
Di sekolah, dikelas.
Hahh, aku akhirnya kembali bersekolah berkat Jay. Pulang sekolah nanti aku akan menemuinya. Ucap Jill dalam hati
"Anak-anak, sekarang kalian kedatangan murid baru!". Ucap guru mata pelajaran
"Wahh, ada anak baru!"
"Semoga dia lelaki tampan!"
Anak-anak dikelas berbisik penuh harapan.
"Nah kamu kemari, perkenalkan namamu".
(Tap tap tap)
"Wahhhhh laki-laki!!"
"Yaampun dia tampan sekali!!"
Hahh, berisik sekali. Ucap Jill dalam hati
"Hi! Namaku Hesa Denerick, panggil saja Hesa".
Wahh diluar dugaan, dia sepertinya memiliki sifat yang ceria. Ucap Jill dalam hati
"Nah, Hesa kau langsung duduk saja ya". Ucap guru
Anak baru tersebut menghampiri meja kosong disebelah Jill. Disaat anak-anak kelas lainnya berbisik mengenai Hesa, Jill terlihat sangat tidak peduli.
"Ekhem, hai!". Sapa Hesa, namun Jill mengabaikannya.
"Hei lihat itu, Jill lagi-lagi mengabaikan orang lain!"
"Sttt, nanti terdengar!!"
Anak-anak kelas berbisik tentang Jill. Jill yang tidak suka ketenangannya diganggu dengan terpaksa menjawab sapaan Hesa.
"Oh hai". Jawab Jill dingin
Setelahnya, Hesa menanyakan berbagai pertanyaan pada Jill.
"Wahhh akhirnya kau menjawab sapaanku! Siapa namamu? Kau memang selalu sendirian seperti ini ya? Apa kau suka komik? Mau ikut aku merental komik sepulang sekolah?". Tanya Hesa
"Hahh.. Maaf, em- Hesa, aku ada janji". Jawab Jill datar
"Wahhh jadi kamu sudah punya pacar ya? Siapa? Sekolah dimana dia? Waahh pasti pacarmu tampan karena kamu cantik!". Ucap Hesa
Jill tidak menghiraukannya, dia merasa sangat terganggu dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh Hesa. Dia pun izin pergi ke toilet.
Jam istirahat
"Heesaaaa, ayo kita beli sandwich di kantin! Sandwich nya enak lohh!" Ajak salah satu gadis
__ADS_1
"Wahh benarkah? Hei kau, ayo kita pergi ke kantin!". Ajak Hesa pada Jill
"Aduh Hesa, kau ini untuk apa mengajaknya. Sudah tinggalkan saja dia di sini! Ayo pergi ke kantin!". Ucap gadis yg mengajak Hesa tersebut
"Hah? memangnya kenapa?". Tanya Hesa
"Sudahlah, nanti kuceritakan di kantin! Ayo!". Jawab gadis itu sambil menyeret Hesa keluar
Hahh, dasar. Dia ini mudah sekali dibujuk. Ucap Jill dalam hati.
(Drkkk) suara pintu kelas terbuka. Geng perundung datang menghampiri Jill. Baru saja dia senang semalaman karena bertemu sahabat lamanya, sekarang sudah disuguhi oleh beberapa orang pengganggu.
"Heh, masalah kita kemarin belum selesai!". Sahut Viona
"Memangnya siapa yang punya masalah denganmu?". Jawab Jill
"Hah! lihat ini! Dasar anak yatim tidak tahu diri!". Ucap Hill
(Brukk) Jill menggebrak meja, kelas tersebut seketika menjadi hening. Semua siswa tertuju pada Jill. Baru pertama ini Jill menggebrak meja, biasanya dia hanya beradu mulut dengan Viona.
"H-hah, a-apa apaan kau ini! Berani sekali kau menggebrak meja saat kita sedang berbicara!". Ucap Viona
"Apa? Berbicara? Aku tidak salah dengar? Kau bilang berbicara? Jadi mencari masalah itu kau bilang berbicara ya?". Jawab Jill
"Kau!! Dasar anak yatim!!". Ucap Viona sambil menjambak rambut Jill
"Aaaaa! lepaskan tanganmu dari rambutku dasar ******!". Teriak Jill
"Apa kau bilang? Beraninya kau berbicara kotor pada Viona!". Sahut Nia. Dia dan Hill lalu ikut menjambak Jill, mereka bahkan mendorong Jill hingga jatuh dan melemparinya dengan buku paket.
