Hei, Gadis WIBU!

Hei, Gadis WIBU!
05. HGW! Ajaran Sesat


__ADS_3

"Lu bohong kan tentang tadi?" tanya Kenzo menatap Andrian sembari mengunyah jeruk.


"Ya"


"Udah gw duga, karena tadi di kelas sama sekali ngga ada keributan dan lagi pula pasti karena cewe itu" Ia dengan santai memangku kakinya di kaki satunya.


"Hmm"


"Ada kemajuan? gimana naklukin cewe tertutup begitu? enak?" Kenzo menatap Andrian dengan menyunggingkan senyum remehnya.


"Ya begitu, ini kan yang lu mau?" Andrian menatap kesal sepupunya yang jahil itu.


"Santai, kan gw ngajarin lu buat bisa dapetin cewe kan? ya ini lah konsekuensinya" Ia menghidupkan sebatang rokok dan menyesapnya.


Menghembuskan asap rokok hingga tercium oleh Andrian. Sepupunya ini memang rusak.


"Ya ini gw yang kena terus GOBLOKK! kalau mau ngajarin itu minimal cewe yang eazy bukan langsung ke level hard!"


"Hahahaha, kan bagus siapa tau sekali gaet langsung dapet kan? bisa aja dia cinta pertama dan terakhir lu"


"Dihhh... mana mau gw sama cewe model begituan kalau tau bakal begini" Andrian mendengkus sebal dengan kebodohan sepupunya dan lebih bodohnya lagi ia menurut saja.


"Gitu aja serius, tapi beneran lu si kecil kena tendang sama dia?" tanya Kenzo tak percaya.

__ADS_1


"Ya"


"Dingin banget ya AC nya" Sindir Kenzo


"Hmmm"


"Bisa-bisanya tuh gadis wibu segalak itu sampe berani nendang si kecil lu wkwkwk" Kenzo tak bisa lagi menahan tawanya.


Apalagi melihat wujud sepupunya yang berantakan tadi, wajah putih mulusnya memiliki cap lima jari, baju seragam yang kotor dan terakhir... adik kecilnya yang terkena tendangan maut dari sang target.


"Sialan lu! udahlah males banget gw liat muka lu"


"Ya udah, gw juga mau ketemuan sama Clara, bye" Kenzo kemudian melangkah pergi meninggalkan Andrian sendiri setelah mendapatkan telpon dari sang pacar untuk menemui nya.


'Awas aja besok, gw kasih pelajaran tuh cewek!' ucapnya geram mengingat Aqila yang berani mempermalukan nya.


Aqila terbangun tatkala mendengar bunyi berisik dari kamar sebelahnya. Suara yang cukup keras berhasil membuat tidurnya menjadi sedikit terusik.


"Leo, Sarah! kalian lagi apa? ko berisik banget?"


Aqila membuka pintu kamar sang adik dan mendapati keduanya sedang bermain kuda-kudaan.


Posisi mereka sudah pasti dan terlihat jelas sangat menguntungkan Sarah. Sarah menaiki badan Leo yang sedang cosplay menjadi kuda.

__ADS_1


"Hehe, lagi main kuda-kudaan kakk! kenalin ini kuda Sarah namanya Eooo!" Ujar Sarah memperkenalkan Leo yang sedang tersenyum getir.


Menjadi bahan uji coba Sarah yang melihat adegan tersebut di tv saat mereka sedang menonton bersama.


"Oh gitu, ya udah lanjut aja ya"


Aqila meninggalkan keduanya untuk meneruskan bermain-main. Ia kembali ke kamar dan melihat jam berapa.


Jam masih menunjukkan pukul 16:53, ia pun segera membersihkan diri dan merebahkan tubuhnya di kasur. Sebentar lagi pasti Sarah pulang di susul oleh sang Ibu.


Ia memilih untuk membuka aplikasi menonton film Jepang miliknya, apalagi kalau bukan film anime?


Kesukaan nya terhadap sesuatu yang berbau Jepang tidak bisa lepas dari diri nya. Ia benar-benar menyukai itu semua.


Berawal dari dirinya yang hanya sekedar menonton film Doraemon kala itu menemani Leo menonton tv hingga akhirnya ia memutuskan untuk menjadi anime lovers.


Di kelasnya semua teman-teman nya menganggap nya seorang wibu karena tertutup dan selalu menonton anime.


Ia tak masalah atas sebutan tersebut terhadap dirinya, selagi ia nyaman dan tak merasa terganggu maka ia juga tidak akan mengganggu.


Istilahnya seperti ia tidak akan melakukan hal tersebut bila tidak ada yang memulai. Maka dari itu lah ia membalas perlakuan Andrian yang semena-mena terhadap perempuan.


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!

__ADS_1


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!


__ADS_2