
"Hesa?"
*****
Jill lalu mengajak Jay untuk menghampiri Hesa. Awalnya Jay enggan, namun Jill menyeretnya.
"Hai Hesa!! Kau sedang bersama siapa?" Tanya Jill
"Hai, aku sedang menemani adikku bermain" Jawab Hesa
"Ohh begitu ya.. Oh iya Hesa, perkenalkan, dia Jay!"
"Ohh hai Jay" Ucap Hesa sambil menyodorkan tangannya
"Oh hai" Jawab Jay dingin
Euh Jay kenapa sih. Ucap Jill dalam hati
"A.. ha..haha... Oh iya Hesa, kau dan adikmu sudah makan belum? Kalau belum, bagaimana jika kita makan bersama?" Tanya Jill
Jay terkejut mendengar tawaran Jill, dia memicingkan matanya pada Hesa dan mengisyaratkan agar Hesa tidak setuju dengan ajakan Jill. Hesa lalu tersenyum ke arah Jay.
"Kebetulan, aku dan adikku belum makan malam, boleh aku bergabung dengan kalian?" Tanya Hesa pura-pura polos, Jay hanya bisa menahan agar tidak mengumpat.
"Boleh, ayo kita makan sekarang!" Ucap Jill
"Oh sebentar, aku cari adikku dulu ya!" Ucap Hesa, dia lalu meninggalkan Jill dan Jay
"KENAPA KAU AJAK DIAA???" Tanya Jay tiba-tiba
"Hah? Memangnya kenapa? Lebih banyak orang lebih seru kan??" Tanya Jill polos
"Hah yaampun, kenapa dia sangat tidak peka.." gumam Jay
"Apa??"
"Tidak"
"Huuuu dasar aneh" Ucap Jill, tak lama kemudian Hesa kembali bersama dengan seorang anak kecil berusia 5 tahun dipangkuannya.
"Waaaaa lucu sekalii, dia ya adikmu??" Tanya Jill
"Iya, dia Villo, panggil di ilo saja"
"Haiii iloo!!!!" Sapa Jill, Ilo hanya diam dan memeluk Hesa
"Waah dia pemalu ternyata, beda sekali dengan kakaknya" Ucap Jill
"Hahaha kau benar" Jawab Hesa, mereka lupa kalau mereka sedang bersama Jay
"EKHEM" Jay caper, Jill dan Hesa lalu berbalik dan tertawa
"Ahahahaha"
"Kenapa kalian tertawa?" Tanya Jay
__ADS_1
"Ah tidak, kalau begitu ayo kita makannn!!!!" Ajak Jill sambil melompat-lompat meninggalkan Jay dan Hesa
"Hei" Sapa Hesa pada Jay
"Apa?" Jawab Jay dingin
"Dia memang selalu begitu ya?"
"Hm? Ya"
"Ahh begitu, aku hanya penasaran saja karena kelakuan dia sekarang dengan di sekolah berbeda drastis" Ucap Hesa, Jay mendadak berhenti berjalan
"Dia.. pendiam?" Tanya Jay
"Iya, dia tidak pernah berbicara pada siapapun. Jika sedang istirahat pun dia selalu sendiri, makannya aku selalu menghampiri nya dan mengajaknya bicara. Untungnya dia mau berbicara padaku" Jelas Hesa, Jay terdiam mendengar penjelasan Hesa.
"Kakak aku ingin kencing" Ucap Ilo pada Hesa
"Ohh, Jay kau pergi susul Jill saja, nanti aku menyusul" Ucap Hesa
"Kau tidak usah menyusul juga tidak apa-apa" Canda Jay
"Dalam mimpimu" Ucap Hesa, Jay lalu menyusul Jill.
Di sisi lain, Jill yang sudah berada di depan restoran bingung.
Kemana mereka???
