
"Selamat datang--"
"Di kediaman magicer".
*****
"W-WOAHHHHH, ternyata di bukit belakang rumahku ada bangunan sebesar dan seluas ini??? Kenapa dari luar tidak terlihat??". Tanya Jill penasaran
"Karena kita menggunakan sihir pelindung, jadi orang biasa tidak akan bisa melihat kediaman kami". Jawab Jay
Pantas saja aku tidak pernah melihat bangunan ini. Ucap Jill dalam hati
"Nah sekarang, ayo kita masuk". Ajak Jay
Mereka lalu masuk ke bangunan tersebut.
"Selamat malam tuan muda". Sapa semua pelayan yang berada di hall
"HAH" <- Tidak bisa berkata apa-apa
"Ahh ini hanya bangunan tua saja ko, ini kan juga milik kakek ku". Ucap Jay
Bukan, bukan itu bodoh. Dan dia bilang apa barusan? 'Hanya' bangunan tua??. Ucap Jill dalam hati
(Tep tep tep) suara seseorang mendatangi Jill dan Jay.
"Selamat malam tuan muda". Sapa seseorang
"Oh, Fredly. Tolong panggilkan Mirabel kemari". Ucap Jay
Fredly? Sepertinya dia kepala pelayan disini. Mirabel juga, siapa pula Mirabel ini??. Ucap Jill dalam hati
"Baik tuan, akan saya panggilkan. Sebelum itu silahkan tuan muda dan nona menyapa tuan besar terlebih dahulu". Ucapnya
Tuan besar?.
"Nah Jill, ayo kita temui ayahku". Ucap Jay
"A-ayah mu?"
"Iya, ayo cepat"
Jay lalu menggandeng tangan Jill dan menemui ayahnya. Diluar dugaan Jill, ayahnya terlihat masih sangat muda dan mirip sekali dengan Jay, hanya saja dia memiliki mimik muka yang lumayan serius
"Ayah". Sapa Jay
"Hai anakku!! Wah, kamu bawa siapa ini?". Jawab ayah Jay
Hah? Hampir saja aku salah menilai orang. Ucap Jill dalam hati
"Perkenalkan tuan, saya Jennifer Illiana. Anda bisa memanggil saya Jill". Ucap Jill
"Illiana?". Ucapnya mendadak serius
"I-iya tuan". Jawab Jill sedikit gemetar
Ayah Jay lalu mendekati Jill dan meneliti mukanya.
Ayah tidak biasanya begini. Memangnya kenapa dengan nama tersebut?. Ucap Jay dalam hati
__ADS_1
"Ahh tidak, kau mengingatkanku dengan seseorang". Ucap ayah Jay
Mengingatkannya akan seseorang?. Ucap Jill
"Sudah jangan dipikirkan, oh iya aku belum memperkenalkan diri ya? Perkenalkan, namaku Gilius Region, ayah Jay". Ucapnya
"Salam kenal tuan". Ucap Jill
"Ahh, jangan panggil aku tuan! Panggil aku ayah saja seperti Jay".
"Maaf?". Tanya Jill heran
"Panggil aku ayah".
"A-ayah?". Ucap Jill
"Nah bagus, susah sekali kau memanggilku ayah, kalau begitu, silahkan bermain dengan Jay ya. Dia memang menyebalkan, tapi dia anak yang baik". Ejek ayah Jay
"Heh!" ucap Jay marah
"Ahahahaha" Jill & ayah Jay tertawa
"Tuan dan nona, maaf karena telah mengganggu waktunya. Saya sudah memanggil Mirabel seperti yang diperintahkan oleh tuan muda". Ucap pelayan tadi
"Mirabel? Kenapa kau memanggilnya? Memangnya kau sakit Jay?". Tanya ayahnya panik
Hah?
"Tidak, dia aku panggil untuk menyembuhkan Jill. Badannya lebam". Jawab Jay
Untukku?
"Apa????". Ucap ayah Jay kaget
Hah????
