
(Tringg) Bel berbunyi
Waktu istirahat telah selesai, jam pelajaran terakhir pun dimulai. Di ujung lorong, terlihat seorang perempuan berlari menuju kelasnya. Dengan memakai seragam yang basah kuyup, dia memberanikan diri memasuki ruangan yang bagai neraka tersebut.
(Drkk) Suara pintu terbuka
Alangkah terkejutnya dia saat mendapati seorang guru yang ternyata sudah berada di kelasnya.
Astaga aku kira gurunya belum sampai di kelas. Ucapnya dalam hati
Semua pandangan tertuju kepada gadis tersebut. Mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki, tidak ada bagian tubuhnya yang kering sedikitpun. Dari arahnya tercium bau busuk sampah yang sangat menyengat. Hampir setengah muridnya menahan tawa. Sisanya? Melihat dengan tatapan jijik.
"Astaga, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kamu basah kuyup begitu? Dan lagi, bau busuk apa ini?". Tanya guru tersebut.
"Hihihi, lihat dia..."
"Yaampun bau sekali dia..."
"Ahh kasihan sekali sih hihihi..."
Satu persatu murid yang ada dikelas saat itu mulai membicarakannya. Gadis tersebut hanya terdiam dan tidak menjawab sama sekali. Dia hanya menunduk menahan malu dan cacian dari teman sekelasnya.
"Hahh (menghela nafas). Sekarang ikut ibu ke ruang guru ya?". Ucap guru tersebut
"Baik bu". Jawab Jill
Meskipun gadis tersebut selalu mendapat perlakuan buruk dari orang lain, dia tidak pernah menangis. Untuk seorang wanita, dia memiliki hati yang sangat kuat.
Setelahnya, gadis tersebut pun pergi ke ruang guru bersama gurunya. Guru tersebut bernama Nami, Bu Nami merupakan salah satu guru yang selalu menemani Jill.
Di ruang guru
"Jennifer Illiana, kali ini apa lagi yang diperbuat anak anak kepadamu?". Tanya Bu Nami
"Tidak bu, ini bukan salah siapapun. Ini hanya karena kecerobohan saya." Jawab Jill sambil tersenyum, tentu saja dia berbohong karena sebenarnya dia habis ditumpahi air sampah oleh teman nya.
__ADS_1
"Hahh. Jill, kamu tahu kan? Kamu bisa mengatakan semuanya ke Ibu, Ibu pasti membantumu agar kamu bisa memiliki banyak teman." Ucap Bu Nami
"Terimakasih bu, tapi ini memang murni kecerobohan saya." Tegas Jill
Meskipun dia selalu diganggu oleh temannya, dia tidak pernah sekalipun mengadu kepada guru/orang tuanya. Dia beranggapan jika dia mengadu kepada guru, masalahnya pasti akan berlangsung lama dan itu hanya tindakan pengecut.
"Hahh baiklah, kamu boleh kembali ke kelas sekarang. Tapi sebelum itu, kamu kenapa tidak mengganti seragam mu itu dengan baju olahraga?". Ucap Bu Nami
"Ahh itu ya.... Itu.. Baju olahraga saya-". Ucapan Jill terpotong karena Bu Nami menyodorkan satu pasang baju seragam baru kepadanya.
"Maaf bu, ini kan-"
"Pakai saja, ini memang seragam lama. Ibu sengaja selalu menyimpannya di meja karena mungkin saja suatu saat nanti akan berguna, dan ternyata sekarang berguna juga syukurlah." Ucap Bu Nami
Bu Nami sungguh guru yang baik sekali. Jill yang tidak kuat menahan tangis pun meneteskan air matanya di depan Bu Nami. Seorang gadis dengan hati sekuat baja kini terlihat sangat rapuh dihadapan gurunya.
Bu Nami pun segera menyuruhnya untuk mengganti seragamnya yang basah. Dia sangat baik hati sampai mengizinkan Jill untuk membilas dirinya di toilet guru. Tentu saja Bu Nami menunggunya di tempat tunggu.
Setelah selesai membilas tubuhnya, Jill pun pamit untuk kembali ke kelas.
"Iya, tidak usah berterima kasih. Sudah wajar kan untuk seorang guru membantu muridnya?". Jawab Bu Nami, kini giliran Jill yang tersenyum
Jill pun kembali ke kelasnya.
"Hahh, kasihan sekali dia. Aku tahu ada yang merundungnya, tapi dia sendiri tidak pernah jujur atas apa yang terjadi padanya". Gumam Bu Nami
Sesampainya Jill dikelas, ternyata sudah tidak ada siapapun.
Aku tadinya tidak akan ganti baju karena kupikir aku akan kembali sebelum pelajaran selesai. Ucap Jill dalam hati
Jill pun mengambil tasnya di loker dan ternyata mendapati sebuah pesan dari anak yang merundungnya.
______________________________________
__________________________**** huu__
_________bodoh hahaha______________
__ADS_1
______________________________________
______________________________________
Makannya, aku kan sudah bilang untuk
tidak macam macam denganku. Tapi _
apa? Kau malah ikut campur dengan__ urusank-- bla bla bla___________________
_______________________________________
_______semangat sampah! hihihi_____
_____________________________________
"Hahh..". Jill hanya menghela nafas lalu melemparnya ke tempat sampah. Dia pun segera pulang kerumahnya.
Sesampainya di rumah
"Aku pul--". Perkataan Jill terpotong karena suara teriakan Ibunya. Dia pun bergegas mencari ibunya yang ternyata sedang berdiri terpaku di dekat pintu ruang keluarga.
"Ibu!? Ada apa????". Jill yang awalnya ingin menenangkan ibunya malah terkejut dengan apa yang ada dihadapannya.
"A-apa yang te-terjadi, bu?"
Chap 1 \-END
Jennifer Illiana
16 y.o
__ADS_1