Hujan Milik Kita

Hujan Milik Kita
Chapter 11 : Masak Ter ABSURD.


__ADS_3

Sudah 2 Hari sejak kedatangan Keluarga Thalhah ke rumah Keluarga Syereeta.


Drrrt....Drrrt...


"Halo, Mel ada apa?" Tanya Bunda Mei yang tiba tiba di telpon oleh Mama Amel.


"Mei Kumpul yuk bareng yang lain." Jawab Amel.


"Ha? Kumpul dimana? Kapan? siapa aja?"


"Hari ini sampai besok, Di tempat biasa, semuanya ikut."


"Lha nanti anakku gimana?"


"Tenang aja, aku udah nelfon orang tuanya sahabat anak anak kita, mereka bakal nginap bareng bareng di rumahku."


"Ooo.... Ok nanti aku bilang sama suamiku dulu."


"Ok bye."


"Bye."


---


"Thal, Nanti kamu nginap di Rumah Syereeta ya." Ucap Ayah Naksi.


"Ha? Kok gitu Yah?" tanya Thalhah dengan wajah kebingungan.


"Iya, Nanti Ayah, Bunda sama Mama Papa Syereeta pengen kumpul kumpul, gak lama kok cuman Sehari." Jelas Bunda Mei. Thalhah hanya diam, ia madih bimbang pasalnya yang benar saja ia tinggal Serumah sama perempuan.


"Tenang aja, Mama Amel udah Nelfon Sahabatmu sama Sahabat Syereeta buat nginap disana ramai ramai." Ucap Bunda Mei seakan tau yang di pikirkan Anaknya.


"Oh ya udah deh Bund." Jawab Thalhah pasrah.


"Nah gitu baru Anak Bunda." Kata Bunda Mei sambil mengacak Rambut Thalhah.


"Anak Ayah juga loh." Sahut Naksi.


"Tapi kan aku yang... Bla...Bla....Bla."


"Aku juga yang....Bla...Bla...Bla..."


Thalha hanya menutup telinga mendengar perdebatan kedua orang tuanya yang sama sekali tak ber Faedah itu, Tapi di balik itu semua cara itu adalah salah satu cara menyalurkan Perasaan masing masing hingga menjadi Keluarga harmonis.

__ADS_1


---


"Dah ya, Mama sama yang lainnya pergi dulu, jaga Kesehatan Ok, Jangan Kemalasan tidur nanti Malu di liat Calon Suami." Sindir Mama Amel Ke Syereeta, Sedangkan Syereeta yang mendengar itu menjadi kesal Sekaligus Malu pasalnya di Situ banyak Orang terlebih lagi ada Sahabatnya dan Sahabat Thalhah, Dan tentunya Thalhah itu sendiri.


"Ya udah deh Mama Cepet aja pergi." Dorong Syereeta.


"Iya iya, Thalhah Mama nitip Anak Mama yang tukang Molor ini ya, Siram aja pakai Air kalau Molor terus."


"Hihihi..... Iya Ma Siap." Kata Thalhah terkekeh.


"Ya udah Bye Semua." Ucap Bunda Mei dan yang lainnya.


"Bye Tante, Om."


"Bye Mama Papa."


"Bye Bunda Ayah."


---


"Eh kalian Mau makan gak." Tanya Thalhah.


"Boleh Aku lapar ni." Jawab Navi.


"Ya udah aku panggil Bibi dulu ya." Kata Syereeta.


"Loh Lu bisa masak Tal." tanya Achi di angguki yang lainnya.


"Lumayanlah." Jawab Thalhah lalu beranjak menuju dapur. Teman temannya yang melihat itu langsung mengikuti Thalhah.


"Loh kalian ngapai ikut?" Tanya Thalhah.


"Eh kami Mau bantuin lah." Jawab Fariz di angguki yang lainnya.


"Oh ok."


"Jadi kami perlu kerja Apa?"


"Ok Syesye, kamu potong Wortel 1 cm. Terus Navi Aduk santan, Achi sama Ily Cuci ayam Fariz buat Es untuk Minum."


"Siyaap bos."


Thalhah langsung menyiapkan Kuali, Tiba tiba ia Kebelet ke Kamar Mandi.

__ADS_1


"Kalian kerjain aja dulu ya, Gue pengen ke Kamar mandi dulu." Izin Thalhah.


"Siap."


Beberapa menit kemudian Thalah kemabali kedapur langsung menghidupkan Kompor.


"Vi mana Santannya." Ucap Thalhah manjulurkan tangannya, Navi pun memberikan yang di pintanya.


"Loh Kok nggak ngembung sih?" Gumam Thalhah kebingungan melihat Santan yang di masaknya.


"Vi Lu ngasih santan yang mana?"


"Eh, Ini." Jawab Navi Sambil menyodorkan bungkusan Bening, Thalhah mengambil bungkusan itu lalu mencoba merasakannya.


"ASTAGA.... NAVI INI SUSU BUKAN SANTAN." Teriak Thalhah.


"Eh iya kah." Tanya Navi kebingungan. Thalah tak menajwab langsung menuju kulkas membuka nya lalu mengambil santan yang Asli.


"Nih, Aduk yang bener. Haduh..."


"Thalhah, Ini ayamnya." Ucap Achi dan Ily berbarengan. Thalhah mengambilnya selang beberapa detik ia mencium bau Aneh.


"Kalian tadi nyuci ayamnya Pakai Apa?"


"Pakai Air sama Sabun." Jawab Mereka Kompak.


"ASTAGA KENAPA PAKAI SABUN?!" Teriak Thalhah lagi. Ia pun menyuruh mencuci Ulang Ayamnya Tanpa menggunakan Sabun Apapun.


Thalhah yang melihat Syereeta fokus memotong mendekati Syereeta.


"Udah Selesai Sye?" Tanya Thalhah.


"Belum."


"Loh Kok lama banget, itu Buat apa penggarisnya." Tanya Thalhah Melihat Syereeta memegang penggaris.


"Ini kan Buat ngukur biar 1 Cm." Thalhah langsung menepuk jidadnya atas perlakuan teman temannya yang Absurd ini.


"Thal mau minum, Nih biar gak haus." Tawar Fariz sambil menyodorkan Es teh dingin. Thalah langsung menyambar dan meminumnya tapi bari beberapa tegukan dan...


"Byuur."


"ASTAGA FARIZ INI GARAM BUKAN GULA."

__ADS_1


---------------------------------


READ FOR THE FUTURE


__ADS_2