
Dafa tak pernah mengalihkan pandangannya, ia selalu memperhatikan Eshal.
" dia sangat memaksakan tubuhnya akhir-akhir ini, gula darahnya sangat rendah, bahkan itu sudah di bawah normal. " saut dokter itu setelah memeriksa eshal.
" apa itu serius dokter? "
" tentu saja, ini sudah sangat terlambat, jika kau tidak segera membawanya tadi kerumah sakit, mungkin saja dia bisa tiada karena tekanan gula darahnya sudah sangat rendah."
" dia harus dirawat beberapa hari di rumah sakit untuk memulihkan kembali kondisinya "
" syukurlah dokter, terimakasih.. "
" iya sama-sama, nanti apabila infusnya sudah habis, kami akan memindahkannya ke ruang rawat inap."
" baik dok ", setelah itu dokter meninggalkan eshal dan Dafa .
" kenapa tiba-tiba kau seperti ini sih.." saut Dafa sambil mengelus Surai rambut eshal.
" kau tau betapa khawatir nya aku.. "
" kau tau jantungku seperti berhenti berdetak selama beberapa detik saat mendapati mu tak sadarkan diri."
" Bangunlah hmm.. "
tak berselang lama, telepon Dafa tiba-tiba berbunyi.
" halo.. "
" halo.. ayah ada apa? "
" di mana kau? kau tau hari ini harus menyelesaikan berkas yang akan kau bawa ke Jerman besok."
" ayah .. bisakah kau memberikan aku waktu sampai shalby bangun."
" hmmm!! ada apa?? "
" aku sedang di rumah sakit yah, shalby kehilangan kesadarannya, dia harus di rawat di rumah sakit selama beberapa hari. "
" kenapa harus kau yang menjaganya?? "
" ibunya sedang keluar kota yah, ku mohon, atau beri aku waktu 4 hari saja, aku akan segera menyusul ayah setelah 4 hari ini . "
" baiklah, ayah akan pulang duluan besok, ayah akan menunggumu di Jerman, ayah memberi mu waktu 4 hari."
" baik ayah, terimakasih.. "
" kenapa saat seperti ini, kau sakit sih by.."
Dafa tidak pernah meninggalkan eshal malam itu, hingga ia di pindahkan di ruangan rawat inap.
Esok paginya.
Eshal tersadar dari tidur nya.
perlahan-lahan eshal membuka matanya " hmm!! aku dimana ini?? " sautnya dalam hati.
sampai saat ia ingin menggerakkan tangan kanannya namun ia terhalang oleh sesuatu, saat ia ingin memindahkan tangannya dan melihat apa yang menghalangi tangannya.
" Dafa.. " saut eshal sambil mencoba membangun kan Dafa yang tertidur dan menahan tangan nya.
" hmm!! kau sudah bangun by?? " dengan wajah terkejut dan baru sadar dari tidurnya ia mencoba mengecek keadaan eshal.
__ADS_1
" kamu udah gak apa-apa kan?? kamu masih pusing?? "
" gak daf.. aku udah baikan kok.. "
" hufftt.. (menghela nafasnya), kenapa tiba-tiba kamu kayak gini hmm,, kamu tau aku khawatir banget.." sambil mencoba membantu membetulkan duduk eshal.
" aku juga gak tau, kenapa tiba-tiba aku kayak gini.. maaf udah bikin kamu khawatir."
" untung aja aku cepat bawa kamu kerumah sakit, kalau enggak... "
" hmm!! enggak kenapa??"
" eoh!! enggak.. selamat.. siapa yang akan membawa mu kalau aku gak ada, Tante juga gak ada di rumah"
" kata dokter kamu kecapean.. emang apa yang kau lakukan beberapa hari ini hmm?? "
" ... kamu.. kok marah-marah daf, .. "
" aku gak marah, aku cuma takut kehilangan kamu by.. kau tidak tau apa yang ku rasakan semalam, saat mendapati mu dengan wajah pucat, berkeringat, dan tidak sadarkan diri, serasa jantungku berhenti berdetak sejenak. "
" hmm.. jadi apa kata dokter "
" kamu harus dirawat untuk beberapa hari sampai keadaan mu normal kembali. "
" hah~ hmm.. baiklah.. bukanya hari ini kau harusnya berangkat daf.."