Jill lalu kembali mencari mereka, namun sialnya dia malah bertemu dengan Viona dan teman-teman nya. Mereka menghalangi jalan Jill
"Bisa-bisanya kita bertemu dengan j*lang ini disini". Ucap Viona
"Hahh.. awas" jawab Jill enggan
"Hee? Kenapa kau buru-buru begitu sih... Kita berbincang dulu sebentar bagaimana??" Tanya Viona sambil merangkul Jill
"Apasih, lepaskan!" Ucap Jill sambil menepis tangan Viona
"Aw! Hah? Kau makin lama makin berani hah??" Ucap Viona, dia lalu menarik tangan Jill, tapi Jill memberontak
"Kau ini apa-apaan sih!!! Lepas tidak!!!" Teriak Jill
"Kalian kenapa hanya melihat!! Cepat bantu aku menyeret dia!" Ucap Viona pada temannya
"Ah iya" Ucap Nia dan Hill
Mereka lalu menyeret Jill keluar, untungnya sebelum Jill dibawa keluar Jay datang.
"Hei kau" Ucap Jay dingin sambil menepuk pundak Viona dari belakang
"Ah! Apa sih???" Tanya Viona sambil berbalik
"Eh?" Viona si j*l*ng itu malah tergoda dengan ketampanan Jay
"Wah siapa dia, tampan sekali" Bisik Hill dan Nia yang masih memegang kedua tangan Jill
__ADS_1
Dasar para p*lac*r ini. Ucap Jill dalam hati
"Eh, maaf ada keperluan apa ya?" Tanya Viona sambil menggunakan nada penggoda
"Lepaskan dia sebelum kau kupanggang" Ucap Jay dingin
"Hah? Kenapa Jill selalu diselamatkan oleh pria tampan sih?". Bisik Hill pada Nia
"Huu kau ini kasar sekali.." Viona memegang tangan Jay
"Beraninya kau wanita j****g!! Kau pikir kau siapa??" Ucap Jay marah, disekeliling Jay terasa aura membunuh yang mencekam.
Viona lalu melepaskan tangannya. Seluruh tubuhnya bergetar, pertanda dia sedang ketakutan. Jill yang takut Jay akan benar-benar membunuh Viona lalu menghentikan nya.
"Jay.. Sudahlah" Ucap Jill
Jay lalu mulai menenang mendengar suara Jill. Jill lalu menghempas tangan Hill dan Nia. Dia lalu pergi ke pinggir Jay.
"Sekali lagi kau berani mengganggu Jill, aku pastikan kau tidak akan bisa bangun lagi!" Ucap Jay lalu menarik Jill pergi.
(Brukk) dari kejauhan terlihat sosok Viona yang tiba-tiba tersungkur ke lantai. Dia mungkin syok karena omongan Jay barusan.
Jay menarik Jill pergi ke parkiran.
"Aduh Jay lepaskan tanganku! Sakit.." Rintih Jill
Jay lalu melepaskan tangannya dan berbalik pada Jill.
"Kau.. kenapa kau harus selalu berurusan dengan mereka sih" Ucap Jay lalu memeluk Jill. Jill terdiam sejenak.
"Sudahlah Jay.. lagipula aku tidak kenapa-napa kan??" Ucap Jill, Jay hanya semakin erat memeluk Jill
"J-ay se-sak!!!" Berontak Jill, Jay lalu melepaskan pelukannya
"Maaf.." Ucapnya, Jill lalu tersenyum dan mengacak-acak rambut Jay
"Hahaha kau ini kenapa jadi begini sih? Sudahlah aku kan tidak apa-apa.." Ucap Jill, Jay lalu memegang tangan Jill dan menyuruhnya masuk ke mobil.
Diperjalanan pulang mereka merasa sudah melupakan sesuatu.
"Jay, apa aku meninggalkan sesuatu di mall tadi?" Tanya Jill
"Aku juga sepertinya meninggalkan sesuatu" Ucap Jay sambil menyetir
"Ahh mungkin karena kita tidak jadi makan malam disana" Ucap Jay santai
"Tunggu makan malam..." Ucap Jill mengingat-ingat, mereka lalu saling bertatapan.
"HESA!!!" Ucap keduanya
Sementara itu di sisi lain
"Jill?? Jay?? Mereka kemana..."
Chapter 11 -END-
__ADS_1