang kamu mau dia bahagia, tapi keadaannya sekarang kamu sendiri yang bilang Galang ga akan siap kalo ketemu Rania. Coba kamu ingat lagi kejadian di rumah sakit waktu kamu sebut nama Rania "


" Ya aku lupa sayang "


" Sekarang kita harus sabar " melepaskan pelukannya dan menatap Revan dengan senyuman hangat


" Kita pasrahkan semua sama Tuhan, kalo memang mereka jodoh maka Tuhan akan mengatur cara yang terbaik untuk mereka "


" Tapi setidaknya aku tau sayang, Rania sebenarnya udah nolak lamaran laki-laki itu "


" Kita cuma bisa bantu dengan doa untuk saat ini, kita tunggu aja ya. Kita ga boleh memaksakan sesuatu "


" Iya sayang.. Maaf ya tadi aku keterlaluan " istrinya kembali memeluk Revan


" Aku ga salah memilih kamu sebagai suami aku, kamu laki-laki berhati baik "


Istrinya Revan pun segera melepaskan pelukannya karena tiba-tiba saja ponsel Revan berdering, Revan mengeluarkan ponselnya dari dalam sakunya


" Galang " menunjukkan layar ponselnya

__ADS_1


" Ya udah kamu angkat dulu, aku masuk dulu ya. Kasian anak kita "


" Iya sayang "


Istri Revan pun meninggalkan Revan dan kembali ke kerumunan orang-orang dan mencari di mana keberadaan anak mereka


" Ya Lang "


" Lo di mana Van ? "


" Gw lagi ada acara di luar kota, kenapa Lang ? "


" Oh.. Ya udah nanti aja deh Van "


" Hmm.. Lo kenapa ? "


" Gw lagi bingung Van "


" Kenapa ? "


" Dari kemarin gw di jagain sama Anggi di sini "


" Terus ? " memutar bola matanya


" Gw ngerasa ada yang berubah Van "


" Maksud lo gimana sih Lang ? apa dia berbuat yang aneh-aneh sama lo ? "


" Lo ngomong apa sih Van ? gw cuma ngerasa dia jauh lebih perhatian ke gw dari pada dulu "


" Ya bagus dong kalo gitu "


" Hati gw yang berubah Van " membuang napasnya dengan kasar


" Sadis lo Lang, bahkan di saat lo ga ingat sama Rania hati lo tetap ga bisa bohong "


" Gw ngerasa ada yang hilang di hati gw Van, bahkan saat Anggi ada di dekat gw tetep aja gw ngerasa ada yang kurang "


" Maaf Lang gw takut lo belum siap, untuk saat ini gw cuma bisa tunggu sampai semuanya siap "


" Sekarang intinya lo cukup ikutin aja apa kata hati lo Lang, lo ga perlu pikirkan apapun yang terpenting cuma lo harus cepat pulih "


" Makasih ya Van "


" Ya udah lo istirahat ya, nanti kalo gw balik gw langsung temuin lo "


" Ok.. "


Galang pun memutuskan sambungan teleponnya


" Gw akan tunggu sampai lo siap Lang, gw yakin Tuhan akan memberikan yang terbaik untuk kalian. berdua, dan gw janji sama lo Lang sekali ini gw akaan berusaha membuat peluang buat kalian "


Ini bukanlah pertama kalinya Revan berjanji dalam hatinya untuk membuat Rania dan Galan memiliki kesempatan untuk bersama, tetapi di dahulu kala Galang selalu menolak tetapi di saat ini jika keadaannya sudah memungkinkan tidak ada alasan untuk Galang menolaknya


Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊


Terima kasih 🤗


Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗


Kakak semua yang belum baca karya pertama aku mampir ya kak " Zahra Anak Yang Tak Berdosa "

__ADS_1


Ceritanya sudah TAMAT kak🤭


Ceritanya banyak mengandung kesedihan tentang kehidupan 😉


__ADS_2