Hunter Zombie

Hunter Zombie
01 awal mula


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA~


_____


_____


_____


_____


tokyo, Jepang


"engh" tampak seorang mahasiswa kisaran umur 18 tahun menggeliat di atas mejanya, "heh ini dimana?, bukannya terakhir kali aku mati di makan oleh kerumunan zombie?, ruang kelas dan ini, nani!! " ia berteriak sendiri setelah beberapa saat mengumpulkan nyawa "b bagaimana mungkin aku bisa balik ke umur 18 tahun, ini mustahil! " pria tersebut masih berseru setelah melihat penampilannya di kaca jendela


"toriki asakawa!!, silahkan keluar kelas!, kau mengganggu murid lain! " sensei yang mengajar kelas fisika menegur murid yang bernama yuto, dan menghukumnya.


"haik~" kreatt tap tap tap asakawa keluar kelas dan berdiri di samping pintu kelas "kiki rasain itu, siapa suruh punya kebiasaan tidur! " semua murid menertawakan asakawa melihat ia di hukum, tak tak "cukup semuanya, kembali ke pelajaran! "


"ah sial aku lupa ini, nilai ku selalu buruk dan juga hampir setiap hari di hukum, arghh aku benci kehidupan sekolah, lebih baik 10 tahun kedepan dimana dunia sudah berakhir, peraturan hanya satu yaitu (siapa yang kita di yang berkuasa dan siapa yang lemah dia akan tamat) omong omong soal kiamat apakah benar aku hidup kembali?," yuto tetap diam dalam gumaman nya set "waktu 08.30, tinggal 2 jam lagi sebelum angin kematian, hmm kita mulai dari mana, senjata?, makanan?, atau tempat berlindung?, ah ya masker hah hampir lupa aku, bisa gawat jika aku tidak punya masker," set tak " skill creator ku masih ada tapi ter reset ke 0 hanya bisa membuat pedang biasa tanpa kekuatan, ah biarlah daripada gak ada senjata, hmm kekuatan ku masih masa seperti dulu tidak berubah"


__ADS_1


[toriki asakawa]


tap tap yuto berjalan meniggalkan tempat hukumannya, "masker ya, sepertinya di UKS banyak, yeah meskipun itu kurang efektif tapi dari pada tidak memakai apa apa, masker selesai tinggal senjata?, tak ah kan ada katana kayu di dojo (dojo sebuah bangunan latihan berpedang atau silat), yosh semua siap"


1 jam kemudian "bosan, hah aku tidak sabar untuk berburu zombie, hmm jalan jalan dulu deh cari angin, toh peraturan dunia juga akan tiada untuk apa aku berdiri di lorong ini" tap tap yuto berjalan meniggalkan tempat hukumannya, ia menuju bangunan dojo sekolah.


"ah tempat ini.. jadi nostalgia dulu pertama kali aku menemukan senjata" puk kriet wus yuto mengambil sebuah katana kayu yang terpasang di dinding dekat pintu masuk "oh ada sarungnya, perasaan dulu gak ada, toh ini hanya untuk melindungi aja, senjata sudah dapat tinggal masker, dan makanan, waktu hanya 30 menit sebelum angin kematian, mayan cukup untuk santai santai sedikit" tap tap ia berjalan meniggalkan bangunan dojo dan menuju bangunan UKS yang ada di seberang lapangan sekolah.


tap "masih sama seperti 10 tahun yang lalu" yuto tiba di depan gedung uks tersebut dan mulai memasukinya kristt "sumimasen!" (sumimasen : permisi).


"ya, hei bukannya ini masih jam pelajaran kenapa kau kesini? apakah sakit?, dan kenapa kau membawa peralatan dojo? " seorang perempuan berumur 30 tahun tampak duduk di sebuah kursi kepala UKS


"eh, etto aku agak demam sensei, jadi kesini untuk mengambil obat!, dan aku disuruh untuk memindahkan pedang ini ke gudang karena rusak" asakawa yang mendapati perempuan tersebut sedikit terkejut tapi langsung menguasai diri, ia membuat alasan yang dapat di Terima oleh perempuan tersebut


"eh sudah, emm dimana ya rak obat? "


