Hujan Milik Kita

Hujan Milik Kita
Chapter 4 : Senyuman.


__ADS_3

Mereka berdua terus berjalan tanpa menghiraukan orang orang disekitarnya, Tapi sesaat mereka memasuki kantin mereka terhenti karna ada yang menghadang.


"Syereeta, Yuk Ikut bareng kami aja daripada bareng bocah lemah ini." Kata Vax seraya memegang tangan Syereeta.


"Gak, Gak akan pernah mau, lepasin!" Balas Syereeta mencoba melepaskan tangannya dari pegangan Vax.


Muka Vax langsung berubah, dengan Kode ia menyuruh teman temannya untuk memukuli Thalhah, Thalhah hanya meringis kesakitan saat dipukul berkali kali, Sedangkan Syereeta sudah berteriak untuk berhenti sambil menangis.


Sebuah pukulan hendak dilayangkan lagi ke arah Thalhah, Tapi sebelum pukulan itu sampai Tangannya ditahan oleh sebuah tangan.


"Navi....Faris..." Sebut Thalhah lemah.


"Hah, Lo gak papa, Astaga kalian bener bener Baji*gan." Umpat Faris. Navi yang tadi menahan pukulan itu amarahnya telah memuncak dan langsung membalas.


Pertengkaran 2 kubu itu pun berlangsung, tak ada yang berani memisahkan mereka yang Notabane nya Kakak kelas. Vax yang melihat 2 anak buahnya mulai terpojok pun melepaskan genggaman tangannya dan ikut menyerang Navi dan Faris.


Syereeta yang Tangannya telah terlepas langsung berlari ke arah Thalhah sambil menagis, Thalhah hanya tersenyum tulus sambil menghapus air mata yang mengalir dipipi Syereeta.


"Ris, Vi, Udahlah yuk pergi!" Seru Thalhah yang perlahan bangkit dibantu Syereeta. Faris dan Navi langsung berhenti menyerang lalu berbalik.


---

__ADS_1


"Bisa kalian kasih penjelasan atas ini?!" Tanya Kepala Sekolah. Faris mulai menceritakan apa yang dilihatnya, tapi kadang langsung disangkal oleh Vax dan yang lainnya.


"Hah...Baiklah setelah Syereeta selesai mengobati Thalhah, Bapak akan minta keterangan, dan siapa yang salah harus kena hukuman 2 kali lipat.


Faris dan Navi mengangguk puas sekaligus tersenyum, Sedangkan Vax dan gengnya telah berkeringat dingin mendengar itu.


---


"Aw...." Ringis Thalhah saat Syereeta mengobati lebam di mukanya.


"Aduh Sakit ya, Maaf." Kata Syereeta dengan air mata mengalir, Ia menundukkan kepalanya merasa bersalah atas apa yang terjadi.


"Jangan pernah salahkan suatu kejadian atas dirimu Ok!" Pinta Syereeta.


"Tapi Ak-"


"Kejadian apapun itu pasti udah ditakdirkan, cukup tersenyum sabar dan berdoalah untuk itu." Kata Thalhah Sambil tersenyum tulus.


Syereeta yang melihat itu merasa terharu, lalu langsung memeluk Thalhah erat, Thalhah hanya tersenyum membalas pelukan itu.


"Ekhem....ekhem..." Sebuah suara membuyarkan pelukan mereka, wajah mereka langsung memerah tertunduk malu.

__ADS_1


"Eh...P-pak kepala Sekolah." Sapa Thalhah tersenyum Kikuk.


"Hm...Kalo kalian mau mesra mesaraan nanti aja ok, Sekarang saya mau minta keterangan yang terjadi pada Syereeta sejelas jelasnya." Kata Pak kepala Sekolah.


Syereeta pun menceritakan semuanya secara jelas dan rinci apa yang terjadi, Pak kepala sekolah pun mengangguk lalu menghukum Vax dan gengnya Mencabut rumput dan membersihkan Toilet sedangkan Navi dan Faris dihukum lebih ringan hanya piket kelas setelah pulang sekolah.


---


Anak-Anak berhamburan pulang sekolah setelah lonceng berbunyi, Begitupun Syereeta, Senyum menegembang Manis diwajahnya, Ia awalnya ingin menajak Thalhah pulang bersama tapi ditolak secara halus oleh Thalhah karna ia ingin membantu Faris dan Navi piket.


Supir yang melihat Nona mudanya Tersenyum sepanjang jalan merasa penasaran dan kebingungan, Karna setaunya Nona mudanya tak pernah senyum selebar itu walau Saat ulang tahunnya.


Syereeta sepanjang perjalanan hanya tersenyum mengingat kejadian kejadian yang terjadi, ia juga teringat pesan yang disampaikan Thalhah tadi lalu mencatatnya di diary harinannya beserta kejadian yang seru lainnya.


"Kejadian apapun itu pasti udah ditakdirkan, cukup tersenyum sabar dan berdoalah untuk itu."


~ Thalhah ~


----------------------------------------


Read for the future....

__ADS_1


__ADS_2