HERSTEL

HERSTEL
Siapa?


__ADS_3

 


"H-hah?"


 


*****


 


 


Jill terkejut karena tiba tiba jatuh ke pangkuan seorang lelaki. Jill menatap mukanya tetapi laki-laki tersebut memakai sebuah topeng, sehingga hanya terlihat bola matanya yang berwarna biru kelam bak langit malam.


 


Hah siapa? Aneh, kenapa aku merasa familiar. Ucap Jill dalam hati


 


(Brukkk). Laki-laki tersebut menjatuhkan Jill


"Aduh, heh kau siap-". Ucap Jill namun terpotong oleh lelaki tersebut.


"Apa yang kau lakukan malam-malam begini? Apa kau benar-benar berniat untuk mengakhiri hidup? Kau tidak memikirkan orang orang yang kau tinggalkan?". Ucapnya marah


"Kau ini sebenarnya siapa? Kenapa kau tiba-tib-". Ucapan Jill lagi-lagi terpotong


"Heh, aku tanya apa yang kau lakukan disini malam-malam? Kau ingin mengakhiri hidup? Kau ini!! Memangnya seberat apa masalahmu sampai kau ingin mengakhiri hid-".


 


"CUKUPP!!!!". Teriak Jill


 


"Kau ini sebenarnya siapa sih?? Kenapa juga kau tiba-tiba marah padaku??? Memangnya kau pacarku? temanku? saudara ku? Bukan kan!!!". Ucap Jill yang membuat lelaki tersebut terdiam.


 


"Kau tidak tahu apa-apa!! Jadi kumohon, jangan halangi aku!". Ucap Jill lalu menangis


Keadaanya menjadi sangat canggung. Sebagaimananya malam datang, saat itu terasa seperti tidak ada siapapun bersama Jill. Hanya ada isak tangisnya dan suara jangkrik yang terdengar ditelinga. Lelaki tersebut hanya terdiam menatap Jill yang marah padanya. Setelah beberapa saat, dia lalu mendekati Jill.


"H-heh, a-apa yang mau kau lakukan?". Ucap Jill.


Lelaki tersebut tidak menjawab, dia hanya mendekati Jill yang masih menangis. Setelah dia berada tepat dihadapan Jill dia lalu membuka topengnya dan mengusap pipi Jill.



"Sekarang kau ingat siapa aku?". Ucap nya


Jill yang bingung hanya terdiam sambil mengingat-ingat siapa lelaki tampan dihadapannya. Mukanya benar-benar terlihat familiar, suaranya, sifatnya..

__ADS_1


"Jeli". Panggil lelaki tersebut.


Karena panggilan tersebut dia sekarang ingat siapa laki-laki yang ada didepannya. Itu merupakan panggilan khusus sahabat lamanya yang tiba-tiba menghilang. Jill lalu meneteskan air matanya (lagi) sambil memeluk lelaki tersebut dan menangis menjadi-jadi.


 


"Kau!!! Kemana saja, hikss- kau selama ini?? Kenapa dulu, hikss- kau, hikss- tiba-tiba menghilang?? Padahal aku, hikss- selalu menunggumu, tapi kenapa?? hikss- kau tidak pernah, hikss- datang dan menghampiriku lagi!! Kau ini sebenarnya, hikss- kemana?? Selama ini, hikss- aku selalu menderita!! Aku tidak memiliki teman!!!". Ucap Jill sambil menangis.


 


"Haha, kau masih tetap pendek ya. Maaf ya dulu aku tiba-tiba meninggalkanmu sendirian. Sebenarnya kau ada masalah apa sampai-sampai ingin mengakhiri hidup begini? Jeli yang aku kenal tidak akan melakukan hal tersebut". Ucap lelaki tersebut sambil membukakan tambang yang ada dileher Jill.


 


Jill tiba-tiba berhenti memeluknya dan mulai menceritakan semua masalah yang menimpanya.


------


 


"Apa???? Berani sekali mereka merundungmu??? Tenang saja Jeli, ada aku sekarang. Aku janji tidak akan meninggalkanmu lagi". Ucap lelaki tersebut


 


"Ya, aku percaya padamu". Ucap Jill


 


"Oh ya, turut berduka atas kematian ayahmu". Ucap si lelaki


*****


"Jill, kamu harus selalu semangat ya. Jangan pedulikan apa kata orang lain, kamu harus kuat"



*****


"Haha, ya.. terimakasih". Jawab Jill, matanya berkaca-kaca, terlihat sekali bahwa dia sedang menahan tangis.


