
setelah itu mereka akhirnya berangkat. Eshal mengantar KK Izyan ke cafe tempat biasa Izyan kerja.
" ke cafe.. " ucap Izyan yang akhirnya di potong oleh Eshal
" .. Florist.. jl. Ratulangi.. " saut Eshal.
" loh !! dari mana kamu tau!! " saut Izyan te'rkejut mendengar ucapan Eshal yang tau tempat kerjanya.
" ahh.. itu,, karena saya pernah mampir makan di cafe itu, dan gak sengaja liat kakak disana. " jawab Eshal.
" eoh!! benarkah?? " saut Izyan terkejut.
" hmm.. "
" ahh.. begitu ya.. padahal aku sudah mencari cafe yang jauh dari daerah kampus, tapi masih ada yang mengenali ya.. "
" memangnya kenapa kakak tidak ada yang ingin melihat kakak bernyanyi.. padahal suara kakak lumayan bagus kok.. "
" hmmm.. aku tidak percaya diri jika ada orang yang mengenalku melihatku bernyanyi.. "
" hmmm.. begitu ya.. "
beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai .
" terimah kasih ya " saut Izyan.
" iya kak, sama - sama.. kalau begitu saya duluan ya kak.. "
" kamu mampirlah sebentar.. "
" tidak perlu kak, .. "
" tidak, kau harus mampir,, aku sudah merepotkan mu, jadi kau harus mampir, aku akan mentraktir mu " ( sambil membuka pintu mobil Eshal dan mengajaknya masuk ke cafe. )
" tapikan kak,, kakak pasti sibuk.. " saut Eshal.
" tidak juga, .. kita masih punya waktu mengobrol, aku masih punya waktu 1 jam sebelum giliran ku.
" yasudah sini masuk,.. " saut Izyan sambil mengiring Eshal masuk di cafe.
saat mereka di dalam, Eshal dan Izyan memesan beberapa makanan dan mereka mengobrol. namun di sela - sela pembicaraan mereka, tiba - tiba Eshal diam dan pandangannya beralih pada seseorang.
melihat itu Izyan membalikkan badannya dan mencari sosok yang mengubah sikap praktikan nya itu.
" eoh!! bukannya itu .. cowok yang menjemput Eshal di lab.. " saut Izyan dalam hati.
" Eshal.. makan kuenya .. " saut Izyan sambil menyuapi Eshal untuk mengalihkan pandangannya.
" ehh.!!. iya kak,, hahaha.. " jawab Eshal.
sementara itu.
" ahh.. cafe ini ya.. " saut Dafa.
" ehmm.. kamu tahu cafe ini?? "
" Iya.. " jawab Dafa.
" eoh!! siapa?? apa itu mantanmu.. " saut gadis itu.
__ADS_1
" tentu saja bukan .. aku pernah kesini bersama dengan temanku ".
" ahh.. begitu ya.. "
" yasudah .. kita cari meja."
pas mereka masuk dan mencari meja yang kosong, Dafa melihat Eshal.
" Dafa kita di sini aja.. " saut gadis itu sambil duduk.
" Loh.. by.. " saut Dafa yang menghampiri Eshal dan Izyan.
" eh.. Dafa.. kok bisa kamu disini.. " jawab Eshal .
" kamu sendiri ngapain disini ..? " tanya Dafa sambil melihat ke arah Izyan.
" ngapain ni anak liatin gw kek gitu .. " saut Izyan dalam hati.
" yah aku lagi di traktir makan sama senior ku. " jawab Eshal.
" Dafa.. Ayuk kita duduk, ngapain sih kamu kesini.. " saut gadis itu sambil menarik tangan Dafa untuk kembali ke meja mereka.
" eoh!! .. Apa ini pacar mu Daf.. " saut Eshal sambil menggoda nya.
" Dafa.. ini siapa sih.?? " tanya gadis itu judes.
" Judes banget sih ni cewek.. " saut Eshal dalam hati.
" ohh iya.. by.. kenalin dia ini .. " saut Dafa namun terpotong oleh gadis itu.
" kenalin.. aku calon tunangannya Dafa..nama saya Riani salam kenal ya.. " saut Riani.
" iya salam kenal juga, kenalin nama aku Eshal.. aku temannya Dafa. " saut Eshal.
