
Karna sudah larut malam sekitar jam sepuluh malam
dan juga keuangan mereka pun sangat menipis jadi mereka tidak pulang kampung.
Mereka hanya bisa berdoa.
Sunggu malang nasip kakak Ipar mereka. Ia telah menganduang anak nya yang ber usia delapan bulan dan bentar lagi akan melahirkan.
Namun Allah berkendak lain, Allah lebih sayang dia.
kakak Ipar mereka meninggal penyeb kecelakaan.
Mereka di tabrak oleh becak yang ugal-uagalan.
Sehingga kakak Ipar mereka pendarahan yang sangat deras, sampai tak sadarkan diri.
Setelah pagi hari jenaja kakak ipar di bawak kerumah mertua mereka.
Ia di makamkan di kampung tersebut.
Joko dan Dewi tak bisa datang karna uang ongkos mereka tak ada lagi.
Yaa begini lah jika hidup di perantauan. Keluarga sagat jauh dari mereka.
Mereka hanya bisa meliha Zenaja melalu henpone (HP)
###
Setelah bebera hari, Joko pun kembali membuka usaha nya. Mereka memulai mengumpulkan uang untuk masa depan mereka.
__ADS_1
"Pak bagun sudah pagi" Dewi membanguni suami nya sambil melipat selimut dan membereskan kamar.
Joko pun bangun dari tempat tidur nya.
Pada saat hari itu usaha Joko lumayan lancar pelanggan pada berdatangan.
Ia membuka Usaha sepda motor dengan modal kecil-kecilan.
"Pak tolong di tempel ya ban motor saya" Ucap sipelanggan.
"Baik pak" jawab Joko dengan mengangguk kan kepalanya.
Ia sangat semagat dan harus cepat-cepat menyelesaikan nya, karna masih ada beberapa kreta yang harus di kerjain nya lagi.
Ia sagat ke teter dan terburu buru karna pelanggan semua nya meminta cepat sementara ia hanya seorang diri mengerjain nya.
Setelah pukul dua belas siang Dewi melihat suami nya kepanasan, keringat bercucuran di badan nya hingga baju suami nya basah.
"Bang ini aku buat es kopi buat mu" Ucap Dewi sambil tersenyum.
"Trimakasih istri ku" ucap Joko sambil meminum Es kopi yang di beri Dewi
Joko melanjutkan pekerjaan nya kembali, sementara Dewi tak tau harus mengerjain apa lagi sementara pekerjaan rumah sudah siap dari pukul delapan pagi.
Dewi merasa binggung.
"Haduh aku bosan apa yang harus aku laku kan?" gurau nya.
Karna kebosanan Dewi, ia mencoba main ke rumah tetangga nya. Ia melihat ada emak-emak ngobrol di sana, ia mengaja anak nya Azzam main ke sana sambil pamit dulu dengan suami nya..
__ADS_1
"Bang aku main ya tempat tetangga sebelah ya?" ucap Dewi.
"Ia jagan lama-lama ya dek?" jawab Joko.
Dewi pun pergi dan menuju ke arah sana.
"Ayo nak kita main di sana sambil beli jajan" ucap Dewi dengan mengajak anak nya Azaam, kebetulan ada warung di sana.
"Tumben main" ucap tetengga nya yang bernama Yati.
"Ia buk Yati saya bosan di ruma" jawab Dewi
Mereka mengobrol-ngombrol bercanda dan tertawa di sana.
Setelah buk Yati dan ibu Leni berbicara, Dewi hanya mendengarkan nya saja.
Buk Leni ada lah tetangga sebelah nya juga.
Mereka ada tiga emak-emak yang sedang merumpih.
Buk Leni membicarakan tetentang rumah makan yang ada dekat kota mereka. Dan membicarakan bahwa rumah makan tersebut mencari aggota.
Masih sepotong pembicaraan Dewi langsung menjawab nya..
"Mancari anggota?" tanya Dewi.
"Ia bu" jawab buk Leni.
"Kalau gitu saya mau lah" Tawar Dewi.
__ADS_1
"Coba aja sana bu tanyakan langsung kan lumayan bu untuk nambah-nambah " jawab buk Yanti.
"Ia buk nanti akan saya coba tanyakan" Jawab Dewi dengan penuh gembira.