
Kafe ~
Seorang Pria Paruh Baya sedang duduk di salah satu meja bersama istrinya, Mereka adalah Kepala Sekolah yang bernama Kriss dan Istrinya Ely.
"Pa, Mau ngomongin apa sih sama yang lain, sampe buru buru ketemuan segala? Kasian tau Sikembar ditinggal di Rumah." Kata Ely.
"Tenang aja, Ini penting Kok." Jawab Kriss santai, Istrinya hanya menggurutu pasalnya dari tadi Suaminya Tak menjawab.
Selang beberapa menit kemudian 2 pasang Suami Istri memasuki Kafe, Mereka mulai mencari sesorang hingga berhenti di meja Kriss dan Ely.
Mereka lantai berjalan menuju Meja itu.
"Assalamualaikum." Salam Mereka.
"Waalaikumsalam." Jawab Kriss dan Ely.
"Ada apa Bro, sampai mau nyuruh Kumpul segala."tanya Salah satu Pria yang memasuki Kafe tadi.
"Adiksana, Amel, Naksi, Mey, Ini tentang Anak Kalian Loh." Ketus Kriss. 4 Orang yang memasuki Kafe tadi adalah Orang tua Thalhah yaitu Naksi dan Mey serta Orang tua Syereeta Adiksana dan Amel.
Setelah mendengar itu langsung Saja mereka duduk dan menatap Kriss bersamaan dengan Ekspreksi Tegang.
"Hihihi... Kalian ngapain Natap Gue kayak gitu." kata Kriss terkekeh.
"JAWAB!" Seru Kelimanya membuat seluruh isi Kafe melihat ke arah Mereka, tapi Mereka Masa Bodoh.
__ADS_1
"Ok...ok.. Gini Gue mau bilang kalo Anak Kalian Thalhah dan Syereeta, Ehm gimana ya jelasinnya, Intinya kayaknya Udah Mulai Suka satu sama lain deh." jelas Kriss.
"APA!" Seru Mereka berlima lagi.
"Duh, kalian bisa gak, gak usah teriak kayak gitu no banyak yang liatin."
"Bodo amat!" Jawab mereka kompak.
"Huhh... Ok bakal gue ceritain." Kriss pun mulai menceritakan semua yang terjadi oleh Thalhah dan Syereeta disekolah Tadi.
"Jodoh gak kemana." Batin mereka tersenyum lebar.
"Hahaha... Ikatan Batin emang, dijodohin pas Kecil gak taunya beneran bakal berjodoh." Tawa Adiksana.
"Tapi mereka Masih belum lulus Sd loh." Sahut Ely.
"Biarin aja dulu Kita liat seberapa lama Tu bertahan." Jawab Naksi menyeruput Kopi yang dipesannya.
"Tapi lu gak kasian ama Anak lu Si, tiap hari digangguin mulu, bapaknya mantan Mafia ama pengusaha no 1 juga." Kata Kris disetujui oleh yang lainnya.
"Gak, Biarin aja dulu gue mau tau gimana Thalhah nanti kalo waktunya udh tepat baru gue bawa kedunia Bawah, nah Kalo soal perusahaan kan udh Gue bilang, gue Gak bakal ngambil milik orang tua gue, jadi itu gak termasuk." Jelas Naksi santai.
Yang lainnya hanya menghela nafas, mereka udh tau Kayak apa kepribadian Naksi.
Mereke semua adalah Sahabat, tapi walau begitu mereka berbeda sifat, Seperti Naksi, Ia dulu adalah ketua Mafia No 1 didunia orang tuanya pun pengusaha No 1 di Indonesia serta beberpa negara dibenua Eropa dan Asia, tapi Naksi tak pernah sekalipun berniat mewarisi perusahaan itu walaupun ia anak Tunggal.
__ADS_1
Sedangkan Kriss bisa dibilang Sekretaris Naksi saat didunia Mafia, begitu juga Adiksana yang merupakan wakilnya, Sedangkan Mey, Ely, dan Amel merupakan wanita Biasa tapi mereka merupakan anak Perusahaan top 20 di Indonesia.
Setelah mereka menikah mereka memutuskan untuk Keluar dari dunia Mafia, bahkan membuat keluarga kecilnya seperti Mey dan Naksi yang sama sekali tak pernah menerima sepeserpun harta orang tuanya.
Sedangkan Amel dan Adiksana mereka memilih melanjutkan perusahaan orang tua Adiksa yang merupakan No 2 dan Top 20.
Kriss dan Ely juga mewarisi tapi mereka tidak sepenuhnya Menjalankan karna mereka kurang berminat jadi itu dijalankan oleh Orang kepercayaan mereka, sedangkan Kriss lebih memilih bersantai menjadi kepala Sekolah sekaligus mengurusi Anak kembar mereka yang berumur 2 Tahun.
"Yah, Intinya Perjodohan itu tetap berlangsung titik." Kekeh Amel, Mereka memang berniat menjodohkan Thalhah dan Syereeta dari kecil Tapi siapa Sangka mereka benar benar saling menyukai.
"Ya." Sahut Mey.
"Kita liat aja dulu sampe mana mereka usahanya, jangan dipaksain tapi pastikan masih tersegel." Saran Kriss dianggukin semua orang.
Percakapan pun dilanjutkan nostalgia mereka dulu, mereka terus bercerita sampai langit telah berwarna jingga.
"Ya Udh, yuk pulang."
"Jangan lupa, kalo ada kabar menarik lagi tentang mereka langsung laporkan Kriss."
"Siap, kalian tenang aja."
Mereka pun berpisah masing masing masih dengan pikirannya masing masing.
---------------------------------
__ADS_1
READ FOR THE FUTURE