
Di bangku taman sekolah, jam istirahat.
"Ada kamu.." gumam Jill, pipinya memerah setiap kali teringat kejadian kemarin.
Hahh, aku ini kenapa?? Kenapa kata-kata Jay kemarin terus terngiang-ngiang di kepalaku??". Ucap Jill dalam hati
"Ada kamu... ehehehe". Guman Jill lagi sambil tersenyum, beberapa detik kemudian dia lalu tersadar lagi
"Ah yaampun!! Aku ini kenapa sih??". Ucap Jill sambil menepuk-nepuk pipinya
Sementara itu di kejauhan, Hesa melihat Jill duduk sendirian. Dia lalu menghampiri Jill dan menyapanya.
"Hai Jill, kau sedang apa?". Tanya Hesa
Jill yang sedang menepuk-nepuk pipinya terkejut. Bisa-bisanya dia bertemu Hesa di bangku taman, apalagi Hesa menyapanya. Wajah Jill memerah karena malu.
"Eh Hesa, aku tidak sedang apa-apa hehe". Ucap Jill
"Hahaha, lalu kenapa mukamu merah begitu?? Jangan-jangan kau habis bertemu dengan pacarmu diam-diam ya???". Ucap Hesa
"Pacar...." gumam Jill
(Blushhh) pipi Jill tiba-tiba merona
"E-eh.. tidak-tidak, aku tidak punya pacar". Ucap Jill sambil mengayunkan tangannya
Yaampun, kenapa juga barusan aku membayangkan Jay??. Ucap Jill dalam hati, dia lalu memalingkan muka karena merah
"Ehh?? Kau kenapa?? Jangan bilang kau membenciku". Ucap Hesa
Jill lalu segera berbalik
"EH??? AKU TIDAK MEMBENCIMU". Ucap Jill heboh
"Ahahaha, kau ini memang lucu sekali ya". Ucap Hesa
(Blushhh) Pipi Jill memerah
"Ahh, kau ini rajanya kata-kata manis ya". Ucap Jill malu
"Ahahahaha"
Hesa lalu berhenti tertawa.
"Oh iya Jill, bagaimana lebammu? Apa masih sakit?". Tanya Hesa
__ADS_1
"Oh.. Itu-- ma-masih sakit sedikit sih hehe". Ucap jill, untungnya dia selalu memakai jas sekolahnya
Mana mungkin aku bilang "lebamku sudah sembuh karena kemarin diobati memakai sihir oleh saudaranya temanku". Ucap Jill dalam hati
"Masih sakit?? Kalau begitu ayo kita ke uks lagi". Ucap Hesa panik sambil memegang tangan Jill
"E-eh, tunggu Hesa!". Ucap Jill, namun seperti biasa, Hesa tidak menghiraukan nya.
Tanpa Jill sadari, dikejauhan ada yang sedang mengawasinya dan Hesa.
Di Uks
"B-berhenti menarikku Hesa!". Teriak Jill
Hesa terkejut, dia lalu melepaskan genggamannya.
"Ahh, maafkan aku Jill, aku tidak tahu kalau kau merasa tidak nyaman". Ucapnya
"Hah.. sudahlah, tidak apa-apa". Sahut Jill
Keadaannya menjadi canggung sekarang. Jill juga tidak bermaksud kasar pada Hesa, karena jika tidak begitu, Hesa pasti akan terus menggenggam tangan Jill. Hal tersebut membuat Jill tidak nyaman.
"Maafkan aku Jill, sungguh. Aku hanya khawatir dengan keadaanmu". Ucap Hesa lagi, dia benar-benar merasa bersalah
Hahh.. Mau bagaimana pun juga dia hanya khawatir padaku, mungkin aku memang terlalu kasar padanya. Ucap Jill dalam hati
"Tidak apa-apa Hesa, maaf, aku juga kasar barusan". Ucap Jill
Yaampun, canggung sekali. Ucap Jill dalam hati
"Oh iya Jill, kemarin aku pergi ke rumahmu. Tapi ibumu bilang, kau sedang tertidur sangat pulas". Ucap Hesa
Hah?? Hesa kemarin ke rumahku???. Ucap Jill dalam hati
"Be-benarkah?? Yaampun maafkan aku Hesa". Ucap Jill, mukanya memerah karena malu.
"Haha, tidak apa-apa ko, aku juga hanya mampir sebentar lalu pergi--". Ucap Hesa
"Oh iya, mana tanganmu, aku mau lihat". Sambungnya
Hah?? Bagaimana ini. Ucap Jill dalam hati
"Kenapa malah diam? Mau aku yang bukakan jas nya?". Tanya Hesa
"TIDAK USAH!". Tegas Jill
"Yasudah cepat tunjukkan lebammu". Ucap Hesa serius
Anak ini kalau sudah serius seram sekali. Ucap Jill dalam hati, dia lalu membuka sweaternya.
__ADS_1
Diluar uks, orang yang mengawasi Jill tadi masih mengikutinya. Dia memperhatikan Jill dan Hesa yang berduaan di uks.
"Hah apa yang dilakukan si j***** itu?? Kenapa dia membuka jasnya??". Ucap orang yang mengawasi tersebut
"Aku harus memberitahu ini kepada _ _ _ _ _"
Di dalam uks
"Sudah kubuka". Ucap Jill
"Eh? Lebamnya kenapa menghilang??". Ucap Hesa heran
Aduhh kan. Ucap Jill dalam hati
"I-ini bukan menghilang, aku mengolesinya dengan foundation agar orang lain tidak melihat lebamnya". Ucap Jill sambil mengalihkan pandangannya
"Hmm- kalau begitu cuci sekarang agar aku bisa mengole-"
"Tidak usah terimakasih, aku sudah mengolesi salep saat di rumah". Sela Jill sambil memakai kembali jas nya
(Kringgg) Bel berdering
"Nah, dengar itu! Bel sudah berbunyi, lebih baik kita kembali ke kelas ya". Ucap Jill sambil mendorong-dorong Hesa
"He-hei okay okay, ayo kita kembali ke kelas". Ucap Hesa sambil memegang tangan Jill
Anak ini kenapa selalu menggenggam tanganku sih??. Ucap Jill dalam hati
"Kau duluan saja, aku mau pergi ke toilet dulu". Ucapnya sambil melepaskan tangan Hesa
Akan jadi perbincangan jika aku dan Hesa kembali ke kelas bersamaan, apalagi sampai berpegangan tangan!. Ucap Jill dalam hati
"Hmm.. baiklah". Ucap Hesa, Jill lalu pergi ke toilet
Hmm, kenapa perasaanku tidak enak ya? Ah sudahlah, dia kan bilang ingin pergi ke toilet, aku tidak boleh terlalu ikut campur juga. Ucap Hesa dalam hati, dia lalu pergi ke kelas
Di koridor
"Hahh--- hahh---". Jill terengah-engah, dia lalu melihat kebelakang
"Sepertinya Hesa tidak mengikutiku, sekarang aku tinggal kembali ke kel--"
(Plakk)
Chap 8 -END-
Hesa -
__ADS_1
ps; sorry bgt author lagi banyak tugas jadi up nya tanggal 26 ya, thx :)