HERSTEL

HERSTEL
Pengguna magis


__ADS_3

*****


"Nahh, jadi sebenarnya kita mau pergi kemana malam-malam begini Jay?". Tanya Jill


"Nanti juga kau tahu. Kau mau terbang atau teleportasi?". Tanya Jay


"TERBANG!!!!"


"Haha, sudah kuduga. Kalau begitu, pegang tanganku". Ucap Jay


Dia lalu mengulurkan tangannya pada Jill. Mereka keluar melalui jendela kamar Jill, kebetulan arahnya menuju ke belakang rumahnya. Jadi tidak akan ada yang melihat mereka.


"Waahhhh Jay aku terbang!". Ucap Jill


Jay tersenyum, dia lalu membawa Jill ke bukit belakang rumahnya.


"Hahh? Jadi maksdumu 'pergi ke suatu tempat' itu.. pergi ke bukit ini??". Tanya Jill


"Bukan, ada satu tempat yang ingin aku tunjukkan padamu". Jawabnya


Mereka lalu memasuki hutan di atas bukit tersebut.


"J-Jay, gelap sekali". Ucap Jill ketakutan


Jay lalu melakukan sihir penerangan. Sekarang jalan yang dilalui oleh mereka menjadi terang.


"Wuahh, kau melakukan sihir ya??". Tanya Jill


"Yap"


"Apa aku bisa belajar sihir??". Tanya Jill lagi


"Sayangnya tidak, orang yang tidak terlahir memiliki 'bakat' ini tidak akan bisa mempelajari nya". Jelas Jay

__ADS_1


"Hmm begitu ya. Oh iya Jay, kau bilang kau bukan penyihir kan? Lalu? Kau itu apa?". Tanya Jill lagi


"Hmm, bagaimana ya. Jadi begini awalnya, kami para pengguna magis dikenal sebagai magicer. Sebenarnya kami tidak ada bedanya dengan kalian. Kami juga hanya manusia biasa, hanya saja kami diberi sedikit anugerah oleh yang maha kuasa--". Jelas Jay


"Tunggu sebentar, 'kami'? Jadi selain kau, masih ada lagi pengguna kekuatan magis?". Ucap Jill menyela


"Ya, dan kau jangan menyela dulu, dengarkan aku sampai habis baru bertanya, mengerti?". Sahut Jay


"Ya.. ya.. baiklah"


"Nah, kami sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu. Bahkan, kami berperan penting demi kemajuan negara, khususnya di bidang pertahanan. Namun seiring dengan adanya perkembangan zaman, kami dilupakan. Lalu lambat laun kami dikenal dengan sebutan 'penyihir'. Sekarang bahkan banyak sekali berita-berita palsu mengenai kami. Kami dikenal sebagai orang jahat, kami buruk rupa, kami ditakuti oleh masyarakat, karena itulah kami menyembunyikan identitas. Walaupun begitu, kami selalu berbaur dengan manusia biasa. Kami bekerja seperti biasa, pergi sekolah, bahkan jatuh cinta pada manusia biasa pula. Nantinya, jika kami menikah dengan manusia biasa, anak kami akan disebut half-magis". Jelas Jay


"Ohh jadi begitu, tapi ngomong-ngomong Jay, kau tidak abadi kan? Atau jangan-jangan kau berpura-pura sebaya denganku ya???". Tanya Jill


"Pftt, tentu saja tidak dasar bodoh. Aku kan sudah bertemu denganmu saat aku kecil, manamungkin kan aku abadi?". Jawab Jay


"Siapa tahu? Bisa saja kau memakai sebuah sihir agar terlihat sebaya denganku". Ucap Jill


"Hahahahaha!!!!! Ini akibatnya jika terlalu percaya dengan berita palsu!!". Ucap Jay


"Haha, tentu saja kami tidak abadi Jill. Hanya saja, kami bisa hidup sedikit lebih lama daripada manusia biasa pada umumnya. Mungkin jika digambarkan, manusia biasa biasanya bertahan sampai ±80 tahun. Kami bisa sampai ±120 tahun". Jelas Jay


"Ohh, jadi begitu ya.."


"Ya, apalagi yang ingin kau ketahui?". Tanya Jay


"Sebentar, aku pikirkan dulu... Oh ya benar!". Ucap Jill


"Apa itu?" Tanya Jay


"Apa saja kekuatan kalian? Maksudku, selain teleportasi dan terbang".


"Oh jadi itu yang ingin kau tanyakan, kemampuan setiap magicer itu berbeda-beda. Tapi untuk teleportasi, terbang, dan membuat penerangan seperti ini sudah menjadi kemampuan yang wajib/umum bagi magicer". Jelas Jay

__ADS_1


"Jadi begitu, lalu? Apa saja kekuatan spesial tersebut??"


"Ada yang memiliki kekuatan spesial penyembuhan, ada juga pertahanan, ahli ramuan/obat-obatan, ahli menggunakan segel, dan lain-lain". Jelas Jay lagi


"Hmm baiklah..."


Mereka lalu sampai di tengah hutan.


"Kita sudah sampai". Ucap Jay


"Hah? Sampai katamu? Jadi maksudmu 'suatu tempat' itu pergi ke tengah hutan?" Tanya Jill heran


"Tentu saja bukan, kau lihat pohon-pohon didepan? Apa kau tidak aneh melihatnya?". Tanya Jay


Memang sih, pohonnya berdempetan. Dan lagi, pohonnya besar- besar sekalii. Ucap Jill dalam hati


"Memang aneh sih.. Tapi memangnya kenapa?". Tanya Jill


"Hahh.. sudah aku beri clue pun kau masih tidak bisa menjawabnya ya". Ejek Jay


"Aku kan memang tidak tahu!!" Ucap Jill kesal


"Haha, ya ya. Selamat datang--"


(Sringgg) suara sihir Jay membuka sebuah jalan diantara pepohonan tersebut.


"Woahhhh". Ucap Jill terpana


"Di kediaman para magicer"


Chap 6 -END


__ADS_1


Jayden Regius


17 y.o


__ADS_2