Hati Seorang Wanita

Hati Seorang Wanita
perjuangan seorang tio


__ADS_3

Tio seperti orang gila dia mencari nik dan anaknya tapi tak kunjung menemukan setelah kejadian itu nik dan keluarganya semakin sulit di dekati raja saja sampai frustasi karena tiba tiba Aqila mengundurkan diri dan tidak bisa dihubungi .


keluarga Adiguna sangat prihatin dengan kedua anak dan cucu mereka ,inilah yang mereka takutkan dengan pikiran yang matang kakek akhirnya menggunakan kekuasaannya untuk membantu cucu dan anaknya


karena kesalahan satu orang di masa lalu membuat yang lain ikut terseret kakek menyuruh bawahannya dan ayah raja


setelah 3hari baru membuahkan hasil mereka tau dimana lokasi keluarga Aqila berada ternyata mereka kembali di rumah orang tuanya nik


setelah tau mereka semua menuju ke tempat orang tua nik ,tio dan raja sangat senang mereka tidak tau saja keadaan di sana


di rumah ibu nik hanya ada kesunyian bahkan para pembantu di rumah nik saja merasa seperti tidak ada tanda tanda kehidupan


nik dengan wajah datarnya setiap hari semakin datar dan semakin tak tersentuh tidak jauh beda dengan keponakan laki lakinya


sedangkan Aqila dan citra hanya bisa melihat dan rasanya ingin menangis melihat semuanya ini terutama Aqila menyalahkan dirinya dengan semua yang terjadi hanya bisa berandai andai


andai saja dia tidak mengenal bosnya yang merangkap jadi kekasihnya Semua mungkin tidak menjadi seburuk ini


kakaknya nik tidak akan terpuruk dan sedih


dia tau walau kakaknya berusaha menutupinya tapi kenyataanya pasti terkuak


sedangkan ditempat lain rombongan keluarga Adiguna bersama bodyguardnya menuju ke rumah ibu nik


sekarang mereka berada di mobil masing masing dan mereka sudah sampai tujuan


keluarga Adiguna melihat rumah yang sederhana tapi besar ,mereka langsung turun menuju sekuriti yang ada di depan rumah itu


" apa pemilik rumah ada " kata tio tidak sabaran


" maaf anda siapa dan ada kepentingan apa mencari majikan saya" kata sekuriti


" kau tak perlu tau hanya katakan pemilik rumah ini ada di rumah apa tidak" kata tio emosi


" baik tunggu sebentar dan dengan siapa saya bicara nanti saya sampaikan"


" katakan keluarga Adiguna ingin bertemu"kata kakek menyela


sekuriti pun masuk kedalam untuk menyampaikan kalau ada keluarga Adiguna yang ingin bertemu

__ADS_1


" nyonya ada tamu yang ingin bertemu nyonya"kata sekuriti


"siapa yang bertamu disaat kami akan makan


tidak sopan sekali" kata citra


sedang kan nik dan yang lain hanya diam dan beranjak dari ruang makan tanpa bertanya siapa tamunya


setelah itu sekuriti mengikuti dari belakang


setelah tau siapa yang datang mereka lalu pergi ketempat makan tanpa mengatakan apapun


sekuriti pun menjadi bingung kenapa majikanya berlalu pergi tanpa menyapa tamu mereka


sedangkan keluarga Adiguna menunggu di depan pagar setelah itu mereka melihat sekuriti datang


" maaf tuan dan nyonya majikan saya sedang tidak menerima tamu "kata sekuriti


"apa kamu sudah menyampaikan pada majikan kamu kalau kami yang datang "kata Papa raja


"sudah tuan dan nyonya juga tadi sempat melihat setelah itu mereka pergi tanpa bicara apapun"kata sekuriti


"sudah aku duga akan jadi begini dengan terpaksa menggunakan cara kasar kalau cara halus tidak bisa"kata kakek raja


