
Pada saat Dewi mempunyai hp baru ia memulai buka usaha jualan online. Ia menjual makan, Pakaian, kosmetik.
Setelah ingin memulai usaha nya ia berbelanja terlebih dahulu.
Ia belanja di sebuah toko yang ada di kota nya dan menjual melalu hp dengan memosting nya.
Pada hari itu ada beberapa orang yang memesan makanan pada nya sunggu ia sangat senang.
Ia memasak pesanan pada pagi hari untuk sarapan pelanggan nya dan mengurir memakai sepeda motor nya sambil menggonceng anak nya Azzam.
Kemana Azzam selalu di bawa oleh Dewi karna tak ada yang menjaga Azzam di rumah.
Penghasilan Dewi tak kemana tuju puluh ribuh perhari nya.
Ia bekerja jualan online mulai pagi sampai soreh hari.
Karna pada soreh hari ia kembali kerja lagi sampai larut malam..
Baru beberapa hari ia jualan online makanan, pelanggan sangat menyukai masakan nya. Dan lama kelama an jualan online Dewi sangat lah lumayan.
Joko melihat istri nya pada pagi hari sudah sangat sibuk.
Pada pagi hari Joko juga ikut bangun sangat pagi demi membantui istri nya, ia membantu mengantar (ngurir) makanan kepada pelanggan nya. Dewi merasa senang melihat suami nya mau membantuin nya. Mereka kuluarga yang sangat sederhana dan saling membantu.
__ADS_1
Pada pagi itu joko harus mengantarkan lima belas kotak sarapan kepada pelanggan nya.
Sedangkan ia harus kerja kembali jam delapan pagi.
Ia mengusahakan jam delapan harus tempus mengantar nasih kotak tersebut, Karna ia kasihan melihat istrinya membawa anak nya mengurir.
Pada hari itu juga hp berbunyi. Sorang kepala desa menelfon ingin memesan lima puluh kota nasih untuk makan siang, pak kepala desa mengadakan rapat sehingga ia memesan begitu banyak.
(tringgggg... tringgg..tringgg...)
"hallo" ucap Dewi.
"Hallo ini benarkah dengan ibu Dewi?" tanyak bapak kepala Desa tersebut.
"Saya mau memesan lima puluh kotak nasih karna kami ada acara rapat mendadak bisah kah ibu Dewi mengantar nya untuk makan siang?" ucap bapak Desa itu.
Dewi inggung harus menjawab apa , karna waktu nya sangat lah sedikit. Ingin ia menolak namun bagi nya ini sangat sayang sekali jika tolak. Dan akhirnya dia menjawab.
"Bisa sa pak .. di anter kemana nanti pak?" tanya Dewi kembali.
"Anter ke kantor saya aja nanti buk" ucap bapak kepala desa.
"Baik pak" Dewi pun menutup telfon nya.
__ADS_1
Dewi pun bergegas ia harus menyiapkan pekerjaan nya dan harus tembus pada siang hari. Pada beberapa menit Joko pulang.
Ia melihat Dewi memasak nasih di sebuah dang -dang besar.
"Loh banyak sekali nasihnya dek?" Tanya Joko.
"Ia ada pesanan lagi lima pulu kotak!" Dewi menjabab sambil menuci ayam yang baru ia beli di warung sebelah, ia sama sekali tak menoleh ke arah suami nya ia sangat sibuk dan sangat cepat untuk menyiap kan semua nya..
Joko pun tak masuk kerja hari ini ia membantu istrinya memasak, mencuci piring agar kerja Dewi tak terlalu berat.
'"Bang garam aku habis, bisa gak aku minta tolong belikan di warung?" Pintah Dewi.
"Bisa dek..! sini uang nya biar abang beli" jawab Joko.
Joko mengambil uang dari tangan istri nya dan menuju keluar untuk membeli garam ia membawa anak nya Azzam untuk membeli jajan.
Seteleh mereka sudah membeli garam dan jajan mereka pun langsung pulang. Saat di menuju rumah salah satu teman Joko memanggil.
"Hayy Joko dari mana kelihatan nya buru- buru sekali?"
"Ini saya dari warung membeli garam" Jawab Joko sambil berhenti sejenak.
Mereka pun berbicara beberapa detik. Lalu Jolo pun melanjutkan langka nya ia berjalan menuju rumah nya sambil membawa anak nya.
__ADS_1