
Di Kamar ~
"Duh... Malu banget. Gimana ya? Turun? enggak? Turun? Enggak?." Setelah Mandi Syereeta masih mengurung diri di kamar karna malu.
---
Di Ruang Tamu
"Si kakak mana sih, mandi lama banget." Gumam Mama Amel.
"Thalhah kamu susul gih Syereeta ke atas." Suruh Mama Amel.
"Eh iya ma." Jawab Thalhah lalu beranjak naik ke atas.
---
Di Kamar ~
Akhirnya setelah adu argumen cukup lama Syereeta memutuskan untuk turun.
Kreek....
"Thalhah!"
"Hei udh selesai."
"Ah... I- iya." Jawab Syereeta gugup.
"Santai aja, gak bakal aku ketawain kok, hihihi Awww." Tangan Thalhah dicubit Oleh Syereeta.
"Hmph... Katanya gak ketawain tapi itu tadi apa." Kesal Syereeta sambil menggembungkan pipinya. Thalhah yang melihat eksperesi menggemaskan Syereeta tak tahan untuk menarik pipinya.
"Aww... Twaltwal Swakit, Lwepwasin." Kata Syereeta.
"apa ngomong yang jelas dong."
"Swakit, Cwepwat lwepasin."
"Hahaha Ok ok, makanya lain kali jangan pakai ekspresi menggemaskan itu lagi."
"Huh... Taltal ngeselin." Ngambek Syereeta.
"Maaf maaf, jadi mau apa Hm?" Tawar Thalhah.
"Beneran?" Ucap Syereeta dengan seringai licik nya.
Gleek...
__ADS_1
"Ok, Sekarang ikut aku jadi bahan percobaan Make up." Ucap Syereeta menarik tangan Thalhah.
"O- Tidakkk....tunggu...Tidak."
---
Di ruang kerja ~
"Hahahahahaha....." 2 bapak bapak yang tak lain adalah Naksi dan Adiksana tertawa terbahak bahak. Mereka melihat semua kejadian yang dilakukan Thalhah dan Syereeta hingga tak bisa menahan tawa.
"Kasian Anakmu Si." ucap Adiksana.
"Hahaha biarin, biar belajar sebelum nikah mereka." jawab Naksi.
"Hahaha iya juga ya."
---
Di Ruang Tamu ~
"Rafa Pulang!!" Ucap Rafa masuk Rumah.
"Eh Adek udah pulang, salam dulu sama Tante ini." Ucap Mama Amel.
"Halo Tan."
"Hehehe Makasih Tant."
"Hahaha." Tawa Naksi dan Adiksana sambil berjalan ke ruang Tamu.
"Kalian kenapa ketawa?" Tanya Mama Amel.
"Itu loh Ma, Anak Kita kejam banget." Jawab Adiksana.
"Kejam?" Tanya Bunda Mei Bingung.
"Hahaha.... Mentari lagi juga tau kalian."
Tuk...Tuk.. Suara langkah terdengar dari tangga, seluruh yang di ruang tamu mengarahkan pandangannya ke tangga.
1 Detik
2 Detik
3 Detik
"Hahahahahahahahah....." Tawa bergema Di ruang tamu. Syereeta dengan Santainya duduk lalu makan makanan di atas meja sedangkan Thalhah menundukkan kepalanya malu.
__ADS_1
"Nak, Kenapa Mukamu itu, hahaha...." Tawa Bunda Mei.
"Bagus Nak, Om bangga sam kamu hahahah." Ucap Naksi.
"Hehehe.... Iya Om." Cengir Syereeta tanpa dosa.
"Huh... nggak orang tua, mertua, Ceweknya pun kejam." Batin Thalhah
"KAKAK PAHLAWAN!" Teriak Rafa. Menghentikkan semua tawa.
"Eh?"
"Oh... Kamu Adek yang mau di tabrak motor itu ya." Ingat Thalhah.
"Iya kak, wah aku gak nyangka ketemu kakak disini."
"Hehehe iya."
"Kalian udah pernah ketemu?" Tanya Syereeta diangguki yang lainnya.
"Pernah Kak, Kakak Pahlawan yang nolong aku pas mau ditabrak motor." Jelas Rafa.
"Kebetulan kah?" Batin semua orang yang ada di situ.
"Oh yang waktu itu, Makasih ya Nak Thalhah udah nolongin Rafa." Ucap Mama Amel.
"Eh Iya Ma gak papa kok lagian waktu itu cuman gak sengaja lewat aja." Ucap Thalah sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kakak Pahlaw-"
"Nggak usah manggil Kakak Pahlawan ya." Kata Thalhah ke Rafa, di jawab gelengan oleh Rafa.
"Pokoknya aku pakai Kakak Pahlawan."
"Hmmm... Ya udah deh."
Rafa lalu berjalan ke arah Syereeta lalu menarik tangan Syereeta.
"Apa?" Tanya Syereeta bingung.
"Hiasin aku kayak Kakak Pahlawan dong kak." Pinta Rafa.
"JANGAN!!" Teriak semua yang disana kompak.
---------------------------------------
READ FOR THE FUTURE
__ADS_1