" aku terserah papa yang aku inginkan hanya bersama istri dan anakku"kata tio


lalu papa tio memanggil bodyguard untuk mendobrak paksa pagar rumah ibu nik


sekuriti kewalahan untuk menghadapi para bodyguard Adiguna mereka menerobos masuk tanpa ijin


sedangkan nik dan keponakan laki lakinya hanya diam dan melihat apa yang akan dilakukan keluarga Adiguna selanjutnya


"lebih baik kalian ikut dengan baik baik atau aku paksa "kata kakek


"apa yang sebenarnya kalian inginkan kepada kami "kata Aqila


"sayang dengarkan aku ayo ikut aku ke rumah Adiguna " kata raja membujuk Aqila


" raja lebih baik kita akhiri hubungan ini agar tidak ada yang saling tersakiti"kata Aqila

__ADS_1


sedang kan nik dia masih terdiam tanpa mau mengucapkan satu patah katapun dia hanya menyimak ,tio sedari tadi melihat nik tanpa mengalihkan pandanganya


karena kakek sudah tidak tahan dengan situasi ini dia lalu menyuruh anak buahnya agar bertindak


sebelum anak buah kakek maju mereka sudah terkapar duluan karena terkena lemparan jarum yang di isi obat bius


kakek tercengang dan tidak percaya dengan apa yang dia lihat karena separuh anak buahnya sudah tidak sadarkan diri


nik sedari tadi bukan hanya diam mengamati tapi dia diam diam bergerak tanpa ada yang tau kalau itu ulahnya nik bagaikan air tenang tapi menghanyutkan itu lah pepatah yang cocok untuk dirinya


sedang kan tio melihat sedari tadi hanya bisa melongo dan syok sedangkan raja dia sibuk beradu argumen dengan Aqila


sampai ada suara yang membuat mereka berhenti "lebih baik kalian pergi dan bereskan kekacowan yang kalian buat"


"akhirnya kau berbicara juga aku kira kau bisu dari tadi kau diam tapi sekali kau bergerak membuat bodyguard Kami tidak sadarkan diri"kata ayah raja


"jangan asal menuduh dari tadi kakakku hanya melihat keributan yang kalian buat"kata Aqila


" memangnya aku buta hingga tak menyadari bahwa itu perbuatan kakakmu "kata papa raja


karena sudah jengah dengan ini semua akhirnya nik mengeluarkan suara


"sebaiknya kalian duduk dan bicarakan baik baik sebenarnya apa yang kalian ingin kan "


"aku hanya ingin kamu dan anak kita ikut pulang bersama kami"kata tio


"anda tidak ada hak untuk memaksa dan untuk keluarga anda dengar baik baik ,aku akan merestui Aqila dan raja tapi ada syaratnya "kata nik


"apa syaratnya kak pasti kami penuhi asal kami


sanggup"kata raja dengan cepat


" syaratnya kau dan keluargamu semua terutama untuk pamanmu jangan usik keluargaku anggap kami orang asing dan tidak saling mengenal" kata nik


"lelucon macam apa ini nik aku tidak setuju" kata tio yang ingin memegang tangan nik tapi sebelum itu ditepis kasar oleh nik


"setuju atau tidak itu urusanmu bukan urusanku jadi kalau sudah selesai kalian boleh pergi"kata nik tapi setelah itu nik dibius paksa oleh tio dan langsung di bawa ke mobil menuju bandara


kalau yang lain diurus oleh keluarga Adiguna karena mereka tidak akan bisa melawan kakak mereka sudah ditangan keluarga Adiguna mereka hanya pasrah mengikuti

__ADS_1


sedang kan didalam pesawat anak nik yang tidak tau apa apa terus berceloteh hingga membuat gemas keluarga Adiguna tio sedari tadi menemani nik tidur didalam kamar pesawat karena pesawat itu milik keluarga Adiguna


dia memandangi nik yang sedang tidur sambil mengucapkan kata maaf berulang ulang sampai dia juga ikut tertidur sambil memeluk nik agar tak hilang.


__ADS_2