" ya udah kenapa kalian gak duduk di sini aja bareng kita.. " ajak Izyan pada Dafa.
" gak !! kita kesini itu untuk makan berdua .. " potong Riani mendengar perkataan Izyan.
" ya udah.. sayang.. ayo kita kembali ke meja kita.." saut Riani pada Dafa sambil menarik tangannya.
Dafa akhirnya meninggalkan Eshal, untuk makan berdua dengan Riani. Eshal terus memandangi Dafa yang berjalan menjauhi nya.
" aku kira mereka pacaran, ternyata mereka cuman teman . " saut Izyan dalam hati.
" shal.. " saut Izyan
" iya KK.. "
" sebentar lagi aku manggung, kamu selesain aja makannya, nanti kalau kamu pengen pulang, kamu pulang aja ya.. karena aku gak bisa ngantarin kamu ke depan. " saut Izyan pada Eshal.
" iya kak.. gak papa.. "
" tapi kalau kamu masih mau tinggal nongkrong bisa juga .. itu terserah kamu aja sih dek "
" nanti kalau makanannya udah habis, saya langsung pulang aja kak. " saut Eshal.
" hmm.. ya udah.. kalau gitu saya kesana dulu ya untuk siap- siap.. makasih udah mau numpangin saya kesini.. " saut Izyan.
" ia kak,, sama - sama,, dan makasih juga untuk teraktirannya yah kak.. " saut Eshal.
__ADS_1
" iya.. "
setelah itu Izyan akhirnya meninggalkan Eshal.
" gw kenapa sih,, " saut Eshal pada dirinya.
" lihat Dafa udah punya cewek lain,, kok gw jadi sedih .. "
" mungkin ini karena biasanya dia selalu jalan sama gw, jadi gw merasa terlupakan kalau liat dia jalan sama cewek lain.. "
" udah-udah.. mending habisin makanan, terus habis ini gw pulang. "
selang beberapa menit akhirnya Eshal bersiap untuk pulang.
melihat Eshal meninggalkan tempat duduknya, Dafa tiba- tiba menghampiri Eshal.
" lohh!! kamu udah mau pulang by.. ?? " saut Dafa
" iya.. kenapa?? " jawab Eshal.
" kamu gabung aja sama aku,, "
" enggak Daf.. kamu nikmatin waktu berdua aja dengan tunanganmu.. dan gue juga malas jadi obat nyamuk kalian,, " saut Eshal.
" terus kamu balik sama siapa?? " tanya Dafa.
" aku bawa mobil kok.. yaudah aku balik duluan ya.. " akhirnya Eshal meninggalkan Dafa di cafe itu.
keesokan harinya.
" hari ini kamu gak kekampus nak?? " saut mama Eshal sambil memberikan sarapan pada Eshal.
" enggak ma,, hari ini gak ada kegiatan apapun,, "
" tumben.. gak keluar jalan sama Dafa.. "
" duh.. ngapain sih mama sebut-sebut nama Dafa.."
" kalian lagi bertengkar..?? "
" enggak,, "
" terus?? biasanya kan kamu keluar jalan sama Dafa "
" emangnya Dafa doang teman aku.!! "
" kamu lagi datang bulan ya?? ini masih pagi kamu udah sensitif gitu di tanya sama mama."
" ahh!! enggak kok ma.. Eshal banyak pikiran aja kok mah.. tugas Eshal numpuk,, jadi Eshal sedikit sensitif ma,, maafin Eshal ya ma.."
" iya.. yaudah habisin sarapannya, habis itu kamu mandi terus istirahat sebentar ya.. mama mau kekantor dulu. "
" iya ma.. hati-hati ma,, maafin Eshal ya ma.. "
" iya sayang.. mama ngerti kok.. " saut mama Eshal sambil memeluk dan mencium anaknya itu sebelum ia berangkat ke kantor.
keheningan pun menghiasi rumah, Eshal yang telah selesai sarapan membersihkan tempat makannya, dan tiba-tiba ia teringat kejadian tadi.
" astaga.. aku kenapa sih!! ini pertama kalinya aku sesensitif itu sama mama, gara-gara mama ngomongin Dafa.
__ADS_1