
Tentu saja sebagai pria, Andrian akan menunjukkan kemampuannya yaitu menaklukkan hati wanita.
Ia yang telah terprovokasi dan hampir di cap sebagai orang yang menyukai sesama jenis tentu saja tidak terima akan tuduhan tersebut.
Apalagi yang mengatakan hal tersebut adalah sepupunya sendiri, ia pasti bisa memenuhi tantangan tersebut.
"Aqila? kok sudah pulang?" sang ibu terheran mendapati anak gadisnya pulang dalam keadaan lemas, terlebih ia pulang sebelum waktu nya. Pasti ada yang tidak beres.
"Gapapa, cuma kecapean aja" alasannya
"Lho cape kok pulang?" ibunya benar-benar bingung saat ini, beliau segera membantu Aqila untuk pergi menuju kamar
"Kenapa si nak? siapa yang antar? kok pulang sendiri?" pertanyaan bertubi-tubi terlontarkan menuju Aqila
"Pusing Bu, belum makan" akhirnya Aqila menjelaskan
"Ya Allah, ya sudah makan dulu ya ibu bawakan" Kanaya dengan cepat berlari menuju dapur dan mengambilkan sepiring penuh makanan serta lauk pauknya hingga menumpuk.
"Nih ayo cepat makan, dihabiskan!" Kanaya memberikan sepiring penuh kepada Aqila
"Bu, aku cuma lapar, bukan kelaparan ngga makan berbulan-bulan" jengahnya melihat tingkah ibunya.
"Ya sudah makan saja lah, ibu hari ini masak banyak!" paksanya
Kanaya keluar dan meninggalkan Aqila seorang diri karena mendengar suara seseorang yang mengetuk pintu rumahnya.
__ADS_1
Dengan terpaksa Aqila menyantap makanan yang ada di piring tersebut hingga perutnya begah, entah berapa sendok nasi yang ibunya masukkan ke dalam piring ini.
...***...
Sore hari dengan angin sejuk yang berhembus kencang membuat semua orang merasa sangat nyaman.
Terlebih beberapa waktu yang lalu hari sangat panas meskipun sudah malam. Namun hari ini cukup berbeda, orang-orang mulai menikmati indahnya senja.
Tak terkecuali Aqila, ia sedang duduk di meja belajarnya sembari menghadap ke depan, ya ke arah barat yang tentu saja senja terlihat jelas di sana.
Indahnya ciptaan Tuhan, Aqila tak bisa menampik lagi, bahwa ia telah terpikat akan kharisma senja.
Langit berwarna oranye di sore itu membuatnya merasa damai, hingga kegiatannya tadi menjadi terhenti untuk waktu yang cukup lama.
Tingnong! Tingnong!
Dengan segera dan tergesa-gesa ia keluar untuk menemui pria tersebut.
"Paket atas nama Aqila Hasnaya?" tanyanya memastikan
"Ya benar"
Aqila segera mengambil paket tersebut, tak lupa ia menutup pagar hitam rumahnya. Dengan langkah cepat ia telah sampai di kamar tanpa menunggu waktu lama.
Srek srek
__ADS_1
Suara sobekan plastik yang tergores akibat sentuhan cutter miliknya. Dengan sisa rasa sabarnya ia mengoyak semua pembungkus paket tersebut.
"Ini bagus" ujarnya saat memakai baju cosplay anime nya.
Teriakan sang ibu di luar membuatnya terpaksa keluar dengan cepat. Ia melempar baju tersebut sembarangan.
"Kenapa Bu?"
"Tolong jaga Leo dan Sarah ya, Ibu mau pergi pengajian, pulangnya mungkin setengah delapan habis Isya"
"Memang Sarah mau nginap? ngga pulang?" tanyanya heran
"Mamanya Sarah kan pergi arisan, nanti kalau sudah pulang ya pasti Sarah di jemput, kalau belum ya sudah nginap saja, masa mau di tinggalkan sendirian?" terang ibu nya
"Oh gitu, ya udah, hati-hati Bu" pesan Aqila menyalami tangan halus milik ibunya.
"Iya, jaga rumah! jangan lupa makan" peringat ibunya
"Iya siap!"
Sejak kejadian tadi ibunya menjadi super protektif, hingga saat ia menuju dapur terkejut melihat banyak sekali lauk yang di masak, padahal sudah jelas yang makan hanya mereka berempat.
Itupun kalau Sarah mau makan, anak itu tidak kenal lelah dan lapar bila telah bersama Leo. Aqila hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah ibunya.
Kemudian ia mengambil makanan secukupnya tidak menggunung seperti tadi siang. Hanya beberapa lauk yang ia ambil, tidak menyeluruh.
__ADS_1
Ia makan seorang diri saat ini, ia telah mengunci pintu dan tidak mendengar suara Sarah maupun Leo yang sedang tertawa.
"Tumben ngga berisik" ujarnya seorang diri