Hei, Gadis WIBU!

Hei, Gadis WIBU!
04. HGW! Bualan


__ADS_3

"Pasti lagi ada yang ngomongin kakak!" ujar seorang gadis kecil berumur 6 tahun dengan yakin.


Ia adalah anak tetangga sebelah Aqila. Anaknya manis dan lucu membuat orang-orang gemas melihatnya.


Walaupun usianya yang berbeda jauh, namun Aqila menyayanginya seperti adiknya sendiri. Bahkan terkadang sikapnya itu lah yang membuat Leo, sang adik kandung cemburu dengan hubungan sang kakak dan tetangga.


Leo berusia 8 tahun, lebih tua 2 tahun daripada Sarah. Gadis kecil itu selalu bermain ke rumah setelah pulang sekolah.


Karena tak memiliki adik dan kakak membuatnya merasa kesepian dan selalu mengintili kemanapun Leo pergi.


Bahkan di saat usianya waktu itu baru menginjak 4 tahun ia selalu menangis meminta kepada sang ibu agar ia bersekolah bersama Leo.


Maka hal itu telah di kabulkan oleh kedua orang tuanya yang menyekolahkan Sarah di tempat Leo bersekolah.


Sama halnya di rumah, di sekolah pun Sarah tumbuh menjadi anak yang berani dan cerdas, ia tahu dimanapun tempat Leo berada dan selalu mengikutinya.


Leo yang telah di berikan amanat dari sang ibu dan ibunya Sarah pun hanya bisa pasrah harus di kawal oleh gadis kecil.


"Akh... masa si? Sarah tau dari mana kaya gitu?" tanya Aqila penasaran


Leo hanya melihat saja tak mau ikut bergabung. Ia memperhatikan gadis kecil yang mengikutinya setiap hari, bahkan tak jarang bahwa anak kecil itu meminta untuk di belikan apapun yang ia mau.

__ADS_1


"Kata kak Anna gitu kok! waktu itu Sarah bersin-bersin terus kata kak Anna, Sarah lagi ada yang ngomongin" ujarnya menjelaskan dengan tingkah yang lucu.


"Oh gitu, tapi itu belum sepenuhnya benar lho. Bisa jadi memang sedang sakit dan tertular" Aku berusaha untuk pikiran nya dan memberikan wawasan yang luas.


"Iya juga ya? ehhh kak Leo mau kemana? Sarah ikut juga!!" mata kecilnya menangkap basah Leo yang ingin pergi meninggalkannya.


"Mau ke kamar, mau ngerjain pr"


"Sarah ikut juga!"


Sarah kini pergi bersama Leo ke kamar, aku hanya duduk sendiri di ruang makan. Kedekatan mereka sangatlah indah, semoga saat besar nanti hubungan mereka tidak asing.


Aku pun melangkah kembali ke kamar yang berada tepat di samping kamar Leo. Lebih baik istirahat saja.


"Kenzo, apa yang kamu lakukan kepada Andrian?!" interogasi Mama Sera terhadap keponakan nya itu


"Kenzo ga ngapa-ngapain kok tante, serius! Kenzo aja baru tahu kalau Andrian sakit. Di sekolah tadi ngga kenapa-kenapa tuh" ujarnya santai sembari memakan anggur milik Andrian di atas nakas.


"Benar begitu Andrian? awas ya Kenzo kalau kamu ganggu Andrian lagi!" ancam Mama Sera menatap tajam keponakannya yang bandel itu.


"Lah, benar ko. Tante aja yang ngga percaya sama Kenzo, coba aja tanya sama Andrian!"

__ADS_1


"Iya mah, ini tadi Andrian lagi itu lagi main pukul-pukulan sama Rafa, eh taunya Andrian mukulnya agak kuat jadinya Rafa ngebalas agak kuat karena becanda, eh ga sempat menghindar jadinya kena pukul deh" terangnya berusaha menyakinkan, padahal itu bualannya saja.


"Bener gitu Andrian? Kenzo? kalian berdua itu ya kalau main kadang buat orang tua khawatir tau ngga! Mama mau kasi pelajaran sama Rafa!"


"Ngga usah ma! ga usah di perpanjang, lagi pula cuma sakit sedikit. Nanti sembuh sendiri, jadi Mama tenang aja ya!"


"Ya udah kali ini Mama maafin, tapi kalau terulang lagi, Mama bakal tuntut orang tuanya! Paham? kamu juga Kenzo! jangan macam-macam!"


"Iya tante bawel, gitu aja ga percaya"


"Huhh.. dasar anak nakal!"


"Aduhhh.... ampun tante udah sakit, panas ini mau copot telinga Kenzoooooo!!!" teriak Kenzo panjang di ruang rumah sakit ini.


Ia terkena jeweran dari Mama karena telah berani menyebutnya bawel.


"Kamu temenin Andrian di sini, jangan macam-macam! Mama mau keluar dulu"


"Ok tante cantik" sahutnya Kenzo santai


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!

__ADS_1


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!


__ADS_2