
Pagi ini nampak kegaduhan di rumah Aqila. Bagaimana tidak gaduh? ia bangun kesiangan dan saat ini dasi Pramuka miliknya tak ada di lemari.
Jam sudah menunjukkan pukul 06:47 sedangkan ia masih mengobrak abrik kamarnya sampai-sampai Leo juga ikutan mengobrak abrik lemari pakaiannya.
"Ada ngga?" tanya Aqila khawatir
"Ngga" Leo menggeleng tidak menemukan apa yang mereka cari.
"Makanya jangan nonton Narutooo terusss, kan jadi gini. Bukannya menyiapkan keperluan sekolah besok, malah nonton Sasuke" Omel ibunya kesal melihat tingkah sang putri kecilnya.
"Kak Leo!" Sarah datang dan berdiri di depan pintu sembari berkacak pinggang.
"Ayo jalan! di tunggu Ayah lho!" Sarah kemudian masuk dan menarik tangan Leo yang menatap lekat sang kakak.
Bagaimana ini? ia sedang membantu sang kakak tapi ia juga akan terlambat sekolah. Sedari tadi Sarah telah menunggu Leo di depan rumahnya.
Karena Ayahnya akan segera berangkat kerja jadi ia menyusul Leo di rumah. Jarang sekali Leo tidak sekolah, jadi ia yakin bahwa Leo masih di rumah.
Aqila yang di tatap oleh Leo seolah-olah meminta persetujuan darinya pun hanya mengangguk, membiarkan adiknya itu pergi.
Lebih baik dirinya saja yang terlambat daripada adiknya. Ya sudahlah tak apa sekali-kali saja.
"Dadahhh kakk qilaaa!!" teriak Sarah melambaikan tangannya setelah berhasil membawa Leo pergi
"Nihh dasinya! makanya lain kali di siapin. Sudah berangkat sana nanti telat!" Sang ibu memberikan dasi Pramuka miliknya.
__ADS_1
"Alhamdulillah, untung ga hilang. Makasii bu, qila berangkat dulu! Assalamualaikum" pamitnya terburu-buru.
"Waalaikumsalam, hati-hati!" teriak ibunya di depan pintu.
Aqila menatap cemas jalan raya, bagaimana ini? apakah ia telat atau tidak. Tapi ia harus yakin bahwa dirinya tidak telat.
Kebanyakan bus-bus telah penuh, bahkan banyak yang telah pergi sejak pagi. Ia memang salah, harusnya tadi malam tidak begadang.
'Huhhhh... sial! pasti nanti kena jemur'
Tin!
"Mau nebeng ga?" ucap pengendara motor yang berhenti tepat di depannya.
"Ini wujud permintaan maaf dari gw, udah cepetan kita nanti telat!" Andrian kembali ingin meraih tangan Aqila yang bersidekap di dada.
"Berani lo nyetuh, gw habisin lo!" ucap Aqila dengan wajah marah dan tatapan nyalang yang ia berikan ke Andrian.
"Iya-iya maaf, lain kali gw ga gitu lagi. Makanya ayo! keburu terlambat lho!"
"Ga mau!"
Aqila melongos dan pergi meninggalkan Andrian yang masih terpaku di motornya. Melihat Aqila yang menjauh dan menaiki taksi, membuatnya kesal setengah mati.
Bagaimana mungkin gadis seperti itu berani menolak, mempermalukan serta meninggalkan nya seperti ini? mau taruh dimana mukanya di depan Kenzo nanti.
__ADS_1
Tapi ia harus sabar untuk menghadapi dan mendapatkan gadis itu. 'Ingat Andrian! sebentar lagi pasti gadis itu akan tunduk padamu!' ucapnya menyemangati diri sendiri.
Sembari memacu kecepatan motornya untuk menyusul taksi yang membawa gadis wibunya!
...*****...
"Maaf dek, kamu udah telat 10 menit yang lalu. Jadi kamu tunggu di luar nanti setelah bel pelajaran pertama selesai kamu boleh masuk" ujar satpam penjaga sekolah berusaha menahan Aqila
"Yah... bagaimana pak, saya harus masuk pak" Aqila memaksa sembari menatap tajam Andrian yang datang mendekat ke arah gerbang.
Andrian datang lebih dulu dari Aqila. Meskipun telat 5 menit hal itu masih boleh di tolerir pihak sekolah, namun bila sudah 10 menit ke atas maka harus di hukum 1 jam pelajaran.
"Kasian deh lo, emang enak di hukum?" ejek Andrian kepada Aqila
"Sialan lo!" raung Aqila kesal ingin mencakar-cakar wajah Andrian
"Suruh siapa ga mau ikut? udah di tebengin malah jual mahal, kasian." Andrian lantas pergi meninggalkan Aqila yang sedang emosi.
'Sabar Aqila, nanti kita balas dia. Ok?' Ia menyemangati dan menyakinkan dirinya sendiri.
Jangan lupa like, vote dan dukungannya ya!
Ig : @_fadhz
Semoga bahagia selalu ya, semangat!!!
__ADS_1