"Hei, sudah jangan menangis lagi nanti matamu bengkak". Ucap lelaki tersebut


"Heh! Aku tidak akan menangis!". Ucap Jill


"Ahahaha iya iya"


Jill yang beberapa waktu ini murung bahkan depresi, mulai tertawa dan ceria lagi. Walaupun hanya dihadapan lelaki ini. Dia benar-benar membawa pengaruh baik bagi Jill.


"Oh iya, ngomong-ngomong, kau ya yang membuatku mengapung? Bagaimana bisa?? Sebenarnya siapa identitas mu yang sebenarnya??". Tanya Jill


Laki-laki tersebut malah tersenyum. Jill tersipu melihat lelaki tampan dihadapannya tersenyum.


"W-woahh, kau kenapa jadi tampan begini?? aeh, aku lupa, kau belum menjawab pertanyaanku tadi!!". Ucap Jill, mukanya benar-benar memerah.

__ADS_1


Lelaki tersebut tertawa melihat tingkah laku Jill.


"Hahahahaha!!!! Apa itu? benar-benar reaksi yang baru dari seorang Jeli!! Ahahahahah!!!!". Ejeknya


"Ha. Ha. Ha; jawab pertanyaanku!". Ucap Jill serius


"Haha, aduh perutku! Baiklah kau menang, kau menang. Yaa... sebut saja aku pengguna kekuatan magis". Jelas lelaki tersebut


"Woahhh, benarkah? Jadi kau benar-benar seorang penyihir?? Jadi kau tinggal di hutan sendirian kan?? Kau bisa memakai sapu terbang? Tapi tongkat sihirmu mana?? Pantas saja dulu jika ingin bertemu denganmu aku harus naik bukit ini dulu". Ucap Jill


"Hahh.. Anak ini benar-benar!! Aku bukan penyihir dan aku juga tidak tinggal sendirian dihutan!! Memang benar aku tinggal di dalam hutan, tapi disana aku juga memiliki rumah dan saudara!!-". Jawabnya


"Aku tidak memiliki sapu terbang dan tongkat sihir karena aku tidak butuh alat seperti itu!! Jika kau tidak percaya, akan kutunjukkan". Ucapnya. Dia lalu menunjukkan bakatnya dan mengapung diudara.


"Woahhhh!!!! Buat aku mengapung juga!!". Ucap Jill


 


"Tidak! Nanti kau terus-terusan memintaku untuk membuatmu mengapung diudara!". Jawab lelaki tersebut


 


"Hmpp". Jill cemberut


"Haha, lihat mukamu seperti ikan kembung!! Sudah sudah. Kita sudah terlalu lama berbincang, kau juga harus pergi sekolah besok kan? Sekarang kau pulang dan tidur ya. Ingat! Jangan pernah berpikir untuk mengakhiri hidup lagi! Jika kau ada masalah, datang saja kepadaku, ya?". Jelas lelaki tersebut


 


"Hah.. baiklah, aku pulang sekarang".


"Nah, anak baik!". Ucap lelaki tersebut sambil menepuk-nepuk kepala Jill.


Diluar dugaan, Jill langsung memeluknya erat.


"Kau, jangan berpikir untuk meninggalkanku lagi! Jika kau begitu lagi, aku bersumpah saat itu juga aku akan mengakhiri hidupku!". Ucap Jill. Lelaki tersebut hanya tersenyum sambil mengusap kepala Jill.


"Kau ini, padahal kita baru saja bertemu, tapi sudah seperti pasangan saja!". Ucapnya


"Aku kan merindukanmu! Memangnya apa salahnya? Kita kan sahabat!". Jawab Jill


"Haha iya iya, kalau begitu cepat pulang sekarang ya". Ucapnya


"Ya.."


 


Jill lalu pergi meninggalkan lelaki tersebut. Saat menoleh kebelakang, lelaki tersebut sudah menghilang.


 


"Haha, terimakasih ya.... Jay".


 

__ADS_1


 Chap 3 -END-


__ADS_2