Hei, Gadis WIBU!

Hei, Gadis WIBU!
07. HGW! Kesal!


__ADS_3

Aqila hanya terduduk di luar gerbang, panasnya matahari membuatnya ingin segera masuk ke dalam kelas.


Mengingat hari-hari sebelum mengenal Andrian, dirinya bisa hidup dengan tenang tanpa gangguan sama sekali dari siapapun.


Tetapi kini? melangkah saja sudah ada Andrian yang mengikutinya. Kesal sekali rasanya ia.


"Huftttt.... awas aja, Senin nanti ku balas dia"


"Dekk... sudah bel, boleh masuk" ucap satpam penjaga sekolah, mempersilahkan Aqila masuk.


"Terimakasih pak!"


Aqila berjalan di lorong sepi, ia merasa sangat malu kali ini, apalagi ia nanti akan mendapatkan tatapan mata yang tidak mengenakkan.


Ketika langkah kakinya ingin ia tahan perlahan, ia mengurungkan niatnya karena takut guru mapel ke dua telah datang sebelum dirinya.


Bisa-bisa lebih malu lagi dirinya. Jadi malu sekali saja tak apa lah. Ia kemudian mulai mempercepat langkahnya kembali agar segera sampai.


Deg!


Perasaan takut mulai menghampiri, ia gemetar dengan keringat dingin mulai membasahi dahinya.


Ia masuk, kelas tidak hening. Ternyata sedang jamkos dan sudah di pastikan anak-anak akan ribut seperti biasanya.


Untung lah waktu kali ini tepat, ia jadi tidak terlalu malu karena tidak ada yang memperdulikan dirinya, karena sibuk dengan urusan masing-masing.

__ADS_1


Ia memilih untuk bermain handphone saja. Hidup seperti ini terasa membosankan tapi hidup di ganggu oleh Andrian lebih menyebalkan!


Di tengah kebosanan nya, terlintas sebuah ide untuk membalas perbuatan Andrian. Sepertinya cocok untuknya. Baiklah, cukup untuk balas dendam.


"Brakkk!"


Sebuah buku menggambar dan pensil terjatuh di atas meja Aqila. Aqila menatap malas wajah sang pelaku, benar-benar menyebalkan.


"Mau apa?" tanyanya malas, sembari menatap ke arah halaman depan sekolah.


"Lu bisa gambar ga?"


"Ngga"


"Gw bisa gambar"


"Gw cuma ngomong"


"Ada gunanya? kayanya ngga si" kali ini Aqila tidak akan tinggal diam, ia ingin membuat cecunguk satu ini berhenti mengganggu nya.


"Ada, gunanya gw bisa menggambar karakter-karakter kesukaan lu"


"Ga minat, makasih" Aqila hendak beranjak dari tempat duduk untuk pergi ke kamar mandi namun seperti yang sudah-sudah, Andrian kembali mencekal pergelangan tangan nya.


"Lepasin!" Tatapan menghunus Aqila kembali ia layangkan kepada Andrian.

__ADS_1


Untuk beberapa saat kelas cukup hening, dan pergerakan Aqila dan Andrian menjadi tontonan anak-anak yang lain.


"Ngapa lagi tuh?"


"Ga tau"


"Kayanya sih, Andrian suka sama si wibu deh"


"Serius? bau bawang begitu di sukain haha"


"Iya bener, udah cowo gepeng masih aja di haluin"


Ucapan demi ucapan terlempar dan tertuju kepada Aqila, ia tidak bersalah tapi hanya membela harga dirinya sebagai seorang wanita.


"Bisa ga si ga usah gangguin gw? gw tuh muak sama lu!"


Aqila pergi meninggalkan kelas menuju kamar mandi, ia benar-benar sangat kesal dengan kelakuan Andrian yang semakin hari semakin menjadi-jadi.


Di sana ia segera menuntaskan hajatnya. Ia di buat kesal setengah mati dengan tingkah Andrian yang membuatnya malu.


"Ngeselin banget sih? kaya gada kerjaan lain aja!" omel Aqila seorang diri sembari membenarkan penampilan nya.


Ia melangkahkan kakinya keluar dari bilik kamar mandi setelah merapikan penampilannya.


Berjalan kembali di lorong sepi seorang diri, hingga sebuah tangan kembali menarik dirinya masuk ke dalam sebuah lorong kecil.

__ADS_1


Tubuhnya terhimpit dinding dan dada bidang seorang pria, dengan kedua tangan yang menahan dirinya di hadapan sang pelaku.


"Apa lagi sih? ga cukup gangguin gw di kelas hahhh?!!!" teriak Aqila benar-benar marah.


__ADS_2