
"Mungkin Istri saya bisa fin, tapi nanti lah saya kabarin kalau istri saya mau membuat kue untuk anak mu ya?" ucap Joko
"oke kabarin secepat nya ya Joko" jawab Kelfin.
Kelfin mengambil sebuah kertas dan pulpen dari tas nya ia menulis nomor telfon nya, agar nanti jika Dewi mau membuatkan kue buat anak kelfin akan segerah di kabarin.
Pada saat Joko menuju jalan pulang, ia tak sabar ingin memberi tahukan bahwa teman nya ingin menempah kue pada Dewi.
Tiba Joko sampai rumah, ia memberih uang yang di kasih pak kepala desa tersebut, dan ia memberih tahukan bahwa dua hari kedepan ada tempahan kembali.
"Oh ia dek, tadi abang jumpa teman abang waktu masih lajang dulu, ia meminta adek supaya membuatkan Kur untuk acara ulang tahun anak nya" Ucap Joko.
"Syukur Allhamdulilah, aku mau membuat nya bang" jawab Dewi.
"apa kamu sanggup?" Tanya Joko.
"ia aku sanggup" ucap Dewi.
Dewi sangat senang mendengar nya, dan ia sangat begitu cepat menjawab bahwa ia mau membuat Kue tersebut.
Joko pun mengambil kertas dari kantong jeket nya tadi, ia memberikan kepada Dewi dan menyuruh nya menelfon Kefin.
Dewi pun langsung menelfon sahabat Joko yang bernama Kelfin tersebut.
__ADS_1
"Hallo, apakah benar ini dengan pak Kelfin?" ucap Dewi.
"Ia buk saya sendiri , ada apa ya buk?" tanyak Kelfin.
"Ini saya istri dari Joko " ucap Dewi.
"Oh.. ia..ia buk saya tahu, jadi bagai mana buk ? apa kah ibu mau membuatkan kue buat ulang tahun anak saya ?" Tanya Kelfin.
"Iapak saya mau besok saya buatkan ya dan saya anter siang hari" ucap Dewi.
"oke buk trimakasih" Ucap Kelfin.
"ia pak sama-sama" ucap Dewi.
Dewi menutup telfon dari Kelfin, ia sangat senang sekali mendapatkan orderan setiap hari.
Dan pulang pada malam hari, ia melakukan ini semua demi membantu suami nya Joko.
Dan pada ke esokan hari nya, Dewi pun mempersiap kan semua nya, ia memasak sarapan pagi buat anak dan suami nya terlebih dahulu.
dan ia pun juga mempersiapkan perkerjaan nya seperti mencuci pakaian, menyapu dan mengepel.
Dewi siap kerjaan rumah jam enam pagi, ia sangat cepat membereskan rumah nya karna ia harus mempersiap kan pesanan orang kepada nya.
__ADS_1
Pada pagi itu Joko pun terbangun, meliahat rumah sudah rapi dan lantai rumah masih basah.
Joko jalan menuju dapur ia menjumpain istrinya yang sedang duduk sambil mengulek tepung.
"Adek kok gak bangunin abang?" ucap Joko sambil meminum teh yang sudah di persiapkan Dewi dan di buat diatas meja.
"Abangkan capek semalam kerjaan nya banyak, adek gak tegah banguni nya" ucap Dewi sambil melanjutkan odonan tepung yang ia pengang.
"Oh ia abang mau ngerjain apa ini dek" Joko menawarkan dirinya agar ia bisa membantu istri nya.
"Abang mau aku suruh pinjamkan cetakan kue ke tempat tetangga sebelah, abang mau kan minjamkan?" tanya Dewi
"Oh ia biar abang pinjamkan"ucap Joko.
Joko pun jalan ke tempat tetangga nya itu, ia meminjam cetakan kue yang di suruh Dewi tadi.
"Assalamualaikum buk" ucap Joko
"wa'alaikumsalam, eh Joko ada apa ko..?" tanyak tetangga nya.
"Saya mau minjam cetakan kue buk " ucap Joko.
"oh ia tunggu ya" ucap ibu tersebut.
__ADS_1
Ibu tetangga Joko itu pun mengambilkan cetakan tersebut, dan ia memberi kepada Joko.
Dan Joko pun jalan menuju pulang sambil membawa cetakan yang ada di dalam pelastik tersebut.