Hati Yang Tepat

Hati Yang Tepat
episode 7.


__ADS_3

setelah itu mereka akhirnya berangkat. Eshal mengantar KK Izyan ke cafe tempat biasa Izyan kerja.


" ke cafe.. " ucap Izyan yang akhirnya di potong oleh Eshal


" .. Florist.. jl. Ratulangi.. " saut Eshal.


" loh !! dari mana kamu tau!! " saut Izyan te'rkejut mendengar ucapan Eshal yang tau tempat kerjanya.


" ahh.. itu,, karena saya pernah mampir makan di cafe itu, dan gak sengaja liat kakak disana. " jawab Eshal.


" eoh!! benarkah?? " saut Izyan terkejut.


" hmm.. "


" ahh.. begitu ya.. padahal aku sudah mencari cafe yang jauh dari daerah kampus, tapi masih ada yang mengenali ya.. "


" memangnya kenapa kakak tidak ada yang ingin melihat kakak bernyanyi.. padahal suara kakak lumayan bagus kok.. "


" hmmm.. aku tidak percaya diri jika ada orang yang mengenalku melihatku bernyanyi.. "


" hmmm.. begitu ya.. "


beberapa saat kemudian mereka akhirnya sampai .


" terimah kasih ya " saut Izyan.


" iya kak, sama - sama.. kalau begitu saya duluan ya kak.. "


" kamu mampirlah sebentar.. "


" tidak perlu kak, .. "


" tidak, kau harus mampir,, aku sudah merepotkan mu, jadi kau harus mampir, aku akan mentraktir mu " ( sambil membuka pintu mobil Eshal dan mengajaknya masuk ke cafe. )


" tapikan kak,, kakak pasti sibuk.. " saut Eshal.


" tidak juga, .. kita masih punya waktu mengobrol, aku masih punya waktu 1 jam sebelum giliran ku.


" yasudah sini masuk,.. " saut Izyan sambil mengiring Eshal masuk di cafe.


saat mereka di dalam, Eshal dan Izyan memesan beberapa makanan dan mereka mengobrol. namun di sela - sela pembicaraan mereka, tiba - tiba Eshal diam dan pandangannya beralih pada seseorang.


melihat itu Izyan membalikkan badannya dan mencari sosok yang mengubah sikap praktikan nya itu.


" eoh!! bukannya itu .. cowok yang menjemput Eshal di lab.. " saut Izyan dalam hati.


" Eshal.. makan kuenya .. " saut Izyan sambil menyuapi Eshal untuk mengalihkan pandangannya.


" ehh.!!. iya kak,, hahaha.. " jawab Eshal.


sementara itu.


" ahh.. cafe ini ya.. " saut Dafa.


" ehmm.. kamu tahu cafe ini?? "


" Iya.. " jawab Dafa.


" eoh!! siapa?? apa itu mantanmu.. " saut gadis itu.

__ADS_1


" tentu saja bukan .. aku pernah kesini bersama dengan temanku ".


" ahh.. begitu ya.. "


" yasudah .. kita cari meja."


pas mereka masuk dan mencari meja yang kosong, Dafa melihat Eshal.


" Dafa kita di sini aja.. " saut gadis itu sambil duduk.


" Loh.. by.. " saut Dafa yang menghampiri Eshal dan Izyan.


" eh.. Dafa.. kok bisa kamu disini.. " jawab Eshal .


" kamu sendiri ngapain disini ..? " tanya Dafa sambil melihat ke arah Izyan.


" ngapain ni anak liatin gw kek gitu .. " saut Izyan dalam hati.


" yah aku lagi di traktir makan sama senior ku. " jawab Eshal.


" Dafa.. Ayuk kita duduk, ngapain sih kamu kesini.. " saut gadis itu sambil menarik tangan Dafa untuk kembali ke meja mereka.


" eoh!! .. Apa ini pacar mu Daf.. " saut Eshal sambil menggoda nya.


" Dafa.. ini siapa sih.?? " tanya gadis itu judes.


" Judes banget sih ni cewek.. " saut Eshal dalam hati.


" ohh iya.. by.. kenalin dia ini .. " saut Dafa namun terpotong oleh gadis itu.


" kenalin.. aku calon tunangannya Dafa..nama saya Riani salam kenal ya.. " saut Riani.


