
(Plakkk)
*****
Tiba-tiba seseorang menampar Jill dengan sekuat tenaga. Jill lalu tersungkur ke lantai. Orang yang menampar Jill lalu memegang dagunya dan menamparnya lagi.
"Ini yang kau dapatkan jika kau menggoda Hesa!"
Suara ini. Ucap Jill dalam hati
"Kau Vio--"
(Plakk)
"BERHENTI BERBICARA DASAR P*****R!!!!"
Viona terus menerus menampar Jill sampai dia pingsan. Dia lalu meninggalkan Jill yang pingsan di lantai.
"Ayo kembali ke kelas". Ucap Viona pada teman nya
Hesa yang saat itu sudah berada di kelas heran, kenapa Jill belum kembali juga padahal sudah hampir satu jam pelajaran? Hesa lalu izin keluar dengan alasan pergi ke toilet.
Hesa lalu berlari mencari Jill di uks, namun tidak ada tanda-tanda keberadaan nya.
Berarti benar. Toilet. Ucapnya dalam hati
Hesa berlari cepat sekali ke arah toilet perempuan. Untungnya dia mengambil arah yang sama dengan yang dilalui Jill, jadi dia menemukan Jill dengan cepat.
"JILL!!!!!!". Teriaknya
Jill tersungkur di lantai, dia masih pingsan karena perbuatan Viona tadi. Hesa lalu segera membawa Jill ke uks. Sesampainya disana, dia lalu membaringkan nya di ranjang uks.
"Jill... sebenarnya siapa yang berbuat sekejam ini padamu? Kenapa kau selalu menyimpan masalahmu sendiri?" Ucap Hesa
Setelah itu Hesa menunggu Jill terbangun. Bahkan dia sampai ketiduran.
"Mmmm-" Jill siuman
"Di mana ini? Oh uks" Ucap Jill setengah sadar, dia lalu tersadar bahwa Hesa sedang tertidur di sebelahnya
Eh? Apa tadi Hesa yang membawaku kemari?
"Hesa..." Panggil Jill sambil menggoyang-goyangkan tubuh Hesa dengan lembut
"Mmmm, JILL?? Kau tidak apa apa????
(Blushhh). Pipi Jill memerah
"I-iya aku sudah merasa lebih baik sekarang"
"Syukurlah.."
Hesa terlihat lega melihat Jill siuman. Dia lalu membawakan Jill air minum dan es batu untuk mengompres pipinya.
__ADS_1
"Ini, dan juga pakai ini"
"Terimakasih"
Hesa lalu mengamati Jill. Dia ingin bertanya, tapi dia tidak tahu harus menanyakan apa.
"Mmm- Jill, tolong jawab dengan jujur. Siapa yang berbuat seperti ini padamu?" Tanyanya
"......"
"Viona.." Ucap Jill pasrah
"Ck, dia lagi dia lagi. Jangan bilang kau sudah sering dirundung olehnya??"
"......"
"Ternyata benar. Tenang saja Jill, mulai sekarang aku akan selalu bersamamu, jadi kau tidak usah takut dirundung olehnya!!"
Jill tersenyum. Bagi Jill, ini merupakan pertama kalinya seseorang membelanya selain Bu Nami dengan Jay.
"Terimakasih, sungguh"
Hesa tersenyum, dia lalu mengelus-elus kepala Jill
"Jangan sungkan ya, sekarang aku antar kamu pulang ya". Jill lalu mengangguk, Hesa lalu mengantarkan Jill pulang
"Sekali lagi terimakasih Hesa"
"Ya, kalau begitu aku pulang dulu ya"
Hesa lalu pulang ke rumahnya. Saat Jill memasuki kamarnya, dia terkejut karena mendapati Jay yang sedang tidur di kasurnya.
Hah? Apa yang Jay lakukan disini?
Jill tidak terlalu menghiraukan nya, dia lalu ganti baju di kamar mandi. Sesudah ganti baju, Jill lalu membangunkan Jay.
"Jay, bangun.." Ucap Jill sambil menggoyangkan tubuh Jay lembut
Betss. Jay menarik Jill ke pelukannya
"Maaf" Ucapnya tiba-tiba
"H-hei, m-maaf kenapa?"
"Maaf aku tidak bisa melindungi mu di sekolah"
Hah? Jadi Jay tahu apa yang terjadi di sekolah??
"Tidak apa-apa Jay.."
"Maaf, maafkan aku, maafkan aku Jill" Ucapnya, kini dia semakin erat memeluk Jill
"I-ya, J-ay se-sak Jay" Ucap Jill sambil memukul-mukul Jay
__ADS_1
Jay terdiam, dia lalu mengamati Jill
"Hah? Ini bukan mimpi?" Ucap Jay sambil mencubit pipi Jill
"AW!" rintih Jill
"Kau ini kenapa sih?"
"Hah? Kau sudah pulang ternyata. Aku sudah menungguku daritadi, eh? pipimu kenapa?" Ucap Jay
Hah? Bukannya dia sudah tahu ya? Ah! Mungkin dia tadi hanya mengigau saja
"Ah ini-"
"Diam" Jay lalu menatap mata Jill, dan dalam sekejap mata dia tahu seluruh kejadian Jill ditampar Viona di sekolah
"Wanita ja***g ini, dia harus diberi pelajaran" Ucap Jay, matanya memerah seperti waktu itu
"J-JAY TOLONG TENANG!" Teriak Jill
Jay lalu menjadi lumayan tenang dan matanya kembali berwarna biru
"Jay.. aku sudah tidak apa-apa. Tadi Hesa sudah-"
"Lagi lagi anak bernama Hesa! Dia itu anak yang memiliki rambut cokelat dan pintar kan?"
"Eh? Kau tahu dia?"
"Mm itu.. aku pernah mencari tahu tentang nya. he he" Ucap Jay sambil mengalihkan pandangannya
"Oh jadi begitu"
"Jadi? Kau tadi diselamatkan olehnya? Begitu?" Tanya Jay
"Ya, kurang lebih begitu.."
Jay lalu memperhatikan Jill dan mengelus pipinya.
"Maaf Jill, aku tidak bisa menemanimu di sekolah" Ucap Jay
Jill tersenyum.
"Sudahlah, kau tidak usah merasa bersalah begitu. Oh iya, bagaimana kalau sekarang kita pergi jalan-jalan?" Ajak Jill
Kini Jay tersenyum mendengar ajakan Jill.
"Baiklah, ayo pergi"
Chap 9 -END-
Hill
16 y.o
__ADS_1