Hujan Milik Kita

Hujan Milik Kita
Chapter 12 : Malam yang panjang.


__ADS_3

Setelah perjuangan yang sangat menyusahkan bagi Semuanya terutama Thalhah akhirnya mereka bisa makan dengan Tenang.


"Astaga Non Syereeta! Kenapa dapurnya Kayak Kandang kambing sih." Pekik Bi Ani.


"Iya Bi maaf, tadi Kami masak bareng bareng." Ucap Syereeta lalu ia meng alihkan pandangannya ke Thalhah yang terlihat berhenti makan begitu juga Fariz dan Navi.


"Kenapa gak Dimakan?" Tanya Syereeta bingung.


"Syesye kamu makan aja aku udah kenyang." Ucap Thalhah lalu pergi.


"Sye tiba tiba aku mual duluan ya." Kata Fariz.


"Sye Kami Manusia bukan kambing." Kata Navi Ikut pergi.


"Ha?" Syereeta jadi kebingungan dengan tingkah teman temannya ini.


"Mereka kenapa sih?" Tanya Syereeta pada Kedua sahabatnya.


"Hahahah Lu gak tau Sye, mereka itu emang kayak gitu, kalo lagi makan terus ngomongin yang jorok langsung pada pergi deh." Tawa Achi.


"Hahaha iya tu betul." Setuju Ily.


"Jadi kita harus ngabisin sebanyak ini, sama nyuci yang kotor." Pertanyaan Syereeta membuat mereka berdua terdiam. Mereka saling pandang satu sama lain dengan wajah yang sulit diartikan.


"TALTAL."


"FARIZ."


"NAVI."


Sementara didepan Tv sang cowok cowok yang dipanggil namanya saling bertos Ria.


---


Malam ~

__ADS_1


"Eh Sye, katanya lu punya Adek mana? perasaan dari tadi siang gak ada orangnya." Tanya Navi.


"Oh itu, Rafa lagi nginap di rumah Kakek." Jawab Syereeta.


"Oh ya Di sini cuman ada 1 kamar tamu, jadi nanti Ily sama Achi tidur di kamar gue aja ya terus yang lainnya tidur di kamar tamu." Sambung Syereeta.


"Ok."


Jam menunjukkan Pukul 7 Malam, Para Cewek cewek sudah pergi ke kamarnya entah apa yang mereka lakukan yang terdengar hanya suara Cekikikan yang berisik.


"Eh gangguin mereka yuk." Ajak Navi tersenyum jahil.


"Kuy lah, yuk Hah." Navi dan Fariz menatap Thalhah.


"Ummm.... Itu Apa gak berlebihan." Jawab Thalhah ragu.


"Gak tenang aja." Jawab Navi santai.


"Huffh... Ok lah." Tiba tiba Thalhah menjadi bersemangat. Mereka saling tersenyum jahat entah apa niat terselubung mereka. Bi Ani yang melihat dari dapur Bergidik ngeri melihat tingkah mereka bertiga.


---


"Ih tadi gue salah dengerkan." Cicit Achi. Syereeta dan Ily diam.


Syereeta membesarkan suara film yang mereka tonton. agar tidak takut akan Suara aneh itu.


"XIXIXIXI." Seakan paham suara mba Kunti makin keras tertawa.


Tiba tiba sebuah cairan berwarna merah darah mengalir dari kolong pintu Kamar Syereeta.


"Aaaaa." Mereka saling berpelukan.


Bug....Bug... Suara gedoran membuat mereka bertiga semakin takut, mereka mengambil selimut lalu menutup tubuh mereka dengan selimut itu.


"Aaaa.... jangan bunuh aku please!" Teriak Thalhah.

__ADS_1


"Thalhah!! Aaakkhh." Sahut Fariz.


"Fariz, Thalhah Jangan Per- Akkh.."


"Aaaaaa." para cewek semakin histeris.


"THALHAH!! NAVI!! FARIZ!!" Teriak mereka bertiga. Tiba tiba semua senyap.


Para cewek yang tak mendengar apa apa lagi berjalan bersama membuka pintu lalu berjalan dengan cepat ke lantai Bawah.


Sampai dilantai bawah mereka mendengar suara yang tak asing bagi mereka.


"Hahahaha..... Liat gak gimana Histerisnya mereka." Tawa Navi.


"Hahahah... Aaaa Takut." Tawa Fariz.


"Hahahahaha......" Tawa Thalhah.


Para cewek yang mendengar itu saling memandang satu sama lain, tiba tiba muka mereka berubah merah karna Emosi.


"THALHAH!!!"


"NAVI!!"


"FARIZ!!!"


GLEK....


------------------------------------


Jangan Lupa mampir di Karyaku Satunya Ya!!!!



READ FOR THE FUTURE

__ADS_1


__ADS_2