" iya salam kenal juga, kenalin nama aku Eshal.. aku temannya Dafa. " saut Eshal.


" ya udah kenapa kalian gak duduk di sini aja bareng kita.. " ajak Izyan pada Dafa.


" gak !! kita kesini itu untuk makan berdua .. " potong Riani mendengar perkataan Izyan.


" ya udah.. sayang.. ayo kita kembali ke meja kita.." saut Riani pada Dafa sambil menarik tangannya.


Dafa akhirnya meninggalkan Eshal, untuk makan berdua dengan Riani. Eshal terus memandangi Dafa yang berjalan menjauhi nya.


" aku kira mereka pacaran, ternyata mereka cuman teman . " saut Izyan dalam hati.


" shal.. " saut Izyan


" iya KK.. "


" sebentar lagi aku manggung, kamu selesain aja makannya, nanti kalau kamu pengen pulang, kamu pulang aja ya.. karena aku gak bisa ngantarin kamu ke depan. " saut Izyan pada Eshal.


" iya kak.. gak papa.. "


" tapi kalau kamu masih mau tinggal nongkrong bisa juga .. itu terserah kamu aja sih dek "


" nanti kalau makanannya udah habis, saya langsung pulang aja kak. " saut Eshal.


" hmm.. ya udah.. kalau gitu saya kesana dulu ya untuk siap- siap.. makasih udah mau numpangin saya kesini.. " saut Izyan.


" ia kak,, sama - sama,, dan makasih juga untuk teraktirannya yah kak.. " saut Eshal.

__ADS_1


" iya.. "


setelah itu Izyan akhirnya meninggalkan Eshal.


" gw kenapa sih,, " saut Eshal pada dirinya.


" lihat Dafa udah punya cewek lain,, kok gw jadi sedih .. "


" mungkin ini karena biasanya dia selalu jalan sama gw, jadi gw merasa terlupakan kalau liat dia jalan sama cewek lain.. "


" udah-udah.. mending habisin makanan, terus habis ini gw pulang. "


selang beberapa menit akhirnya Eshal bersiap untuk pulang.


melihat Eshal meninggalkan tempat duduknya, Dafa tiba- tiba menghampiri Eshal.


" lohh!! kamu udah mau pulang by.. ?? " saut Dafa


" iya.. kenapa?? " jawab Eshal.


" kamu gabung aja sama aku,, "


" enggak Daf.. kamu nikmatin waktu berdua aja dengan tunanganmu.. dan gue juga malas jadi obat nyamuk kalian,, " saut Eshal.


" terus kamu balik sama siapa?? " tanya Dafa.


" aku bawa mobil kok.. yaudah aku balik duluan ya.. " akhirnya Eshal meninggalkan Dafa di cafe itu.


keesokan harinya.


" hari ini kamu gak kekampus nak?? " saut mama Eshal sambil memberikan sarapan pada Eshal.


" enggak ma,, hari ini gak ada kegiatan apapun,, "


" tumben.. gak keluar jalan sama Dafa.. "


" duh.. ngapain sih mama sebut-sebut nama Dafa.."


" kalian lagi bertengkar..?? "


" enggak,, "


" terus?? biasanya kan kamu keluar jalan sama Dafa "


" emangnya Dafa doang teman aku.!! "


" kamu lagi datang bulan ya?? ini masih pagi kamu udah sensitif gitu di tanya sama mama."


" ahh!! enggak kok ma.. Eshal banyak pikiran aja kok mah.. tugas Eshal numpuk,, jadi Eshal sedikit sensitif ma,, maafin Eshal ya ma.."


" iya.. yaudah habisin sarapannya, habis itu kamu mandi terus istirahat sebentar ya.. mama mau kekantor dulu. "


" iya ma.. hati-hati ma,, maafin Eshal ya ma.. "


" iya sayang.. mama ngerti kok.. " saut mama Eshal sambil memeluk dan mencium anaknya itu sebelum ia berangkat ke kantor.


keheningan pun menghiasi rumah, Eshal yang telah selesai sarapan membersihkan tempat makannya, dan tiba-tiba ia teringat kejadian tadi.


" astaga.. aku kenapa sih!! ini pertama kalinya aku sesensitif itu sama mama, gara-gara mama ngomongin Dafa.

__ADS_1


__ADS_2