" aku menundanya, mana mungkin aku meninggalkan mu sendiri disini.. "
" hmm.. bagaimana mungkin, kau sudah berjanji dengan ayahmu..."
" aku sudah bicara dengan ayahku, aku akan menunggumu sampai kau pulih "
" aku sudah bicara dengan ayahku, aku akan menyusulnya 4 hari ke depan. "
" jadi kau harus sembuh ya.. " sambil mengelus rambut eshal.
" hmm.. "
Dafa akhirnya menemani eshal di rumah sakit, selama 2 hari keadaan tubuh eshal membaik. jadi saat itu eshal bisa pulang.
" hari ini kamu mau makan apa by? " saut Dafa sambil menyetir mobil.
" hmm.. apa ya?? .. bagaimana kalau kita ke warung Padang aja. " saut Eshal.
" hah!! warung Padang? tumben banget kamu mau makan masakan Padang. "
" lagi pengen aja, selama di rumah sakit aku selalu ingin makan ini. "
" ya udah kita ke warung Padang."
" okkey.. "
mereka berdua pun makan di warung Padang.
setelah itu Dafa mengantar eshal untuk pulang kerumahnya.
" kamu turun juga?? " saut eshal yang kebingungan melihat Dafa yang ikut turun dari mobil saat mereka sampai di rumah eshal.
" tentu saja, aku ingin mengantar bayiku sampai di depan kamarnya, aku ingin memastikan dia sampai di kamarnya dengan selamat. "
" hah.. kau ... " belum juga eshal sampai untuk berbicara, namun Dafa sudah memotong nya.
__ADS_1
" ayo sudah kita masuk.. " mendorong tubuh eshal masuk kedalam rumah.
" hei .. kau tidak perlu mendorong ku begini "
...***...
" kau mau minum?? " saut eshal.
" boleh.. aku haus banget.."
" nih .. "
" makasih.. "
" ya sudah kamu istirahat.. " sambil menyelimuti eshal .
" hmm.. "
Dafa akhirnya bangkit dari duduknya setelah menyelimuti eshal.
sadar akan itu eshal tiba-tiba menarik tangan Dafa.
" udah mau pulang daf..? "
" !!! kenapa?? "
" kau.. akan kembali ke Jerman besok lusa.. dan tak tahu kapan akan kembali kan.. "
" .... " Dafa hanya diam mendengar perkataan eshal.
" kau meninggalkan aku lagi daf.."
" dengar by.. aku juga berat ninggalin kamu, aku juga pengen banget kita kek pasangan yang lain, tapi by.. aku harus penuhi janji aku ke ayah, tiba nanti saatnya aku udah benar-benar siap, aku akan kembali dan gak akan pernah ninggalin kamu lagi, aku janji.. " saut Dafa sambil mengelus kepala eshal.
mendengar itu eshal benar-benar sudah tidak bisa menahan air matanya.
" by.. jangan nangis.. " Dafa memeluk eshal.
" kamu tidur ya.. aku gak mau kamu sakit lagi by "
" temenin aku malam ini daf.. "
" ya udah.. kamu tidur aku gak bakalan pulang kalau kamu belum tidur.. "
" hmm.. "
Dafa yang tadinya ingin pulang, namun tertahan karena ia ingin menemani eshal.
" by.. kau tidak tau betapa aku sangat mencintaimu "
sambil mengelus rambut eshal.
" ku harap kau baik-baik saja saat aku tidak ada nanti di samping mu "
Dafa tidak henti memandangi wajah eshal.
Dafa membaringkan dirinya di samping eshal, dan memeluk eshal kedalam pelukannya.
" by jangan sakit saat aku tidak ya.. "
" hmmm... "
__ADS_1