
Pada pukul 20.30 malam Dafa yang sedang nongkrong bareng temannya.
" gimana masalah Lo Daf.. " saut Rizki.
" hmm..!! masalah apa?? "
" Pertunangan Lo.. "
" gw belum bicara dengan ayah gw.. "
" ohh!! tadi siang gw ketemu sama shalby .. " saut Bimo.
" kok bisa?? " saut Rizki
" ternyata shalby sama pacar gw teman.. mereka satu jurusan.. "
" dan Daf... "
" ehm!! apa ?? "
" keknya shalby udah punya pacar .. "
" hah!! Lo jangan sok tau " saut Rizki.
" gw serius, tadi pas ketemu ada cowok yang jemput dia .. kalau gak salah namanya Raihan. "
" Raihan !! " saut Dafa.
" hmm.. "
" Lo kenal?? "
" dia teman masa kecilnya Eshal.. "
" hah... "
" jadi gimana, Lo udah punya keputusan gak?? "
" keputusan apa sih Bim!! "
" ya ampun .. tentu saja soal perasaan Lo.. " saut Bimo
" benar .. sebelum terlambat Daf.. " sambung Rizki.
" gw gak tau harus lakuin apa.. "
.
.
.
.
.
drrrrttt drrrrtt drrrrtt
" halo... "
" shal... ini gw Bimo.. "
" eoh!! ada apa?? "
" ini kita lagi ngumpul.. Lo datang dong.. "
" sekarang?? "
" iya.. Dafa juga ada kok, kuylah kapan lagi sih kita kumpul bareng .. "
" emang Lo di mana sekarang.. ?? "
" ini di Resto..... "
" ya udah gw siap - siap dulu baru otw.. "
" okey.. jangan lama-lama Lo.. "
" iya - iya... "
" gak papa shal, ini kita kumpul bareng kok.. " sambil bersiap untuk pergi.
Eshal yang telah selesai berpakaian, ia langsung keluar dari kamar.
" mau kemana nak ? "
" mau kumpul bareng teman SMA ma.. "
" ya udah.. pulangnya jangan larut banget ya.. "
" iya ma... ya udah Eshal pergi dulu ma.. " berjalan keluar .
" iya nak,. hati - hati.. "
.
.
__ADS_1
.
Beberapa menit kemudian Eshal sampai di Resto tersebut.
Eshal berjalan masuk, dan ia melihat Riski yang melambaikan tangan padanya.
" dih lama banget sih Lo shal.. " saut Bimo.
" coba Lo ngabarin dari tadi.. pasti gak telat gini gw datangnya. "
" Lo mah udah lelet dari dulu by.. " saut Dafa.
" hemm iya - iya deh.. "
" ini pertama kalinya kita ngumpul kan semenjak lulus.. " saut Riski.
" hmm.. "
" oiya shal tadi Lo kemana?? " saut Bimo
" ahh.. tadi gw ke bengkel sekalian mampir makan bareng tadi.. "
" ngapain ke bengkel?? " saut Riski.
" ambil mobil gw.. "
" tumben Lo gak bareng Dafa.. " saut Riski.
" !!! Deg !!! " reaksi Dafa
" mana bisa.. dia itu udah punya tunangan, gak mungkin Deket - Deket Dafa terus .. nanti orang salah paham sama gw.. " saut Eshal .
" ... " seketika hening setelah mendengar jawaban Eshal.
" apa gw terlalu frontal ya.. ?? " saut Eshal dalam hati.
" ahahahah.. gak kok gw cuman bercanda " saut Eshal untuk mencairkan suasana.
" gw cuma gak mau ngerepotin Dafa kok.. " saut Eshal.
seketika Dafa menoleh ke arah Eshal setelah mendengar perkataan nya.
" tapi ada benarnya juga kata Lo shal.. " saut Bimo.
" Lo pasti ngehindari Dafa, karena takut ada gosip gak enak kan.. "
" Lo masih takut sama omongan orang shal.. " saut Dafa.
" bukan kek gitu Daf, walaupun kita ini udah sahabatan tapi gw tetep gak mau ganggu privasi Lo.. dan lebih baik gw ngehindar sebelum itu terjadi kan.. "
" ngomong apa sih Lo Ris.. " saut Bimo.
" ngaco banget sih Lo.. " saut Eshal.
" ... " Dafa.
Namun sela mereka berbincang seseorang menghampiri mereka.
" kamu jadi cewek emang gak tau diri ya..!!! " sambil menyiram minuman pada eshal.
" hah!!! "
seketika semua orang di resto itu memperhatikan mereka.
" apa - apaan sih .. " saut Dafa sambil mencoba menjauhkan Riani dari Eshal.
" .. !!.. " Bimo dan Riski hanya bisa diam melihat kejadian itu.
" kamu tuh ya selalu aja ada waktu buat cewek ini di banding aku!! " saut Riani pada Dafa.
