
Rasanya aku ingin terbakar dengan suasana yang ada di sekitarku, terlebih orang-orang mulai memperhatikan kami berdua.
"Maaf pak sebelumnya, ini pacar saya yang ngambek karena kami tadi ada cekcok sedikit. Saya ingin menyelesaikan masalah kami secara empat mata bapak ibu sekalian"
Aku mengernyit kan dahi, 'apa dia bilang? pacar? astaga ternyata ia memiliki penyakit bodoh akut, pasti jodohnya tersiksa memiliki pasangan hidup sepertinya'
Aku merutuki ucapannya dan mengumpat kesal dalam hati, ia menyentuh ku saja sudah ku tampar, apalagi ia menjadi pacarku, bukan kah itu pemikiran bodoh yang tak masuk akal?
Dan anehnya hampir sebagian orang percaya dan pergi meninggalkan kami ketika ia mulai mengatakan kebohongan kebohongan demi menutupi kebodohannya.
'BAKA, BAKA, BAKAAA!'
Aku menginjak kakinya, untuk memberhentikan usahanya untuk mengatakan lebih banyak kebohongan
"Ya ampun dek, kalau ngambek jangan sampai nampar juga, kasian cowoknya kesakitan"
"Kalau tau ceritanya begini, harusnya si cewek yang minta maaf"
"Iya bener, udah bagus di maafin sama cowoknya, kalau di tinggalin mampus mampus dah lu"
Setelah mengatakan hal yang berbanding terbalik dengan faktanya, orang-orang mulai menjauh setelah menatapku dengan tatapan aneh.
Aku segera menatap tajam pemuda di sebelah ku, berani sekali dia membalikkan fakta yang sebenarnya, pintar bersilat lidah rupanya.
Tanpa seizin ku, dengan mudahnya ia kembali mencekal pergelangan tangan ku.
'Tidak kapok juga rupanya'
Aku membalikkan badan dan bersiap-siap untuk menampar wajahnya kembali, namun perkiraan ku salah, ia dengan cepat menangkap pergelangan tangan ku kembali dan menguncinya dengan kuat.
__ADS_1
'Sialan!'
Aku menatapnya dengan tatapan kesal dan marah, pemuda brngsk! aku harus cepat mengatasinya.
Mengambil posisi dan bersiap-siap, aku mengarahkan kaki ku pada alat vitalnya dan ..
Bughhh!
"Arghhhh!!" teriak nya kesakitan sembari melepas cekalan dan memegangi miliknya yang sakit.
"Jangan pernah bertingkah semau mu, di dunia ini yang kuatlah yang menang bukan yang bertahta!" aku menatapnya dingin sembari mengambil tas dan memasuki bus meninggalkan dirinya seorang diri.
"Ya ampun dek, punya cewe seram amat. Kalau tau wataknya begitu jangan di dekati apalagi buat ngamuk dek" ucap tukang parkir kembali mendekat membantu pemuda itu berdiri.
"Akhhhhh.... sialll!!!" erangnya murka
...*****...
Derap langkah kaki yang mengisi keheningan lorong rumah sakit sore itu. Seorang wanita berjalan dengan cepat menuju salah satu ruangan yang berada di rumah sakit tersebut.
Brak!
Pintu terbuka lebar, menampilkan seorang pemuda yang terbaring lemas dengan keadaan yang cukup berantakan.
"Ya ampun Andrian! sadar nak, Mama di sini!" teriaknya terkejut dan histeris melihat kondisi sang anak.
Ya, ia adalah ibu kandung Andrian Askara, pemuda yang berani menyentuh Aqila dengan lancangnya.
Akibat suara Mama yang cukup keras membuat Andrian terpaksa membuka matanya dan hal itu membuat sang Mama semakin histeris melihat wajah dan mata sayunya.
__ADS_1
"Andrian, apa yang terjadi dengan mu sayang? apa kau terluka? mengapa bisa jadi seperti ini? ayo katakan, siapa yang melakukan ini? apakah Kenzo?"
Pertanyaan yang beruntun membuatnya menjadi malas dan kepalanya berdenyut, ia merasa sangat pusing mendengar celotehan Mamanya yang panik itu.
"Ayo jawab Mama Andrian!" paksanya mengguncangkan bahu sang anak.
"Ma! aku pusing, sabarlah sebentar aku ingin beristirahat dengan tenang!" kesalnya bangkit dari tempat tidur untuk keluar
"Andrian sayang! astaga baiklah Mama akan diam, kamu istirahat ya sekarang, Mama telfon Papa mu dulu"
Mama Sera menuntun anak kesayangannya itu untuk kembali ke tempat tidur. Ia kemudian duduk di sebuah sofa dan mulai menelfon sang suami.
'Sial! gadis itu sangat sulit di taklukkan!' Andrian kesal dalam hatinya.
...*****...
"Kak, minum ini" Leo memberikan segelas air hangat kepada sang Kakak, sedari tadi kakak nya itu bersin tidak karuan.
"Sayang, kamu habis dari mana? ko bisa sampai bersin-bersin begini?" Sang ibu mengelus kepalanya lembut
"Gapapa Bu, nanti juga sembuh sendiri" ia tidak ingin membuat orang-orang tersayang nya khawatir.
"Pasti ada yang lagi ngomongin kakak!" ucap gadis kecil yang mendekat membawa boneka kelinci nya.
'Hmmm, apakah pemuda itu?'
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
__ADS_1
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!