Hidup Di Perantauan

Hidup Di Perantauan
Hidup Di Perantauan


__ADS_3

Seorang keluarga yang hidup di prentauan.


Mereka suami istri dan mempunyai satu anak, nama anak Azzam.


"Bang pergi lah merantau di sini hidup kita sangat lah sulit."


istri berbicar kepada suami nya sambil mengeluarkan air mata.


"Bagai mana dengan kamu Dek...? " ucap suaminya yang bernama Joko


"Untuk sementara biar lah aku tinggal di sini Abang merantau sendiri saja dulu nanti jika abang sudah mendapatkan pekerjaan dan menyewa kontrakan ajak lah kami" istri berkata sambil geletak di paha suami Joko.


Sunggu Joko sangat tidak sanggup meninggalkan istri dan anak nya hidup di rumah orang lain, namun ia pun sangat susah mendapatkan rejeki di tempat nya saat ini.


Pada suatu hari, Joko pamit sama istri untuk pergi merantau,


sungguh sangat sedih dan sangat nyesek di hati atas kepergian suaminy.


"Dek.. abang pergi dulu ya?" ucap suami nya sambil menahan air mata yang hampir jatuh di pipi nya.


Namun apa lah daya suami istri ini harus bisa menahan semuanya.


"Dek, jangan lupa doakan Abang selalu ya dan jaga anak kita dengan baik" ucap Joko.

__ADS_1


Joko pun pergi sambil mencium kening istrinya dan anak nya.


Setelah beberapa bulan suami mengajak istrinya ke sebuah kontrakan suami nya, dia bekerja membuka usaha bengkel kreta/motor.


"Ini lah kontrkan ku dek berkat doa mu kita bisa bersama-sama lagi, muda-mudahana rejeki kita ada disini" ucap Joko.


Tapi apa lah daya Ibu yang punya kotrakan nya seorang janda kaya yang sangat sombong.


Setiap hari sang istri kena omelan karna masalah anak nya,


namu apa lah daya sangistri hanya bisa memendam nya di dalam hati.


Janda tua itu mempunya anak umur sepuluh tahun.


Dan sering sekali berantam dengan Azzan karna masalah sepeleh.


Karna Azzam selelu salah di mata Ibu kos nya maka nya Dewi selalu berusaha melanggar berkawan sama anak Ibu kos nya itu.


Makin lama mungkin Ibu kos itu terlalu kepo dan sirik melihat keluarnga mereka karna semakin hari semakin lumayan penghasilan nya sang suami. Dan Ibukos itu menaikan harga kontrak satu bulan menjadi delapan ratus ribu.


yang seharus nya mereka membayar lima ratus ribu perbulan nya.


"Bang bagai mana ini rumah sewa kita naik menjadi delapan ratus ribu, belum lagi listrk perbulan. dan uang bulanan kita" ucap Dewi.

__ADS_1


"Ia dek, itu lah yang sedang abang pikirkan, semakin ada rejeki semakin banyak juga pengluaran" keluhan Joko.


Joko dan Dewi hanya bisa pasra, mau tak mau mereka harus membayar kontrakan tersebu, karna pelanggan mereka sudah banyak di daerah situ.


Setelah satutahun lebih, Azzam berkelahi lagi sama anak Ibu kos tersebut nama anak itu Robi.


Ibu Robi sangaaat marah dan memarahin Azzam yang umur masih tiga tahun lebih.


Sunggu hati seorag Ibu sangat lah sedih melihat anak nya di marahin sama orang lain.


Dewi sudah gak tahan selama satu tahun lebih ia diam dan selelu diam dengan sikap ibu kos nya.


Ia mencoba melawan Ibu kos nya tersebut.


"Buk, dia itu masih kecil dia itu tidak lah tau apa-apa selalu anak Ibu yang Ibu belahin, sementara jelas-jelas anak Ibu yang salah!" Ibu Azzam berkata sangat kuat dan marah, hingga tetangga nya melihat.


"Uda..uda .. masuk..masuk .."" pintah suami nya Joko.


"Mulai hari ini kelian pergi dari sini"! ucap Ibu kos itu tersebut.


Sang istri dan suami tak terkejut mendengar perkataan itu,


karna setiap kali Ibukos mara selalu berkata seperti itu.

__ADS_1


Namu sang suami selau saja meminta maaf kepada ibu kos


tapi kali ini suami tak lagi meminta maaf karna hampir tiap bulan mereka selalu renda di mata nya, dan akhir nya meraka mencari-cari kontrakan lain.


__ADS_2