Jill mati rasa, tubuhnya lebam akibat lemparan buku dari geng perundung tersebut. Bertepatan dengan waktu Jill dirundung, Hesa kembali ke kelas. Dia terkejut melihat Jill diperlakukan tidak baik oleh orang lain.
(Betss). Hesa memegang tangan viona yang masih menjambak Jill.
"Hei, kau beraninya! Hahh??". Viona terkejut melihat lelaki tampan dihadapannya
"Si-siapa anak ini? tampan sekali!". Bisik Hill dan Nia.
"Apa yang kau lakukan padanya?". Tanya Hesa dingin, Hesa yang selalu terlihat ramah dan ceria kali ini memasang mimik muka yang serius.
"H-hah? Ti-tidak kok, kita hanya bermain-main saja dengannya". Ucap Viona berpura-pura baik.
"Kau pikir aku bodoh? Bermain-main sampai lebam begini? Kau gila ya?". Ucap Hesa
"Heh lihat, Hesa membela Jill".
"Wah iya Hesa membelanya! Kenapa dia membelanya ya?".
Jadi namanya Jill ya. Ucap Hesa dalam hati
Viona kesal, tapi dia menyukai Hesa, dia pun mengalah dan pergi bersama gengnya.
"Ayo pergi Hill, Nia". Ucap Viona. Mereka pun meninggalkan kelas Jill
__ADS_1
"Kamu tidak apa-apa? Kita ke uks sekarang ya". Ucap Hesa lalu menggendong Jill.
"Hei kau! Turunkan aku! Hesa! Turunkan aku!!!!". Ucap Jill
Hesa tidak menghiraukan Jill, dia hanya bergegas menggendong Jill ke uks. Sesampainya di uks, dia dengan cepat menidurkan Jill dan mengambil kotak obat.
"Nah Jill kan? Perlihatkan luka lebam mu!". Ucap nya
"Hei kau! Mau apa kau!". Jawab Jill curiga
"Hahh, diam dan perlihatkan luka lebam di tangan dan kakimu! Cepat!". Ucap Hesa serius
Jill pun mengalah dan memperlihatkan luka lebam nya pada Hesa.
Diluar dugaan, dia serius sekali jika sedang marah. Dia juga sangat terampil dalam mengobati lebamku, disaat seperti ini dia terlihat tampan sekali. Ucap Jill dalam hati
"Nah sudah selesai, untuk sekarang aku sarankan kau untuk izin pulang terlebih dahulu dan beristirahat di rumah". Ucap Hesa
"Terimakasih". Jawab Jill.
Hesa tersenyum, sebenarnya banyak yang ingin dia tanyakan pada Jill. Tapi untungnya dia tahu kondisi Jill sedang tidak memadai. Hesa menyadari bahwa Jill sedang syok.
"Baiklah, aku antar kamu pulang ya". Ucap Hesa
"Eh? Ti-tidak usah! aku bisa pulang sendiri, aww!!". Ucap Jill kesakitan
"Bisa pulang sendiri apanya! Aku akan antar, kau tunggu disini ya!". Ucap Hesa lalu pergi
Hesa ternyata anak baik, sepertinya tidak apa-apa kan jika aku berteman dengannya?. Ucap Jill dalam hati
Hesa memang baik sekali. Tak lama kemudian, Jill pulang ke rumahnya bersama Hesa.
"Terimakasih Hesa, kau tidak akan istirahat dulu?". Ucap Jill
"Tidak Jill, aku akan kembali ke sekolah. Nanti aku akan menjengukmu!". Ucap Hesa
"Iya, sekali lagi terimakasih". Ucap Jill
Hesa lalu kembali ke sekolah.
"Dia memang anak baik". Ucap Jill
(Srukk srukk), suara semak semak.
"Si-siapa disana???"
"DARRRRR!!"
Chap 4 -END-
Hesa Denerick
__ADS_1
17 y.o
ps: Hi, besok sama lusa author bkl up ya, thx :)