
"Kalau gw ga begitu lu bakal ingkar janji" ujarnya santai membalas ucapan Aqila.
"Terus belok mana lagi?" tanyanya ketika sudah berada di tengah-tengah komplek.
"Belok kanan, terus berhenti di jalan Lada itu" ucap Aqila memberi arahan.
"Ok"
"Stop! di sini aja ga usah masuk!" larang Aqila, ia takut ketahuan oleh sang ibu.
"Kenapa ngga boleh? kan gw mau antar sampai depan rumah" protes Andrian.
"Udah ga usah banyak omong, cepat pulang sana!" usir Aqila kesal
"Ya udah, senin gw jemput"
"Ga usah, gw bisa jalan sendiri" tolak Aqila
"Gw jemput titik. Gada penolakan!" setelah memberi peringatan kepada Aqila, Andrian mulai pergi menjauh.
Aqila dengan tenang pergi menuju rumahnya yang jelas-jelas sangat dekat dengan tempat tadi, hanya berjarak 1 rumah.
Tanpa dirinya sadari, sedari tadi Andrian telah kembali dan mengintip rumah yang Aqila masuki, hingga ia tahu bahwa rumah bercat putih dengan nomor 7 itu adalah rumah Aqila.
__ADS_1
"Ok, akhirnya gw tau rumah lu, liat aja gw ga bakal ngelepasin lu!"
...***...
Setelah mengantar Aqila pulang ke rumah, Andrian mendatangi basecamp tempat Kenzo and the gang berkumpul, yaitu di rumah tua di pinggiran desa.
Jarak antar desa dan kota tempat tinggal mereka tidak begitu jauh, hanya berjarak 15 km yang kurang lebih membutuhkan waktu 20 menit.
Namun Andrian hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan kecepatan sedang. Ia akan menunjukkan kepada Kenzo bahwa ia juga bisa menaklukan seorang wanita!
Tin tin!
Bunyi klakson motor milik Andrian membuat atensi Kenzo seketika teralihkan. Mendapati seorang tamu tak di undang ke tempat basecamp nya membuatnya waspada.
"Persilakan dia masuk!" perintah Kenzo sembari melepas rangkulan tangannya dari tubuh seorang wanita bayaran.
"Hai bro! ada perkembangan?" sapa Kenzo menatap Andrian
"Ya, tentu saja" ujarnya santai membuka kaleng minuman soda di atas meja
"Bisakah kita berbicara empat mata? aku risih melihatnya" tegur Andrian tatkala sang wanita bayaran mulai menciumi bibir Kenzo
"Tentu saja" Kenzo segera menyuruh semua wanita bayarannya untuk keluar dan menunggu nya sembari bermain dengan anak buahnya.
__ADS_1
Ya, Kenzo adalah seorang pemuda Cassanova, pemicu munculnya kelakuan buruknya itu adalah sang kekasih.
Kenzo yang di tinggal pergi di saat-saat terendah nya membuat dirinya menjadi kehilangan akal sehat.
"Gw bisa naklukin dia" ujar Andrian percaya diri
"Really? Noted, bukan karena paksaan!" tekan Kenzo sembari menyesap rokok di jarinya
"Harus? kayanya kalau pakai sedikit perlu" tawar Andrian
"No! cewe tidak suka paksaan, tunjukkan pesona mu wahai anak muda" ucapan yang terlontar dari mulut Kenzo bagaikan qoutes bapak bapak berambut putih di dalam pikiran Andrian.
"Itu sungguh menggelikan" tanggap Andrian yang membuat Kenzo tergelak, memang benar ucapan Andrian, itu benar-benar menggelikan saat di dengar.
"Aku yakin, wanita-wanita mu itu sangat muak mendengarnya" prediksi Andrian ketika melihat Kenzo
"Tapi, aku yakin ia tidak akan mudah luluh" balas Kenzo tersenyum smirk
"Ya memang butuh waktu, tapi ia akan jatuh ke dalam pelukan ku" Andrian bangkit dan segera meninggalkan Kenzo.
Ia akan menunjukkan kepada Kenzo bahwa ia juga bisa menaklukan hati wanita dan bukanlah seorang pengecut.
"Akan ku tunggu saat saat melihat dirimu hancur!"
__ADS_1