HERSTEL

HERSTEL
Makan Malam


__ADS_3

"HESA!!!!"


*****


"Ahahahaha bisa-bisanya kita melupakan dia!!" Ucap Jay


"Iya juga ya hahaha"


Mereka berdua lalu tertawa disepanjang jalan. Jay yang melihat Jill tertawa bahagia sangat senang, apa jadinya kalau tadi Jay tidak datang tepat waktu? Dia mungkin sudah menangis sekarang.


Mereka makin lama makin berani, aku harus terus didekat Jill. Pikir Jay sambil menyetir


Sesampainya di rumah Jill.


"Ibuu aku pulanggg!!!" Teriak Jill


"Ohh kalian sudah pulang rupanya. Bagaimana mainnya? Menyenangkan?" Tanya Ibu Jill


"Iya!! Ini pertama kalinya aku bermain bersama tem- eh ekhem.. pa-pacar ku ha.. ha.." Ucap Jill malu-malu, Jay yang melihatnya lalu tersenyum. Dia lalu mengusap-usap kepala Jill


"Baiklah tante, karena Jill sudah di rumah sekarang, saya pamit pulang dulu" Ucap Jay sambil menundukkan kepalanya tanda dia menghormat pada Ibu Jill


"Eh? Masa nak Jay sudah mau pulang?? Kau sudah makan?? Ibu sengaja memasak lebih untuk makan malam, lebih baik nak Jay makan bersama kita dulu ya?" Ajak Ibu Jill


"Ah benar juga, kita tidak jadi makan malam tadi. Kau makan malam disini saja Jay" Ajak Jill, Jay mana bisa menolak ajakan Jill kan? Dia lalu mengangguk.


"Baiklah, kalau begitu maaf merepotkan tante"


Mereka lalu pergi ke ruang makan dan menyantap makan malam tersebut.


"Hahaha, jadi kalian meninggalkan teman kalian di mall tadi?? Hahaha kalian jahat sekali!!" Ucap Ibu Jill ketika mereka memberitahu kan kejadian Hesa di mall.

__ADS_1


Teman darimananya. Pikir Jay masam


"Kenapa?? Tidak enak ya?" Tanya Jill saat melihat muka Jay memasam.


"Hah?! Mana mungkin!! Ini enak sekali!! Tante, kau jago sekali memasak ternyata!!" Puji Jay


"Ahaha kau bisa saja!! Ngomong-ngomong, mau sampai kapan kau memanggilku tante?? Panggil ibu saja!!"


Mendengar ucapan ibu Jill, terlihat sekali dalam rautan wajahnya bahwa dia senang.


"Baik.. bu.."


Dia senang karena akhirnya dia bisa memanggil seseorang dengan panggilan 'ibu' lagi. Dia juga senang karena jadi merasa lebih dekat dengan Ibu Jill. Saat dia melirik Jill, dia melihat pipi Jill memerah.


"Kau kenapa?" Tanya Jay khawatir sambil mengusap pipi Jill


(Blushhh) Pipi Jill malah makin memerah.


"T-tidakk!!" Ucap Jill sambil mendorong tangan Jay, semuanya terdiam.


"M-maksudku.. emm.. ah aku kembali ke kamar dulu hehe, ini pasti karena aku belum cuci muka haha!!" Ucap Jill memberi alasan sambil berlari kearah kamarnya. Dia meninggalkan Jay dan ibunya berduaan di ruang makan.


(Brak) Jill langsung menutup pintunya sesampainya di kamar.


Hwaaa, kenapa mereka gampang akrab sekali?? Sampai memanggil ibu??? Rasanya kan seperti... seperti aku dan Jay akan--



Hwaaa apa yang aku pikirkann!!!. Ucap Jill dalam hati sambil menutup mukanya dengan tangan.


Hah benar juga! Jay pasti sedang ditahan oleh ibu sekarang!! Dia pasti sudah dibanjiri pertanyaan-pertanyaan darinya, aku harus menyuruh dia pulang!!. Ucap Jill dalam hati, setelah beberapa saat, dia lalu kembali ke ruang makan.

__ADS_1


"Ibu, Jay sudah terlalu lama berada disini, dia pasti sudah ingin beristirahat sekarang!!" Ucap Jill yang tiba-tiba datang


"Hah?? Cepat sekali kau kembali kemari???" Tanya Ibu Jill heran


"Memangnya tidak boleh?" Ucap Jill kesal, kedua pasangan ibu dan anak tersebut lalu saling bertatap mata dengan kesal.


"Ha.. ha.., Jill benar bu, aku pulang sekarang saja" Ucap Jay


".... baiklah, lain kali kau datang lagi ya!!" Ucap Ibu Jill


"Oh satu lagi-" Ucap ibu Jill lalu berbisik ke telinga Jay


"IBU APA YANG KAU LAKUKAN!!" Teriak Jill namun tidak ada yang merespon


"Ya?" Tanya Ibu Jill sambil tersenyum pada Jay


"Tenang saja bu, oh iya terimakasih atas makan malamnya, masakan ibu sungguh enak sekali!! Selamat malam, oh iya Jill-" Ucap Jay sambil mendekat pada Jill


"Mimpi indah" Ucapnya lembut sambil mencium pipi Jill dan lalu pergi.


(Blushhh) Pipi Jill memerah, dia lalu lari kembali ke kamarnya.


"Ahahaha anakku sudah besar" Ucap Ibu Jill sambil membereskan bekas makan malam tadi.


Hendrik, andai kau masih ada disini.. Padahal aku sudah menemukannya. Pikir Ibu Jill dalam hati


Sedangkan Jill di kamarnya.


"Argb Jayb menyebbalkanb sebkali!!!!!" Ucap Jill sambil menutup mukanya dengan bantal


CHAP 12 -end-

__ADS_1


__ADS_2