Hei, Gadis WIBU!

Hei, Gadis WIBU!
11. HGW! Spot jantung


__ADS_3

"Yakin? jaminannya apa?" tantang Aqila


"Kalau ada yang ketinggalan lu bebas buat hari Senin, tapi..." Andrian menggantungkan ucapannya, berusaha memancing ekspresi dan rasa penasaran dari Aqila


"Tapi apa?" tanya Aqila sedikit mendongak


"Tapi kalau ngga ada yang ketinggalan, mulai hari ini kita resmi pacaran!" paksanya kembali mencengkram erat tangan Aqila.


"Ya"


"Serius? lu setuju?"


"Ya, sayangnya sih botol minum gw ketinggalan" ucapnya santai.


Seperti nya hari ini Aqila masih memiliki stok keberuntungan. Hal itu membuat Andrian seketika tercengang menatap Aqila.


"Lu bohongkan?" ucap Andrian menyelidik


"Terserah, yang penting hari senin gw bebas" Aqila berjalan santai ke halaman sekolah.


"Terus botol lu gimana? ga lu ambil?" Tanya Andrian kebingungan


"Udah tinggalin aja, senin gw ambil, malas mau balik, tenang, stok botol di rumah gw numpuk dan botol itu bukan satu satunya dalam hidup gw" ujar Aqila dengan tatapan lurus ke depan


Andrian seketika terdiam, berusaha mencerna semua kata kata yang di lontarkan dari mulut Aqila. Ucapannya seperti mengandung makna yang mendalam.


"Benarkah? tapi seharusnya lu punya 1 botol yang pasti sangat lu sayang kan?" tanya Andrian ragu sembari menyusul langkah kaki Aqila yang mulai menjauh.

__ADS_1


"Ya, dan itu masih dalam tahap pencarian"


Keduanya sama sama terdiam, tenggelam dalam lautan pikiran masing-masing.


"Ayo naik" ajak Andrian ketika telah menaiki motor besar miliknya


Aqila hanya mengangguk sembari berusaha menaiki motor yang cukup tinggi, ia yang tidak terbiasa harus mencoba beberapa kali hingga berhasil.


"Pelan pelan woy!" Teriak Aqila dari belakang sembari berusaha untuk tidak memeluk Andrian meskipun ia harus ketakutan karena posisi ini sangat membahayakan dirinya.


"Pegangan aja! males gw kalau pelan"


"Sialan lu! ogahhhh banget gw pegangan sama lu"


"Oh ya udah" Andrian kembali menaiki kecepatan motornya hingga di atas rata-rata membuat Aqila menjadi semakin ketakutan.


Aqila yang semula memejamkan mata dengan hati hati dirinya membuka. Ternyata mereka telah sampai di lampu merah.


Ia menarik kedua tangannya dari tas Andrian dan berusaha memperbaiki posisi tubuhnya. Baru saja berkedip, Andrian langsung menarik gas dengan cepat.


Tanpa persiapan, Aqila hampir jatuh terjungkal ke belakang. Namun sebelah tangan milik Andrian berhasil menggapai tangan Aqila yang ingin melambung ke atas.


Dengan cepat Andrian melingkarkan tangan Aqila di perutnya, meskipun hanya sebelah, namun Andrian merasa sangat bahagia dengan sentuhan tangan mungil itu.


"Ck, jangan nyari nyari kesempatan!" Aqila kembali menarik tangannya karena merasa malas untuk memeluk Andrian.


"Ok" Andrian kembali memulai aksi gilanya, dan lebih gilanya lagi Andrian malah memutar balik arah pulang rumah Aqila

__ADS_1


"Woyyy salah jalannn!!!" teriak Aqila mengetuk helm hitam Andrian.


"Kalau lu ga mau pegangan, gw bakal ajak lu muter muter aja, ga gw anterin pulang" ancam Andrian setelah menepikan motornya di pinggir jalan.


"Cepet pilih!" tegur Andrian ketika melihat Aqila yang hanya bengong dari kaca spion.


"Ck! lu ini banyak mau ya! ya udah anterin gw pulang tapi pelan-pelan"


"Jadi lu bakal pegangan sama gw?"


"Ya"


"Bakal meluk perut gw?"


"Udah cepetan jalan sihhh!" Aqila malah memarahi Andrian dan menatap nyalang dari belakang yang terlihat oleh Andrian dari kaca spion.


"Ok siap!" Andrian seketika menjadi patuh.


Dengan kecepatan sedang Andrian mulai menjalankan kembali motornya. Namun karena tidak ada reaksi dari ucapan Aqila tadi, Andrian kembali berinisiatif untuk kembali melaju dengan cepat.


"Andrian! berhentiii!!!" Teriakan Aqila tidak lagi di pedulikan oleh Andrian, ia kembali melaju dengan cepat.


Sampai ia merasakan pergerakan dari tangan mungil di belakangnya. Ya! Aqila berhasil memeluknya! Andrian reflek mengurangi kecepatan motornya.


"Dihh, modus banget lu tadi" sinis Aqila ketika mereka mulai memasuki komplek perumahan.


"Kalau gw ga begitu lu bakal ingkar janji" ujarnya santai membalas ucapan Aqila.

__ADS_1


__ADS_2