Hidup Di Perantauan

Hidup Di Perantauan
Tentang Ke Uangan Istri


__ADS_3

Ketika ke esokan harinya tukang PLN masuk dan memasang nya.


Tentunya keuangan Dewi menipis.


"Bang bagai mana ini, uang kita semakin menipis?"


Ucap Dewi sambil menghitung uang nya kembali di hadapan suami nya.


Sementara suami nya sudah empat hari tak bekerja dan tempat usaha nya pun belum kebangun.


Karna mereka masih terlalu sibuk mebagusi rumah yang mereka sewah.


"Padahal abang mau pake uang untuk bangun usaha abang" Ucap Joko mengeluh.


"Kalau untuk modal usaha kalung Adek aja jual." Tawar Dewi.


Pada pagi hari nya Dewi memasak dan menyiap kan sarapan untuk suami dan anak nya sekalian memasakan tukang yang akan membatu suami nya membangun usaha nya di depan rumah nya.


"Bang bagun ayok sarapan, Aku mau ke kota mau jual emas biar nanti bisa beli barang usaha mu" ucap Dewi sambil membersihkan tempat tidur.


Joko pun Bangun menuju dapur sambil di ikuti Dewi dari belakang.


"Ini minum mu Bang" Tawar Dewi.


"Trimakasih istriku" ucap Joko sambil tersenyum.


Dewi mendulangi anak nya, memandi kan, dan mengerjakan tugas rumah.

__ADS_1


Setelah jam delapan pagi. Dewi pergi ke kota untuk menjual emas tersebut.


Di kawani dengan suami dan anak nya.


Mereka langsung membelanjakan kebutuhan-kebutuhan usaha suami nya.


 


Setelah beberapa minggu terdengar sebuah keluarga ya itu Adek ipar sang Dewi mau menikah.


Sementara ke uangan mereka belom juga ada.


"Dek dua minggu lagi Adek aku Santi akan menikah"ucap Joko.


"Bagai mana ini bang, kita aja baru saja pindah kontrak dan membuka usaha baru.Tak mungkin juga kita tak pulang kampung." Jawab Dewi sambil memotong sayur untuk makan malam mereka.


Namun sang suami tak mungkin diam saja.


Ia selalu berusaha mencari rejeki agar bisa pulang kampung.


Ia selalu buka jam lima pagi tutup jam sepuluh malam.


Selama dua minggu suami membanting tulang agar bisa mendapat kan ongkos nya.


Namun di dalam dua minggu mereka berhasil mengumpulkan uang berkat suami nya bekerja keras.


Dan mereka pun akhir nya bisa pulang kampung untuk mendatangi pesta Adek nya.

__ADS_1


Sepanjang jalan suami istri ini menahan lapar karna uang mereka bawa ada pas-pasan.


Hanya saja anak nya Azzam yang mereka kasih makan. namun, Suami istri ini rellah menahan lapar demi bisa datang ke acara Adek nya.


Setelah mereka sampai semua saudara dari suami nya menyambut kedatangan mereka dengan gembira. Keluarga dari suami adalah keluarga besar.


Meraka sampai langsung di suru makan.


yaaa nama nya acara pesta pasti langsung makan ya.


Setelaha acara pesta selesai, Mereka menginap tiga hari lama nya.


Ya tentunya uang pengangan menipis ya tak ada pemasukan yang ada pengeluaran.


Uang jajan anak, Uang rokok Joko belom lagi kebutuhan lain nya.


Setelah itu semua acara nya selesai ke esokan pagi nya mereka pun bergegas untuk pulang.


Mereka di bawakan bungkusan sama mertua seperti dodol, senak lain nya yang masih tersisah.


Setelah mereka sampai rumah jam sepulu malam.


Mereka mendengar kabar lagi kakak ipar dari suami meninggal dunia.


Sunggu miris sekali Mereka dengar dan tak sangka baru semalam jumpa di pesta tidur bareng di rumah mertua.


Belom sempat masuk rumah sudah di suruh balek kampung lagi sementara uang tak ada lagi.

__ADS_1


Dewi dan Joko pun binggung harus bagai mana.


__ADS_2