Hidup Di Perantauan

Hidup Di Perantauan
gajian


__ADS_3

Setelah beberapa minggu mereka menjalankan har- hari seperti biasa nya.


Dewi udah empat minggu bekerja di warung bos nya dan pada hari ini ia gajian.


Warung tampak sangat ramai sekali hingga ia tak ada waktu untuk duduk, sampai- sampai jantung nya pun berdetak hingga kencang dan nafas nya ngos- ngosan.


Dewi tampak sangat lebih giat dan langkah nya juga cukup cepat agar pelanggan yang makan di warung nya tak lama menunggu.


Pada malam itu jam delapa malam warung bos nya begitu cepat tutup karna semua nya sudah pada habis. Dewi merasa malam ini ia akan cepat pulang. Ia menyapuhi warung seperti biasa nya.


Setelah Dewi mau berpamit pulang, bos nya memanggil.


"Dewi hari ini kamu gajian, ini gaji kamu, semagat terus ya kamu kerja nya? dan ini saya lebihkan dua ratus ribu buat anak kamu karna rejeki saya bulan ini sagat lumaya" ucap ibu bos nya.


"Dewi sangat senang, ia hampir mengeluarkan air mata nya sunggu ia beruntung mempunya ibu bos yang baik pada nya.


"Trimakasih bayak ya buk" ucap Dewi sambil mencium tangan ibu kos nya.


Dewi pun menuju pulang.


Setelah sampai rumah, suami terkejut.


"loh kok uda pulang?" ia melihat kerigat istri nya yang masih membasahi muka cantik nya dan baju belakang Dewi juga basah.


"Ia bang hari ini cepat pulang karna warung begitu sangat ramai jadi semua nya pada habis" jawab Dewi sambil mengucap salam dan mencium tangan suami nya.


Tiba-tiba telfon Dewi berbunyi.

__ADS_1


(dring...dring...dring...) mama Dewi menelfon.


"hallo mak" ucap Dewi.


"Gimana kabar kelian nak?" tanya Mama Dewi


"Baik mak" jawab Dewi.


"Azzam mana? Mama mau ngomong" ucap mama Dewi.


Dewi pun mengasih telfon nya kepada anak nya Azzam.


Mereka pun bebicara panjang lebar.


Setelah Azzam berbicara kepada ewek nya. Dewi pun menanyakan kabar mama nya.


"Allhamdulilah sehat nak" ucap mama nya.


Mereka berbicara sambil melepaskan rindu yang begitu dalam. Hingga Dewi mengeluarkan air mata nya. Ia sangat rindu sekali kepada mama nya.


Namun dengan keadaan Dewi ia harus banyak bersabar.


Setelah mereka menutup telfon nya ia kembali bersama suami nya.


"Loh kok nangis?" Tanya Joko terheran.


"Aku rindu sama mama dan papa" jawab Dewi.

__ADS_1


-----------------------------------------------------------------------------------


Setelah beberapa menit. Dewi ia menunjukan gaji pertama nya..


"Bang ini gaji pertama aku" ucap Dewi sambil tersenyum kembali.


"Wah makan- makan lah" ucap Joko menggombali Dewi.


"Uang nya mau aku belikin hp. Tapi masih kurang. Tambain dong" Jawab Dewi merayu suami nya.


"Ya uda besok kita beli" jawab Joko.


Dewi pun sangat seneng sekali, ia mencium pipi suami mya sambi mengucap trimalasih pada suami nya.


Pada ke esokan hari nya Dewi dan Jowo pergi ke konter.


mereka menanyakan hp untuk istri nya Dewi.


Akhirnya Dewi mempunya hp androit. Ia mau menggunakan hp nya untuk mejual online.


Ia mau membuka jualan online seperti makanan, pakaian, asesoris dan lain nya.


Setelah mereka menuju pulang Dewi dan Joko mampir ke sebuah warung mereka mau membeli sebuah makan.


"Yuk mampir di warung itu kita makan di situ" ucap Joko.


Dewi mengangguk kan kepala nya. mereka pun jalan menuju warung tersebut.

__ADS_1


Dewi da Joko berta anak nya Azzm menyatap makanan yang ada di warung tersebut.


__ADS_2