Hidup Di Perantauan

Hidup Di Perantauan
Hari itu


__ADS_3

Pada pagi hari Joko harus kembali lagi ke rumah nya ia meninggalkan anak dan istrinya di rumah orang tua nya untuk sementara.


Joko pun sudah mempamitkan tadi malam merka berbica bahwa Wati untuk sementara waktu tinggal di rumah ini.


orang tua Wati pun menyetujuin bahwa wati untuk sementara waktu tinggal di sini.


Saat Joko ingin balik lagi ke rumah nya Joko masuk di kamar Yani ia berkata " Abang berangkat pulang dulu adek di sini cepat sembuh ya? sebenarnya abang ingin merawat dan menunggu adek namun karna keadaan kita selerti ini adek tinggal di sini dulu untuk sementara waktu." ucap Joko, ia mengeluarkan air mata nya.


Seakan Jokk sangat berat untuk meninggalkan istri nya.


Wati pun ikut sedih melihat suami nya ia berjanji dalam hati ia harus bisa sembuh agar ia bisa bersama suami nya lagi.

__ADS_1


Joko juga melihat anak nya Azzam, ia mencium nya dan ia juga pamit kepada Anak nya, "Bapak pergi pulang dulu ya nak , kamu di sini sama mama jagain mama ya nak jangan rewel dan bandel ya sayang" ucap Joko sambil menciup kenig anak nya.


Joko juga pamit kepada kedua mertua nya" Mak aku titip istriku dulu nanti jika dia sudah mendingan pasti akan aku jemput lagi" ucapnya sambil menundukan kepala nya.


"Ia gak papa kamu di sana yang rajin kerja ya dan hati- hari di jalan" ucap mama mertua nya.


Leno pun pergi berangkan pulang seakan ia merasa berat untuk meninggalkan istri nya.


saat Joko kembali duduk tak sengaja air mata Joko tiba-tiba mengalir di pipi nya ia merasa kesepian, namun ia pun tak bisa berbuat apa-apa hanya itu jalan satu-satu nya supaya istrinya bisa di rawat dan ada yang menjaga nya.


Saat Joko di dalam Bus Angkot ia selalu melamun di sepanjang jalan nya sampai-sampai ia ketiduran dengan sendiri nya.

__ADS_1


Saat motor Bus Angkot tersebut berhenti pada siang hari Joko terkejut dan melihat jam tanhan nya dan juga ia melihat di sekeliling nya bahwa Bus angkot tersbut berhenti di sebua rumah makan.


Joko pun turun dan ia memesan makanan karna ia juga harus makan siang agar tak masuk angin, saat beberapa menit Joko selesai makan Bus angkot tersebut pun ingin melaju lagi karna mereka tak bisa berlama-lama berhenti sebab perjalanan mereka masih panjang.


Joko pun duduk masuk dan duduk kembali, ia menikmati perjalana nya hingga ia tertidur lagi.


Saat malam tiba kira-kira pukul sepuluh malam Joko sampailah ke kota nya dan ia bersiap-siap turun dari bus tersebut, ia merasa bersyukur sekali akhir nya ia sampai dengan selamat.


Joko pun sudah menelfon agar ia di jemput di simpang tempat ua berhenti tadi, dan akhirnya sebuah jemputan pun datang menjumpain Joko, sesampai rumah Joko membuka pintuh nya dan ia teringat dengan suasan rumah nya bisanya ia melihat di ruangan rumah nya ada seorang istri nya dan anak nya


Joko pun mulai merasah kesepian, baru tadi pagi saja ia meninggalkan anak dan istri nya rasa nya ia sangat merindukan nya

__ADS_1


__ADS_2