"Ahh, maaf ayah tapi luka ini sudah tidak sakit lag-". Jawab Jill
"Omong kosong". Tiba-tiba ada seorang perempuan yang menyela omongan Jill
Siapa wanita ini?. Ucap Jill dalam hati
"Aku bisa tahu kalau lebamnya masih sakit. Sini kuobati". Ucapnya
(Ssshhhh) suara sihir saat mengobati Jill
"Wahh sudah tidak sakit lagi, terimakasih". Ucap Jill
"Heh, sama-sama". Ucapnya
"Bagus karena kau langsung mengobati nya Mirabel". Ucap Jay
"Heh, tentu saja. Tapi ngomong-ngomong, siapa dia?". Ucap Mirabel
"Oh perkenalkan namaku Jill". Sahut Jill
"Ahhh pantas saja Jay sampai menyuruhku kemari. Orang yang di sayan-".
(Bletak), Jay memukul kepala Mirabel
"HEH". Ucap Mirabel
"Hahaha". Ayah Jay tertawa
__ADS_1
"Ah paman, aku tidak melihat kau ada disitu tadi". Ejek Mirabel
Paman? Berarti dia adik sepupunya Jay?. Ucap Jill dalam hati
"Kau ini, sama saja seperti Jay. Menyebalkan. Memang Jill yang terbaik huhu". Ucap ayah Jay sambil memeluk Jill
"Eh?" Ucap Jill heran
"APA YANG AYAH LAKUKAN??". Jay marah
"AHAHAHA LIHAT JAY CEMBURU. HWAHAHAHAHA". Ucap Mirabel dan Ayah Jay, muka Jay lalu memerah
Hah mereka sama saja. Ucap Jill dalam hati
"Ah sudahlah. Karena sudah selesai perkenalan dan pengobatan nya. Sekarang kau pulang". Ucap Jay
"Heiiii, baru saja sampai sudah mau pulang?". Tanya ayah Jay
"Iya, kau ini kenapa malah mengusir Jill?". Ucap Mirabel
"Hah, bukannya mengusir. Ini kan sudah malam, nanti jika dia flu saat pulang bagaimana?". Ucap Jay
"Ya kau bawa lagi dia ke sini". Jawab Mirabel
"Hahh sudah, pokonya Jill pulang sekarang dan aku akan mengantarnya". Ucap Jay sambil membawa dia keluar
"Waa lihat itu! Pangeran mau mengantarkan tuan putri! Hahahaha!!!!". Ejek Mirabel
Terdengar suara mereka yang masih mengejek Jay dan tertawa dari dalam.
"Ahaha, Jay, aku tidak tahu kalau keluarga mu merupakan perkumpulan orang-orang yang ceria". Ucap Jill
"Hmm sudahlah". Jawab Jay malu
"Haha, oh iya Jay, siapa saja yang tinggal disini?". Tanya Jill
"Hmmm banyak, mungkin sekitar ±200 orang?". Jawab Jay santai
"HAH? 200 orang??". Ucap Jill membatu
"Pftt, ya"
lucu sekali muka kagetnya. Ucap Jay dlm hati
"Waah, tapi kenapa aku tidak bertemu dengan ibumu ya?". Tanya Jill
"Itu karena ibuku sudah meninggal 2 tahun yang lalu". Jawab Jay
"Ah... Maaf Jay, aku tidak tahu, sungguh.. Aku benar-benar minta maaf". Ucap Jill
"Tidak apa-apa, aku juga sudah tidak apa-apa sekarang". Ucap Jay sambil tersenyum
Senyumannya memiliki berbagai arti. Dia terlihat baik-baik saja namun terlihat berduka disatu waktu.
"Emm Jay, kau.... pasti sangat menyayangi ibumu kan?". Tanya Jill
Jay tidak menjawab, dia hanya mempercepat langkahnya. Saat dia sudah berada agak jauh dari Jill, dia lalu berbalik ke arahnya.
"Ya, aku sangat menyayanginya. Bohong jika aku bilang aku tidak sedih karena kepergiannya. Tapi sekarang aku sudah tidak apa-apa," Ucap Jay lalu mendekat ke arah Jill.
"Karena sekarang," sambung Jay, langkahnya berhenti tepat didepan Jill
"Ada kamu"
__ADS_1
Chap 7 -END-