"oh sebelah sana, obat demam ada di rak paling kanan tengah" ia menunjuk rak di sebelah kanannya tanpa menoleh ke asakawa


"arigatou sensei" tap tap tap asakawa melangkah menuju hajatan rak tersebut "huf untung tidak ketahuan, hmm dimana tadi, ah ini dia, eh ada tadi kecil, mumpung tidak ketahun ngestock obat ahh~" set puk set set yuto yang sampai di rak obat mengambil sebuah tas selempang kecil lalu mengumpulkan obat tanpa di ketahui oleh wanita itu


5 menit kemudian "sensi aku sudah selesai, boleh aku pergi? " asakawa melangkah dengan santai di hadapan sensei, mukanya tanpa dosa setelah mengambil obat dengan jumlah banyak

__ADS_1


"umu, silahkan" sensei itu mengangguk tanpa menoleh ke yuto, ia terlalu asik dengan kertasnya


"haik, arigato gozaimasu! " set put asakawa menunduk sedikit ke arah sensei lalu berlari pergi, di lapangan sekolah "haha ini terlalu mudah, dan mungkin hari ini hari keberuntunganku, sudah dapat tas kecil ada masker khusus lagi beh hoki parah dah"


tap set "waktu hanya tinggal 1 menit sebelum di mulai, hehe ini akan seru hahaha, mari kita berburu" set puk asakawa mulai memasang maskernya dan mengeratkan pedang katanya,


"10...,8...,7...,6...,5...,4....3......,2........1!! " wus bum tiba tiba awan di atas berubah merah yang tadinya putih cerah , awan tersebut mulai menyebar bahkan di beberapa titik belahan dunia lain yang lebih besar dari Jepang, yang terbesar berada di Kutub Utara "hei lihat awan itu tampak sangat aneh" murid 1 seorang murid yang sedang melihat ke jendela berseru, "alah paling awan ingin hujan" murid 2 teman di sebelahnya hanya menyahut tidak peduli, tapi berbeda dengan seorang murid yang berada di pojok kelas "aku merasakan firasat buruk tentang awan hitam itu, dan apa apa dengan angin itu, ini tidak normal, lebih baik aku bersiap" set ia memakai maskernya untuk berjaga jaga


"hoho jadi nostalgia, saat pertama kali aku melihat awan itu, orang orang menyebutnya " akuma no kumo" atau awan iblis, yosh ini dia! ".


wus wus wus sekelebat angin melintas melalui yuto yang ada di lapangan, ia tidak merasakan apapun karena memakai masker, tapi lain bedanya dengan satpam yg ada di pos, ia segera terdiam yang awalnya asik bertelepon, krak krak krak tubuhnya mulai bergetar dan urat ungu di lehernya tampak sangat menonjol "arkkhhhh!, grrrr" ia berteriak sesat lalu menggeram layaknya hewan buas


"oh mulai sudah, hehe ini akan menyenangkan" asakawa bersiap dengan katanya.


grrr satpam yang sudah berubah menjadi zombie menoleh ke arah asakawa dan..., wus brak ia keluar dari pos dengan cara menerobos dinding pos "roarrr! " zombie satpam tersebut mengeram nyaring, ia berlari ke arah asakawa yang sudah bersiap dari tadi


"ayo datang ke sini~" tap wus buk, asakawa juga melesat ke arah zombie tersebut dengan kuda kuda katana, ia mulus melewati tubuh zombie tanpa luka sedikit pun "selesai, ini mah mudah jika zombie baru terinfeksi" buk buk tubuh zombie satpam tadi terbelah menjadi empat bagian setelah ia dilewati oleh yuto yang menyerang dalam waktu sepersekian detik.


wus "kyaaa!! " sebuah teriakan keras terdengar dari belakang yuto tepatnya di dalam gedung sekolah, zras zras cipratan darah mulai terlihat di tiap jendela kelas bahkan di kelasnya sendiri "oh pesta sudah di mulai ya~, hehe waktunya berburu" asakawa tampak menampilkan sebuah seringai psikopat


hehe maaf jika jelek, maklum masih pemula, kritik ya biar aku bisa memperbaiki jika ada yang salah dalam penulisan maupun cerita

__ADS_1


assalamu'alaikum warohmatulahi wabarakatuh


__ADS_2