Hei, Gadis WIBU!

Hei, Gadis WIBU!
09. HGW! Sakit


__ADS_3

Ruangan bercat putih itu terlihat sunyi, namun nampak kehidupan di dalamnya. Terlihat sepasang anak manusia yang berada di dalam ruangan tersebut.


Sang pria terlihat menunggu dan memperhatikan wajah terlelap sang wanita yang teduh.


Andrian telah menyingkirkan kacamata yang bertengger di hidung mancungnya dan beberapa anak rambut yang menutupi wajah putih mulus alaminya.


"Boleh juga nih cewe" gumam Andrian pelan


Pandangan nya tak lepas sedari tadi menatap wajah Aqila yang terbaring lemah di ranjang UKS. Tingkahnya yang terlalu intim tak lepas dari pandangan sang guru UKS.


"Masih mau jaga? ini sudah bel masuk" tegurnya kepada Andrian


"Iya, saya di sini aja. Kasihan nanti kalau dia bangun sendirian" balasnya beralasan.


"Oh ya sudah, saya di meja. Jangan aneh-aneh!" peringat nya menatap intens wajah Andrian.


Beberapa saat yang lalu, Andrian membopong tubuh ramping Aqila berlari ke ruangan UKS, Aqila pingsan di sebabkan belum makan sedari pagi, sedangkan ia terus-terusan berlari dan berteriak hingga tenaganya habis.


Andrian yang panik, jelas langsung membawanya ke UKS dan ikut menjaga Aqila sebagai bentuk rasa bersalah.


Tak lupa juga ia telah membawakan air minum dan juga roti bungkus yang ia beli di kantin, hingga bel masuk ia tetap menunggu Aqila yang tak kunjung siuman.


"Bangun woy, udah masuk!" bisik nya setengah berteriak kepada Aqila


Andrian yang merasa jenuh, akhirnya bangkit dan pergi ke kamar mandi yang terletak di depan kamar UKS Aqila.


"Enghhhhh... h-hauuss..." lenguh Aqila terbangun

__ADS_1


Bu Anna yang sedang duduk segera bangkit mendengarnya kemudian masuk dan mulai memeriksa keadaan nya.


"Oh iya, ini minum" Bu Anna menyodorkan sebotol air putih yang terletak di atas meja.


"Eh udah bangun?" Andrian segera mendekat dan berdiri di sebelah Bu Anna.


"Kamu dari mana? giliran pingsan di tungguin, ini udah bangun malah pergi" heran Bu Anna menatap Andrian


"Dari kamar mandi, lama dia pingsannya" ucapnya beralasan


"Ya sudah, ini harus banyak makan biar segera sembuh, itu sudah ibu taruh vitamin di atas meja, jangan lupa di bawa pulang dan di habiskan" nasehat Bu Anna kemudian pergi keluar ruangan.


"Udah bangun?" tanya Andrian basa-basi


"Ngga, masih pingsan" jengah Aqila ingin menjitak kepala Andrian


"Kirain masih pingsan, btw lu cantik ngga pake kacamata, knp masih make?"


Ia melirik meja di sebelahnya dan segera memakai kacamata hitam bulat miliknya.


"Lancang banget lu nyentuh-nyentuh gw!" Aqila kembali menatap tajam Andrian


"Minimal makasih kek udah di bantuin, lain kali kalau begitu gw ga mau bantuin lu lagi" ujarnya dengan nada sombong


"Dih, gw juga ngga berharap di bantu sama lu! yang bikin gw begini juga kan lu!" balasnya kesal


"Lah kok jadi gw?" herannya bingung

__ADS_1


"Ya kan emang karena lu!"


"Karena gw dari mana nya coba?"


"Pake nanya lagi nih orang"


"Ya gw emang ngga tau letak kesalahan gw"


"Udahlah, berisik banget mulut lu! minta gw cabein? jadi cowo mulut lemes amat!" bentak Aqila kembali kesal


Seketika suasana hening, Andrian duduk terdiam menatap ke arah jendela. Ia bukannya tersinggung, hanya saja tidak ingin masalah sepele menjadi keributan panjang.


Sebagai pria sejati, ia juga seharusnya mengalah saja dari pada menjadi masalah. Tidak akan ada habisnya bila sudah wanita yang berbicara.


"Nih makan, ntar lu sakit lagi, repot gw" cetus Andrian menyodorkan sebungkus roti yang ia beli.


"Ga minat, gw mau ke kelas" Aqila hendak bangkit namun segera di tahan oleh Andrian


"Ngga usah ke kelas dulu, lu masih sakit" kali ini nada bicara Andrian sedikit lembut membuat Aqila memincing kan matanya curiga.


"Tingkah lu mencurigakan" ujarnya tak yakin


"Udah di sini aja, percaya sama gw" Andrian kembali menyodorkan sebungkus roti tadi.


"Makan, lu sakit repot gw sebagai pacar lu" ucapnya berbangga diri.


Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!

__ADS_1


Ig : @_fadhz


Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!


__ADS_2