Hati Yang Tepat

Hati Yang Tepat
Episode 17.


__ADS_3

" Lo salah banget daf, kenapa Lo baru bilang sekarang, dulu juga gw suka sama Lo, tapi sekarang.. gak mungkin .. "


mendengar perkataan shalby, dafa langsung melepas pelukannya.


" gak mungkin kenapa?? Lo udah punya pacar shal "


" gak tapi .. "


" Riani !! pertunangan gw sama Riani udah di batalin "


" gw gak mungkin mau hidup dengan orang yg gak gw suka by.. "


" kok bisa?? "


" papa yang batalin itu, tapi sebagai gantinya gw harus balik ke Jerman.. "


" ... Lo balik lagi kan ?? " saut eshal .


" gw gak tau by... "


mendengar itu eshal melepas pelukannya perlahan.


" kamu gak bakalan balik?? " saut eshal.


" aku gak tau kapan jelasnya aku balik, pulang nanti ke jerman aku harus udah bantuin ayah di perusahaan.. "


" jadi.. kamu bakalan pergi lagi?? " memegang erat jaket Dafa.


" hmm.. "


" terus aku gimana?? .. kita baru aja saling ngungkapin perasaan daf.."


dengan tatapan sendu Dafa berkata " by.. aku akan selalu sayang sama kamu, aku bakal jaga hati dan perasaan ku buat kamu.. aku akan selalu ada buat kamu, hmm.. " memegang pipi eshal.


" jadi.. tolong jaga hati dan perasaan kamu juga buat aku okey, jika nanti waktunya aku kembali untuk kamu.. aku benar-benar gak akan tinggalin kamu lagi."


tangis eshal makin pecah saat mendengar perkataan Dafa.


" udah jangan nangis by.. " sambil mengelus rambut eshal.


" kita pulang dulu.. ini udah malam banget.. " saut Dafa.


setelah itu mereka akhirnya pulang. di sepanjang perjalanan Dafa tak pernah berhenti memegang tangan eshal.


...ke esokan harinya....


" Dafa.. mau kemana nak? "


" mau jalan yah.. "

__ADS_1


" sama siapa? "


" shalby.. "


Dafa berlalu setelah menjawab pertanyaan ayahnya.


Dafa menuju kerumah eshal.


beberapa saat kemudian Dafa sampai di rumah eshal.


tok tok tok


mendengar ketukan pintu, eshal keluar membuka pintu.


" Dafa.. "


" hmm.. kok baru bangun sih?? "


" aku gak bisa jalan hari ini daf.. "


" kenapa?? "


" badan ku lemes banget.. "


" eoh!! kamu sakit?? " sambil memeriksa suhu badan eshal.


" badan kamu kok panas by? "


" hmm sepertinya daf.."


" yaudah kamu masuk istirahat.. kamu udah makan belum? "


" belum .. "


" ya udah kamu ke kamar kamu aja dulu istirahat, aku akan masakin kamu bubur, kamu tunggu bentar ya.." sambil mengelus kepala eshal.


" hmm.. " eshal pun berjalan menuju kamarnya dan istirahat, sementara Dafa ada di dapur untuk memasak bubur untuk eshal.


tak lama kemudian, Dafa akhirnya selesai memasak dan membawa bubur itu untuk eshal.


"by.. bangun dulu.. buburnya udah jadi"


"by.. " sambil menggoyangkan badan eshal.


"by... !! " eshal tak merespon saat Dafa membangun kannya. saat itu perasaan Dafa sudah mulai tidak tenang.


"by .. bangun .. by.. shalby.. " dafa berusaha membangun kan eshal dan tak ada respon sedikitpun.


" by.. jangan bikin aku kaget gini.. " sambil memeriksa keadaan shalby.

__ADS_1


" kenapa kamu keringetan banget by.. shalby.. " Dafa yang tak kunjung mendapat respon dari shalby, ia pun panik dan membawa shalby kerumah sakit.


air mata Dafa pun tak terasa jatuh di pipinya karena syok melihat shalby yang tidak sadar.


" by.. tolong jangan tinggalin aku dulu.. " kata itu tak pernah ia berhenti di ucapkan hingga ia sampai di rumah sakit.


sesampainya mereka di rumah sakit, perawat segera mendatangi mereka dan membaringkan eshal di bangsal, perawat mulai memberikan penanganan pertama untuk eshal, dan tak berselang lama dokter pun datang dan memeriksa eshal.


Dafa tak pernah mengalihkan pandangannya, ia selalu memperhatikan Eshal.


" dia sangat memaksakan tubuhnya akhir-akhir ini, gula darahnya sangat rendah, bahkan itu sudah di bawah normal. " saut dokter itu setelah memeriksa eshal.


" apa itu serius dokter? "


" tentu saja, ini sudah sangat terlambat, jika kau tidak segera membawanya tadi kerumah sakit, mungkin saja dia bisa tiada karena tekanan gula darahnya sudah sangat rendah."


" dia harus dirawat beberapa hari di rumah sakit untuk memulihkan kembali kondisinya "


" syukurlah dokter, terimakasih.. "


" iya sama-sama, nanti apabila infusnya sudah habis, kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap."


" baik dok ", setelah itu dokter meninggalkan eshal dan Dafa .


" kenapa tiba-tiba kau seperti ini sih.." saut Dafa sambil mengelus Surai rambut eshal.


" kau tau betapa khawatir nya aku.. "


" kau tau jantungku seperti berhenti berdetak selama beberapa detik saat mendapati mu tak sadarkan diri."


" Bangunlah hmm.. "


tak berselang lama, telepon Dafa tiba-tiba berbunyi.


" halo.. "


" halo.. ayah ada apa? "


" di mana kau? kau tau hari ini harus menyelesaikan berkas yang akan kau bawa ke Jerman besok."


" ayah .. bisakah kau memberikan aku waktu sampai shalby bangun."


" hmmm!! ada apa?? "


" aku sedang di rumah sakit yah, shalby kehilangan kesadarannya, dia harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari. "


" kenapa harus kau yang menjaganya?? "


" ibunya sedang keluar kota yah, ku mohon, atau beri aku waktu 4 hari saja, aku akan segera menyusul ayah setelah 4 hari ini . "

__ADS_1


" baiklah, ayah akan pulang duluan besok, ayah akan menunggumu di Jerman, ayah memberi mu waktu 4 hari."


" baik ayah, terimakasih.. "


__ADS_2