
"Fu~Fu~" Thalhah bersenandung ria sambil mengambil sepeda kesayangannya untuk pergi kesekolah.
"Hahhh....Bagaimana ya nanti kalau ketemu sama Syereeta?" Pikirnya bingung.
"Ya sudahlah, tinggal jalani saja."
Thalhah pun mulai mengayuh sepedanya keluar dari halaman rumahnya.
Krakk~
"Haiiis ni sepeda belum setengah jalan udah main lepas aja rantainya,Huh untung sepeda kesayangan kalo gak udah tak kasi makan buaya kau." Gerutu Thalhah.
Sekitar 4 menit kemudian Thalhah telah selesai memperbaiki sepedanya walau dengan gerutuannya yang tak ada habisnya.
Saat hendak menaiki sepedanya matanya menangkap sosok anak laki laki berusia 6 Tahun.
"Kok kayak kenal ya tapi dimana?" pikirnya.
Ia terus memperhatikan anak laki laki yang mau menyebrang jalan tersebut hingga Ia menyadari sebuah motor melaju kencang ke Arah Anak itu.
Tanpa Pikir panjang lagi Ia membuang sepedanya lalu berlari menangkap badan anak itu lalu berguling ke Trotoar jalan. Alhasil motor yang hendak menabrak Anak itu tak bisa menabraknya.
"Aduh." Ucap sang Anak kecil memegang tangannya yang Sakit.
"Dek, kamu gak Papa?" Tanya Thalhah, Thalhah pun juga mendapat luka didahinya hingga mengeluarkan darah tapi ia Tak menyadarinya karna memang tak terasa Sakit.
"Ah...Aku Gak Papa kak, Makasih ya." Ucap Anak kecil itu tersenyum Manis.
__ADS_1
"Oh ya udah, Aku pergi dulu ya, Hati hati kalo dijalan Ok!" Ucap Thalhah berjalan menuju Sepedanya.
"O iya nama kakak tadi siapa ya?" Pikir Anak itu, Ia hendak menayakannya tapi Thalhah Sudah Jauh darinya sambil mengayuh Sepedanya.
"Yahhh...Udah jauh lagi, Hmm Aku panggil Pahlawan Sepeda aja Kali ya?" Gumamnya.
"Rafa... Kamu Kemana Aja Nak." Ucap Amel Kepada Anak Laki laki itu.
"Gak papa Ma, cuman Tadi ada orang yang mau Nabrak Aku." Kata Rafa.
"HAH... Siapa yang mau nabrak Kamu? Mana yang sakit? Dibagian sini? Sini? Atau Sini?" Tanya Amel Panik.
"Aku gak papa Ma, Tadi Ada Kakak Pahlawan Sepeda Nyelamatin Aku." Jelas Rafa.
"Hah? Kakak Pahlawan Sepeda?" Gumam Amel Meyeritkan Dahinya.
"Ya sudahlah yang penting Kamu gak papa Ok, Yuk Kita langsung pulang aja." Ajak Amel menarik Lengan Rafa.
---
"Pagi Mang, Aku duluan ya Takut telat." Sapa Thalhah Ke Satpam Sekolah.
"Pagi Den." Balas Satpam Sekolah.
Thalhah langsung memakirkan sepedanya lalu berlari tergesa gesa ke kelasnya.
"Huhhh...Untung gurunya belum datang." Gumamnya.
__ADS_1
Ia langsung beranjak Berjalan ke Kursinya, Terlihat Sudah aAda Syereeta yang Duduk dibangku sebelahnya.
"Hai Thalhah, Tumben Kamu datangnya Agak telat?" Tanya Syereeta sambil tersenyum Manis.
"Hai juga, Cuman ada urusan sebentar doang Kok." Jawab Thalhah sambil tersenyum.
"Bener tuh, Kasian Syereeta nunggu Lo udah lama banget." Celetuk Fariz.
"Betul tu, Panik banget Mukanya." Sahut Navi.
Syereeta hanya tertunduk Malu dengan Muka memerah,memang ia Tadi sempat Panik saat Thalhah tak Kunjung masuk kelas Alasannya hanya ia Yang tau.
"Berisik kalian." Ucap Thalhah Agak gugup.
"Ehmm...." Dehem Faris dan Navi yang masih ingin menganggu Thalhah dan Syereeta. Syereeta masih menundukka kepalanya malu sedangkan Thalhah mulai kesal dengan 2 Sahabatnya Ini.
"Woi Itu tu kertas Ujiannya ambil." Ucap Thalhah tersenyum Jail.
"Eh Mana buk kertasnya." Ucap mereka berdua langsung berbalik arah sambil meyodorkan tangannya.
Kriikk~ Kriik~
Kelas sunyi, Semua murid memandang mereka berdua termasuk guru yang baru masuk Kelas.
"Hahahah." Ketawa Seisi kelas melihat mereka berdua. Sedangkan Syereeta juga ikut tertawa kecil beda dengan Thalhah yang meneyeringai Jail.
"Huh...awas kau Thalhah!" Batin mereka berdua sambil menutup Muka dengan buku.
__ADS_1
------------------------------------------
READ FOR THE FUTURE