
Rania berjalan mendekat ke arah Galang yang kini sedang duduk berdua dengan anaknya dan memberikan secangkir teh hangat seperti yang dulu sering Galang minta dari dirinya
"Makasih ya"
Rania hanya membalas dengan senyuman, dan ikut duduk di dekat mereka berdua yang terus saja bercanda ria
"Makasih kak, makasih karena ga pernah melupakan kami"
"Kalo gitu aku permisi dulu ya"
"Papi mau ke mana?" memasang wajah masam
"Papi mau pulang dulu ya sayang, tapi nanti papi pasti datang lagi" mencubit hidung Caca
"Papi janji datang lagi ya"
"Papi janji pasti datang lagi sayang, nah sekarang anak papi senyum dong"
Caca memberikan senyuman terbaiknya
"Nah ini baru anak kesayangan papi
" mencium pipi gadis kecil itu
Sedangkan Caca tersenyum dengan sangat bahagia
"Makasih ya kak sudah memberikan apa yang Caca inginkan"
"Aku pulang dulu ya, nanti aku datang lagi" mulai berdiri
"Iya kak" Rania pun ikut berdiri
"Apa nanti malam aku bisa ajak kamu keluar sebentar? ada yang mau aku omongin"
"Iya kak, memang banyak yang harus kita omongin"
Rania membalas dengan anggukan kepalanya
"Ya udah kalo gitu aku pulang dulu ya"
Galang pun meninggalkan tempat itu dengan hati yang berbunga-bunga, dia tak menyangka bila Rania akan semudah itu menerima ajakan darinya
Baik Galang dan Rania merasakan perasaan lega satu sama lain, Rania baru mengetahui segala yang telah di alami oleh Galang selama ini. Sedangkan Galang merasa bila permintaan maafnya akan berjalan dengan lancar
Galang kembali ke kediamannya dan bergegas membersihkan dirinya, dirinya cukup lama berdiri di depan cermin dan mengganti beberapa pakaian. Dia hanya ingin berpenampilan terbaik pada malam itu sesuai dengan suasana yang ada, walaupun sudah pasti itu bukan lah gaya dirinya sendiri
Setelah menjelang sore hari Galang kembali ke rumah pamannya Rania dan ternyata Revan pun telah tiba di sana, Revan tersenyum geli melihat Galang berpakaian yang bukan gaya nya selama ini
"Mau ke mana pak haji?" tertawa kecil
"Hush... Gw harus rapi lah di depan keluarga dia" berbisik
"Di depan keluarga dia atau di depan dianya nih?" tersenyum meledek
"Terserah lo aja mau ngomong apa ? yang pasti dia udah setuju mau gw ajak keluar malam ini. Gw harus minta maaf sama dia malam ini" tersenyum bahagia
"Gw ikut senang kalo lo bahagia Lang, udah lama banget gw ga liat lo senyum bahagia begini"
__ADS_1
Yasin pun telah mulai di bacakan untuk mengantarkan kepergian pamannya Rania selamanya, para wanita berdiam di dalam kamarnya menunggu acara tersebut selesai. Sedangkan Caca yang mendengar ayat demi ayat di lantunkan dengan merdu akhirnya pun tertidur dengan pulas
Setelah semua acara tahlilan itu berakhir, orang-orang pun mulai membubarkan diri dan Revan pun ikut berpamitan. Sedangkan Galang masih setia duduk di tempat yang sama
"Mau aku ambilin teh kak"
"Ga usah, Caca ke mana?"
"Caca udah tidur kak"
"Oh... Apa boleh aku ajak kamu keluar sebentar?"
"Ok.. Aku ganti baju sebentar ya kak"
Galang pun mengangguk, Rania pun bergegas mengganti pakaiannya dan segera menemui Galang
"Ayo kak"
"Sumpah kamu cantik banget, aku yang sekarang tanpa ingat kamu yang dulu aja udah jatuh hati sama kamu " tersenyum
"Kak.. Jadi ga kak?"
"Oh.. Maaf.. Ayo" gelagapan dan langsung bangkit dari duduknya
Rania hanya bisa tersenyum melihat semua tingkah laku Galang, mereka berdua pun segera masuk ke dalam mobil Galang, dan mobil pun mulai melaju dengan pelan
"Kamu mau ke mana?"
