Hei, Gadis WIBU!

Hei, Gadis WIBU!
10. HGW! Jaminan?


__ADS_3

"Makan, lu sakit ntar gw yang repot sebagai pacar lu"


"HAHHH? sebagai apa?" Aqila menaikkan sebelah alisnya, heran


"Sebagai pacar lu" ujar Andrian kembali mengklaim hubungan sepihak


"Oh, ga usah repot-repot, kita langsung putus aja, lagi pula sejak awal gw juga ga mau jadi pacar lu" tolak Aqila mentah-mentah


Ia kembali berbaring dan memakan sedikit roti yang di berikan Andrian, namun ia kembali menaruhnya karena mendengar ucapan lancang Andrian.


"Tapi gw mau di repotin, asalkan lu jadi cewe gw" tawarnya


"Ga usah repot-repot, gw ga mau!"


"Gw mau"


"Gw ngga"


"Tapi gw mau!" paksa Andrian


"Lu ngerti bahasa manusia ngga si? gw ngga mau ya ngga mau!" teriak Aqila kembali


"Ngga, gw ngerti nya bahasa cinta, dan gw maunya lu jadi cewe gw!" Andrian kembali membalikkan perkataan Aqila


Aqila di buat frustasi atas tingkah manusia gila di hadapannya ini. Ia benar-benar menjadi mudah marah bila harus berhadapan dengan Andrian.


"Ok, tujuan lu jadiin gw pacar buat apa?" Aqila sedikit mengalah kali ini.

__ADS_1


Mereka berdua sama-sama berkepala batu, dan Aqila harus sabar menghadapi nya. Bila tidak ya permasalahan ini tidak akan pernah berujung penyelesaian.


"Karena gw suka sama lu" mantapnya, padahal jelas saja ini semua hanya tantangan dan permainan dari Kenzo.


"Yakin? gw ga percaya" Aqila meragukan ucapan Andrian, jelas saja.


Di hari pertama mereka berkenalan saja Andrian mengejar nya, bukan mengajaknya berbicara dengan baik.


"Harus pakai bukti apa biar lu percaya?"


"Ngga perlu bukti, cukup terus terang aja apa tujuan lu sebenarnya" kali ini Aqila benar-benar ragu dengan ucapan dan tindakan Andrian.


"Gw gada niatan apa-apa, DUA RIUS! gw cuma suka sama lu dan baru berani ngedekatin lu ya saat ini"


"Oh gitu? ya udah gw tolak, makasi udah pernah suka sama gw tapi maaf gw ga bisa balas karena gw emang ga bisa untuk saat ini, thanks buat roti sama airnya"


Aqila bangkit dan hendak keluar menuju kelas, ia akan kembali belajar dan akan pulang sendirian.


"Tunggu!" Andrian kembali mencekal pergelangan tangan Aqila


"Apa?" Aqila menjawab dengan nada lemah dan lemas


"Gw antar pulang!" tawar Andrian


"Ga usah, makasih. Gw bisa sendiri!" Aqila berusaha melepaskan cekalan tangan Andrian yang semakin erat di tangannya.


"Sssh.... sakit, lepasin!" paksa Aqila

__ADS_1


"Gw antar pulang, gada penolakan! lu ngerti bahasa manusia kan?"


"Atau lu mau gw..." sambung Andrian menggantung sembari menatap wajah Aqila dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


"Terserah lu lah!" pasrahnya sembari melangkah lebih dulu dari Andrian.


Setelah mengantongi surat keterangan sakit dari Bu Anna, keduanya berjalan di lorong sepi sembari bergandengan tangan atas paksaan Andrian.


"Lu di luar aja, biar gw yang minta izin ke guru dan ngambil tas lu, paham?"


"Ya"


Aqila menunggu di luar kelas menunggu Andrian yang sedang berjuang di dalam sana, tatapannya kosong, ia bingung dengan semua yang terjadi belakang ini.


"Lu mau pulang? si wibu mana?" tanya Galih melihat Andrian yang membereskan buku-buku dan tas miliknya serta milik Aqila


"Tuh cewe sakit, mau gw anterin aja, kasian" ujarnya buru-buru setelah pamit pulang kepada guru ia segera keluar menenteng tas hitam milik Aqila.


"Nih"


"Thanks"


"Yok! semuanya udah gw masukin, gw jamin gada yang ketinggalan!"


"Yakin? jaminannya apa?"


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!

__ADS_1


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!


__ADS_2