Hidup Di Perantauan

Hidup Di Perantauan
Malam Hari


__ADS_3

Dewi melihat jam ia melihat sudah pukul 09:30 pagi.


Tentunya ia setengah jam lagi akan pulang.


Pelanggan masih banyak menyantap makanan dan ia duduk sambil menunggu pelangan makan.


"Dewi bungkus sepotong ayam untuk mu" Ibu bos nya menyuru Dewi untuk membungkus ayam untuk nya.


Namun Dewi sempat menolak nya.


"Tidak usah buk, saya masih kenyang" jawab Dewi.


Padahal Dewi begitu lapar karna ia belum makan malam.


Ibu bos nya memaksa Dewi untuk membungkus ayam untuk nya.


"Dewi kamu tuh di sini sudah menjadi tanggung jawab saya. Biasa nya setiap angggota saya pulang saya membawakan bungkusan sama mereka, jika kamu kenyang kamu kan masih punya anak dan suami yang menunggu kamu di rumah" ucap Ibu kos nya.


"Baik lah bu akan saya bawa nanti. trimakasih ya buk" ucap Dewi.


Setelah jam sepuluh malam ia menyapu warung tersebut, ia siap-siap untuk pulang.


"Buk saya pulang ya. trimakasih dengan bungkusan nya" ucap Dewi.


"Ia hati- hati ya Dewi" jawab Ibu bos nya.


Perjalanan Dewi menuju rumah nya sekitar satu kilo meter.


Ia mengendarain motor dengan pelan.

__ADS_1


perjalanan menuju rumah nya masih ramai jadi ia tak ada rasa takut.


Setelah Dewi sampai di depan rumah, pintu sudah terbuka. Suami nya sudah menunggu kepulangan nya.


Suami nya menyambut ia dengan senyum.


"Assallamuallaikum" Dewi mencium tangan suami nya.


"Waallaikumsalam" jawab suami nya sambil memegang kepala Dewi.


"Capek dek?" tanya Joko dengan kekewatiran.


"Ngak ah" Jawab Yani sepeontan.


"Azzam mana?" Tanya Dewi kepada Joko.


"Uda tidur di kamar dari jam delapan tadi" Jawab Joko.


Joko memasukan sepeda motor di dalam rumah dan ia melihat ada bungkusan di stang motor tersebut.


"Apa ini dek?" Tanya Joko sambil melihat bungkusan itu.


"Itu bungkusan tadi di bawakan sama Ibu bos ku, ayok kita makan" tawar Dewi.


Dewi mengganti pakaian nya dulu dan membuat secangkir teh buat suami nya.


Mereka menyantap makanan bersama, bungkusan tersebut lumayan banyak yang di kasih Ibu bos nya tadi sehingga mereka cukup terlalu kenyang.


Dan pada malam itu, Joko menyerahkan hasil kerja dalam satu hari ini.

__ADS_1


"Tadi dapat aku hanya empat rarus enam puluh lima ribu dek semua nya, tadi aku pakai belanja tiga ratus ribu


sisa seratu enam puluh ribu.." ucap Joko jujur.


"Ia bang Allhamdullilah" ucap Yani bersyukur.


Dewi menyimpan uang suami nya di dalam dompet nya dan meletakan nya kembali di dalam lemari pakaian nya.


Ia melihat sudah pukul sebelas malam.


"Sudah pukul sebelas malam Bang ayo kita tidur " Ucap Dewi sambil berjalan menuju kamar.


mereka pun tidur pules.


Pada esok pagi Dewi i terbagun, ia melihat sudah pukul enam pagi, seperti biasanya ia memasak, membersih kan rumah, memandikan anak, semua ia kerjakan sampai rumah terlihat barsih dan rapih.


Pada hari itu adalah hari jum'at.


Biasa nya hari jumat suami nya tak bekerja.


Dewi dan anak nya duduk di depan tv sambil memakan nasi goreng.


Joko keluar dari kamar nya sambil mencium oroma masakan nasi goreng istri nya yang sangat wangi.


Ia meminta istrinya melayani ia.


Dewi mengambilkan makan nya dan memberi secangkir teh buat suami nya.


"Mandi dulu sana" ucap Dewi.

__ADS_1


Joko hanya tertawa dan melanjutkan makan nya.


__ADS_2