Hujan Milik Kita

Hujan Milik Kita
Chapter 1: Prolog.


__ADS_3

Thalhah Naksi ~


Kriiiing ~


Suara Alaram berdering membangunkan sipemilik Alaram dari Mimpinya.


"Hoaaam." Seorang bocah berumur 12 Tahun bangun dari tidurnya sambil menguap.


"Thalhah, Nak bangun Shalat Shubuh dulu." Seru Bundanya Thalhah yang bernama Mey dari luar kamar.


"Iya Bund." Jawab Thalhah sambil beranjak dari tempat tidurnya berjalan sempoyongan ke kamar Mandi.


---


"Yah,Bund Thalhah gak Sarapan ya Hari ini kan Try out pertama jadi gak boleh telat." Kata Thalhah Mengambil roti dan selai kacang lalu mengoleskannya.


"Iya, yaudah hati hati ya." Kata Bundanya dari dapur.


"Nih uang jajannya buat makan." Kata ayahnya yang bernama Naksi memberikan 3 lembar uang 10.000.


"Makasih yah, Yaudah Thalhah berangkat dulu Assalamualaikum." Kata Thalhah keluar rumah.


"Waalaikumsalam." Jawab kedua orang tuanya.


Thalhah Berangkat kesekolahnya menggunakan Sepeda putih kesayangannya, Jalanan yang becek karna Hujan semalam membuatnya mengayuh sepeda perlahan.


15 Menit kemudian ia sampai di Sekolahnya yang bernama Sd Mekar bangsa. Ia berhenti beberpa meter sebelum gerbangnya lalu berjalan dengan sepedanya.


"Pagi Mang." Sapanya Ke Satpam yang menjaga gerbang sekolahnya.


"Pagi Den, Makin segar aja kayaknya." Balas Satpam sekolah itu.


"Iya lah Mang, Kan sekarang Try out hadi harus semangat." Jawab Thalhah.


"Hahaha.....ya udah Mamang doain semoga Nilainya paling tinggi."


"Aaamiiin, Saya juga doain Semoga Mamang dapat bonus terus."


"Hahaha.....Aamiin."

__ADS_1


"Yaudah Mang Aku masuk dulu, Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam."


"Den Thalhah keren pisan euy, biar kata diejek ama dibully mulu tapi sabar terus dan tetep semangat, moga moga Nanti sukses." Pikir Satpam sekolah Itu sambil menatap Thalhah yang berjalan masuk Sekolah.


Thalhah terus berjalan hingga parkiran sekolahnya tapi sebelum sampai parkiran.


Brug...


Sebuah bolam melayang menabraknya membuatnya jatuh.


"Hahaha..." Anak anak yang melihatnya tertawa keras.


"Makan tu bola, Makanya jadi Anak jangan lemah." Kata Andy salah satu geng yang sering membully thalhah. Geng ini terdiri Dari Vax, Andy dan Fakih, Mereka Adalah anak anak dari pengusaha pengusaha Top 10 indonesia membuat mereka slalu bertindak semena mena, Apalagi membully anak dari golongan menengah seperti Thalhah.


Thalhah hanya menatap mereka tak berdaya, Bagaimanapun juga ia memang Siswa terlemah disekolahnya tapi walau begitu ia adalah Siswa tercerdas disekolahnya sehingga ia juga Siswa yang disayang gurunya.


Sebuah tangan terulur kepadanya, Ia mendongak melihat siapa yang mengulurkan tangan itu, Seorang perempuan bermata Biru cerah dangan rambut hitam sepinggang, Kulit putih dan pipi chubby nya menambah kesan kecantikan Perempuan itu.


"Kamu gak papa?"


---


"Pagi Mama dan Papa ku tersayang." Seorang Anak berumur 12 tahun turun dari lantai atas rumahnya.


"Pagi Syereeta." Jawab kedua orang tuanya.


"Pagi Adik jelekku." Kata Syereeta mencubit gemas pipi adik laki laki berumur 6 tahunnya itu.


"Pagi kakak yang cerewet." Balas adiknya yang bernama Rafa.


"Apa?! Hmmm....tadi bilang apa hah!" Ketus Syereeta menjewer kuping adiknya.


"Auw...Sakit kak, Ma, Pa liat Kakak ni pagi pagi udah narik kuping orang." Adu Rafa.


"Udah, Kak jangan diganggu adiknya." Kata Papanya yang bernama Adiksana.


"Udah ayo makan." Sahut mamanya yang bernama Amel.

__ADS_1


"Hmph, Awas aja nanti." Kata Syereeta memandang adiknya.


"Wlee...coba aja kalau bisa." Balas adiknya menjulurkan lidahnya lalu berlari kemeja Makan.


"Kakak jadikan Masuk sekolahnya." Tanya Mamanya.


"Jadi Ma, dari pada Homeschooling mulu bosen gak ada teman." Balas Syereeta. Memang sejak kecil Syereeta slalu Home Schooling karna orang tuanya tidak setuju keluar rumah tanpa pengawalan.


"Yaudah Nanti masuk, Tapi langsung Tryout lho." Kata Papanya.


"Papa meragukan ana papa yang paling cantik dan pintar ini, Soal soal kayak gitu ma gampang."


"Hahaha....iya papa percaya deh."


---


Kekuarga Adiksana merupakan Keluarga dengan bisnis no 2 diindonesia. Hal itu juga yang membuat Orang tua Syereeta melarang anaknya untuk berkeliaran gak jelas.


"Non, udah sampai." Kata supirnya.


"Oh iya pak, Makasih Ya Assalamualaikum."


"Iya, Non waalaikumsalam."


Syereeta berjalan keluar Mobil Melihat keseliling Sekolahnya. Lalu pandangannya terhenti ke seorang Anak laki laki seumurannya membawa sepeda yang sedang tertawa bersama Satpam sekolah.


Ada Rasa hangat dihatinya saat melihat Laki laki itu tersenyum.


"Perasaan apa ini?" pikirnya.


Ia terus mengamati Laki laki itu saat masuk gerbang lalu saat sebuah bola menabraknya membuatnya jatuh lalu ditertawakan orang orang sekitarnya. Entah kenapa Hati Syereeta ikut Sakit melihat hal itu.


Syereeta segera saja menghampiri anak itu sambil menjulurkan tangannya.


"Kamu gak papa?"


------------------------------


**Assalamualaikum..... Ini Adalah Karya pertamaku jadi kalau ada kesalahan atau Yang lainnya mohon bimbingannya ya.

__ADS_1


READ FOR THE FUTURE**....


__ADS_2