Hidup Di Perantauan

Hidup Di Perantauan
Pulang kampung


__ADS_3

Semakin hari sakit Wati semakin parah, ia merasakan sesak di dada nya dan batuk yang sangat parah.


Joko tak sempat mengurus Wati karna pekerjaan ia juga sangat banyak, jadi Joko memutuskan agar Wati tinggal bersama Mama nya yang di kampung agar Wati bisa di rawat dengan Mama nya dengan baik.


"" Adek pulang kampung aja ya biar abang di sini sendiri dulu nanti jika adek uda sembuh baru abang jemput ke sini lagi"" ucap Joko kepada istrinya yang sedang tergeletak di kamar bersama anak nya.


Pada malam itu Joko menyusun pakean Wati ke dalan tas agar besok pagi ia bisa mengantar Wati ke rumah orang tua nya untuk sejenak.


Dan pada saat pagi mereka pun bangun dengan sangat pagi karna mereka harus mengejar motor yang melaju pagi, Joko membuatkan sarapan terlebih dahulu ia bangun jam empat pagi dan ia menyiapkan semua nya.


"Adek, ini abang hanya bisa memasakan telur dadar buat mu agar nanti di montor gak masuk angin" ucap Joko sambil memberi sepiring nasi kepada istrinya Wati.


Dan Joko juga mengambil sepiring nasi dan mendulangi anak nya Azzam. Saat mereka selesai makan Wati dan Joko pun bersiap -siap untuk berangkan.

__ADS_1


Joko mengendong anak nya dan membawa sekoper pakaian, sambil menuntun istrinya Wati yang berjalan lemas.


Saat mereka sampai di terminal, Joko mengasih jeket nya kepada istriny agar ia tak kedinginan dan tak masuk angin.


saat itu hari masih sangat pagi, mereka menunggu motor yang akan tumpangi.


Saat motor mereka datang Joko menuntun anak dan istri nya masuk, mereka menikmati perjalanan yang cukup Jauh.


Orang tua wati menelfon "tringg..tring..tring.." dan joko melihat Mama mertua nya menelfon.


"Apakah kelian sudah mendapatkan angkot nak ?" ucap mama mertua nya . " Sudah mak kami sekarang sudah di dalam motor mau menuju kerumah mama" jawab Joko.


Setelah mereka berbicara panjang dan selesai Joko pun menutup telfon nya dan ia melihat anak nya sedeng tertidur di pangkuan joko , sedangkan Wati masih menikmati perjalanan .

__ADS_1


Perjalanan mereka sangat lah jauh mereka berangkat jam Enam pagi dan akan sampai kampung jam delapan malam.


motor berhenti hanyak tiga kali di rumah makan dan hanyak waktu setengah jam saja.


Saat malam tiba mereka pun sampai di kampung orang tua Wati , mereka sangat lelah sekali sampai-sampai pinggul mereka pun tersa panas karna sa hari mereka merasakan duduk saja.


Motor yang mereka tumpangi pun berhenti dan Joko dan Wati bergegas turun dari motor tersebut. dan mereka barjalan menuju rumah orang tua wati, karna kebetulan mereka turun tak jauh dari rumah orang tua nya.


Setelah meraka sampai di pintuh rumah orang nya, Wati mengetok pintu. "tok..tok..tok.. Mamak.?" Teriak Wati.


Mama Wati membuka pintuh, "kok ngak nelfon Mama kalau uda sapai tadi" ucap Mama Wati sambil menyuru masuk.


Joko merasa Leleh sekali begitu juga dengan Wati, Mama Wati langsung menggendong cucu nya Azzam karna ia sudah merasa sangat kangen sekali,

__ADS_1


Dan Joko menyuru Wati agar istirahat di kamar yang sudah di siapkan oleh mama nya, "sana dek masuk kamar, geletak dulu di kamar agar rasa capek nya berkurang"


Wati pun berjalan ke kamar nya dan ngeletak di atas tempat tidur , sedangkan Joko duduk di dapur sambil berbicara dengan mertua laki-laki nya di dapur.


__ADS_2