"Terserah kak Galang aja" tersenyum
Galang mulai menghentikan mobilnya di sebuah cafe
Rania hanya mengangguk
"Kamu benar-benar berubah kak, kamu yang dulu mungkin ga akan pernah tanya tentang pendapat aku"
"Kamu masuk duluan ya"
Rania menatap Galang sambil mengerutkan keningnya
"Aku mau ganti baju dulu, ga mungkin kan aku pake baju begini ke dalam"
Rania pun tersenyum dia baru menyadari bila Galang masih setia dengan baju yang mungkin tak pernah Galang pakai selama ini
Rania turun dari mobil Galang dan mengarah ke sebuah meja yang masih kosong dan tak lama kemudian pun Galang menyusul dengan pakaian yang sudah berbeda, mereka pun memesan minuman dan beberapa makanan ringan
Cukup lama mereka berdua saling berdiam diri, Rania hanya bisa tersenyum melihat Galang yang seperti salah tingkah di hadapan Rania
"Ya Tuhan kenapa rasanya lebih menegangkan dari pada tanda tangan proyek besar sih, ayo dong Galang bilang ke dia. Bilang apapun hal yang telah kamu lakukan di masa lalu kamu menyesal dan meminta maaf "
"Kenapa kak ?"
"Ekh.. Itu.. Aku.. Apa namanya?"
Rania hanya bisa menahan tawanya
"Apa kak?"
__ADS_1
"Ga kok aku cuma mau bilang ke kamu kalo kamu ga cantik"
"Aku tau kok kak aku memang ga cantik" tersenyum
"Ekh... Maaf salah maksudnya kamu cantik"
"Jadi sebenarnya aku cantik atau ga kak?" kembali tersenyum
"Cantik, kamu bena-benar cantik" menundukkan kepalanya
"Kalo aku cantik kenapa kak Galang ga mau liat aku?"
"Aku cuma menyesal aja"
"Buat apa?"
"Karena aku bisa melupakan wanita secantik kamu"
Blush... Pipi Rania pun menjadi merah dalam sekejap mendengar ucapan Galang
"Ini beneran si raja neraka aku dulu ya ? aku tau kak kamu udah berubah, tapi aku ga sangka kalo kamu akan jadi seimut ini"
"Aku mau ngomong sesuatu"
Rania hanya bisa terdiam dan memandangi Galang dengan serius
"Aku minta maaf kalo dulu aku udah sakiti hati kamu, aku minta maaf kalo aku terlambat menyadari perasaan aku, aku minta maaf karena aku bisa lepaskan kamu ke pelukan laki-laki lain. Dan yang terpenting aku minta maaf karena aku bisa melupakan kamu dan anak kita"
Sontak saja Rania menjadi terkejut mendengar semua ucapan Galang, serasa dia tak dapat percaya dengan apa. yang baru saja dia dengar
"Aku ga tau sedalam apa perasaan aku ke kamu dulu? yang aku tau saat ini kamu sudah ada di sini" memegang dadanya, Rania pun tersipu
"Aku juga mau minta maaf kak aku sempat salah paham sama kak Galang, kak Revan udah jelasin semuanya. Sebenernya di acara kemarin kak Revan udah mau kasih tau aku, tapi tiba-tiba ada keluarga besar mantan suami aku jadi kak Revan belum sempat bilang dan kak Galang tiba-tiba udah datang duluan"
"Apa kamu marah sama aku?"
Rania menggelengkan kepalanya
"Apa aku boleh minta ijin ke kamu supaya Caca tetap panggil aku papi?"
"Kak Caca memang anak kak Galang, dan sampai kapan pun itu ga akan bisa di ubah, tapi kita harus secara perlahan kasih tau Caca ya. Aku takut dia marah karena kak Galang selama ini ga pernah temui dia" tersenyum dengan tulus
"Pantas Revan bilang dulu aku bisa jatuh hati ke kamu, kamu benar-benar perempuan yang cantik luar dan dalam "
"Apa aku bisa ajak kamu dan Caca jalan besok?"
Rania memandangi Galang dengan serius, dan akhirnya dia pun tersenyum dan mengangguk
"Aku sama sekali ga ingat apapun tentang kamu, tapi aku yakin pemilik hati aku cuma kamu baik itu dulu ataupun sekarang"
Bantu like dan komentar ya teman-teman 😊
Terima kasih 🤗
Dukungan dari kalian sangat berarti bagi aku 🤗
Kakak semua yang belum baca karya pertama aku mampir ya kak " Zahra Anak Yang Tak Berdosa "
__ADS_1
Ceritanya sudah TAMAT kakðŸ¤
Ceritanya banyak mengandung kesedihan tentang kehidupan 😉