" heh!! aku udah peringatin kamu tadi siang, tapi masih aja.. emang dasar kamu memang gak tau diri ya.. "
Eshal hanya diam mendengar amukan Riani.
" ini tidak seperti yang kau lihat, kami hanya kumpul untuk mengobrol sesama teman SMA " saut Bimo sambil menjelaskan pada Riani.
" Lo gak papa shal.. " saut Riski sambil membantu Esha.
" gak usah banyak alasan ya, aku tahu kalau kalian ini sekongkol.. Dasar cewek gak punya malu apa kamu itu dekatin cowok yang udah punya tunangan.. "
" Riani diam gak!! kamu itu salah paham.. " saut Dafa.
" memang dari sana nya ya kamu murahan seperti ini hah!! "
mendengar perkataan itu, kesabaran Eshal sudah tidak bisa dia tahan lagi.
" saya udah cukup bersabar ya kamu tuduh saya yang enggak-enggak.. tapi perkataan mu barusan sudah melewati batas kesabaran saya.. " sambil berjalan mendekati Riani.
" sebaiknya kau bersihkan mulutmu itu, apa hanya sampah yang bisa keluar dari mulutmu itu hah!! " sambil menatap sinis pada Riani.
" aku sangat merasa kasihan pada temanku yang harusnya mendapatkan cewek baik, malah dapat sampah seperti mu. " berjalan melalui Riani Dan meninggal kan mereka.
.
.
.
__ADS_1
Bimo dan Riski menyusul keluar untuk menemui Eshal.
" apa yang kau lakukan sekarang ini sudah kelewatan .. " bentak Dafa pada Riani.
" apa salah ku hah!! aku hanya melakukan hal wajar .. "
" wajar !! maksudmu itu wajar..!! "
" kau bahkan belum menjadi istriku, tapi sikap mu itu.. sudah keterlaluan.."
" kau pikir aku akan menerima saja pertunangan ini!! " saut Dafa
" apa kau mencoba membela cewek itu,!! "
" apa kau menyukai nya hah!! "
" tanpa dia pun, aku tetap tidak menerima perjodohan ini!! ingat itu.. "
" jangan mentang - mentang kau dekat dengan bibi ku kau pikir ini sudah jalur hijau buat mu "
seketika itu Dafa meninggalkan Riani di depan Resto itu.
sementara itu.
" Lo gak papa shal..? " saut Bimo.
" gak kok, kalau gitu gw balik ya.. "
" Lo pasti gak nyaman ya, harusnya gw gak ngajak Lo datang tadi, maafin gw shal.. " saut Bimo.
" gak kok Bim, ya udah Riski gw balik dulu ya.. "
" hmm.. hati - hati shal.. "
Eshal akhirnya pergi meninggalkan mereka.
" Eshal pasti kaget banget.. "
" gw baru liat, ternyata itu tunangan nya Dafa .. " saut Riski
" ini semua gara - gara gw .. "
" shalby mana ? " saut Dafa yang baru saja datang menemui mereka.
" dia udah balik Daf.. " saut Riski.
" Eshal pasti sangat malu Daf.. " saut Bimo.
" gak nyangka ternyata calon tunangan Lo kek gitu Daf.. " saut Riski sambil memegang pundak Dafa.
" ya udah kita juga mau balik Daf.. gw harap Lo bisa perbaiki ini " saut Bimo.
" hmm.. hati - hati.. "
sementara itu Eshal yang masih kesal dengan kejadian tadi, dia akhirnya menepi di taman perumahannya.
" cewek itu benar - benar ngeselin banget.. "
" awas aja kalau sampai dia berani menghinaku lagi.. "
Drrrrttt Drrrrtt Drrrrtt
tanpa melihat Eshal langsung mengangkat teleponnya.
" halo.. "
" by... ini gue.. "
" *menghirup napas panjang dan menghembuskan nya "
" ada apa Daf.. "
" soal kejadian tadi, gw minta maaf .. "
" hemmm.. gak masalah kok Daf.. "
" ya udah.. gw capek hari ini Daf, gw mau istirahat ."
" hmmm.. "
Semenjak kejadian itu, Eshal sama sekali tidak pernah lagi berkumpul dengan temannya, bahkan Dafa sekalipun. ia tidak pernah berhubungan dengan ketiga temannya itu semenjak kejadian itu, bahkan Bimo yang masih sering bertemu dengan tidak sengaja, dia hanya sekedar di sapa oleh Eshal.
2 bulan kemudian.
" Papa..!! " terkejut melihat ayahnya yang ada di depannya saat ia hendak membuka pintu.
" bagaimana kabar kamu nak.. ?? "
" baik banget pa.. papa tumben balik?? "
" ada beberapa urusan yang penting yang harus papa selesaikan.. "
" apa pa?? "
" ini tentang perjodohan kamu.. "
" sudah berapa kali Dafa bilang, Dafa gak mau ini pa.. "
__ADS_1